Chapter 36 ~ Cinta Yang Tidak Terlihat (FINAL)

162 12 0
                                    

Up date : 18th March 2018

********

Cerita Sebelumnya........

Leon akhirnya bertemu dengan orang yang paling dia ingin lihat, seorang bernama Dahlia Hanning, setelah mengikuti berbagai petunjuk dari hatinya. 

Di bawah langit senja, Leon menerima gadis itu dalam hidupnya, bukan sebagai Lydia, bukan sebagai orang lain, tapi sebagai gadis itu sendiri. 

*kenapa bisa ada END-ing sama FINAL? Cuuss baca dulu sampai bawah yaa hehe ;)*

********

".....Dahlia."

Nama itu baru menjadi miliknya sejak musim gugur tahun lalu. Baru beberapa bulan nama itu disandangnya. Tapi siapa sangka? Satu kata itu akan terdengar begitu indah di telinganya, menghantarkan perasaan bahagia dalam dirinya ketika nama itu keluar dari mulut pria yang dicintainya.

Leon.

Ketika Leon memanggilnya dengan namanya sendiri, ia merasa sangat ringan seakan bisa melayang dan memeluk matahari yang hendak tenggelam. Sesederhana itu. Kata-kata cinta yang biasa didengarnya, kalah indahnya dengan satu kata dari namanya sendiri. Dan ketika kedua tangan itu terbuka lebar untuknya, kebahagiaan langsung meluap dari dirinya dalam bentuk air mata bahagia. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu menghantui setiap langkahnya untuk maju.

Apa aku boleh menjadikanmu tempat pemberhentian terakhirku?

Apa aku boleh menjadikanmu tempat untuk kembali?

Ia tidak bisa menyuarakan pertanyaan itu ketika lidahnya terasa begitu kelu untuk berucap. Tapi ketika ia mengangkat kepalanya, matanya bertemu dengan mata pria itu. Semua jawaban atas pertanyaannya, ada disana. Keraguan yang menahan langkahnya menghilang begitu saja, membuat kakinya terasa begitu ringan berjalan menghapuskan jarak antara dirinya dan Leon yang terbentang. Hingga langkah terakhir membawanya untuk mendarat di dalam kehangatan pria yang dicintainya. Detik itu juga, hatinya yang selama ini berada dalam genggaman Leon, kembali padanya dalam bentuk utuh. Seakan luka yang selama ini tertorehkan disana, sudah disembuhkan begitu saja dengan kebahagiaan. Dipeluknya erat-erat sosok yang begitu dirindukannya.

Semua ini nyata.

Sejak awal matanya terbuka di rumah sakit, kenyataan adalah satu hal yang selalu menyakitinya. Tapi sekarang, kenyataan itu membuatnya terharu, meskipun dirinya masih menyayangkan akan foto yang sudah tertelan riak air. Foto yang terus menjadi pegangannya ketika sosok pria ini tidak begitu nyata di hadapannya. Belaian dari tangan yang lebar di puncak kepalanya mampu menghantarkan kehangatan hingga keseluruh tubuhnya. Kenapa ia harus merasa gelisah? Setiap hari akan selalu berakhir seperti yang terperangkap dalam foto itu.

Dimana ketika ia menatap Leon dengan penuh cinta, dan ketika Leon tersenyum lembut padanya. Setiap hari akan berakhir seperti itu. Besok. Dan hari-hari berikutnya. Ia membenamkan wajahnya pada dada Leon.

"Terima kasih karena mau menjadi tempatku untuk kembali." Ucapnya. Ia bisa merasakan kebahagiaan itu meluap menaikkan darah hingga wajahnya terasa panas.

"Terima kasih karena mau kembali padaku..... Selamat datang." Suara Leon terdengar begitu merdu di telinganya. Suara penuh cinta yang akan terus didengarnya, hanya untuknya.

Saat ini, ia sedang berada di dunianya sendiri. Dunia yang hanya bisa diakses ketika ia berada dalam pelukan orang yang dicintainya, dunia yang mampu membuatnya mengabaikan setiap pasang mata yang menatapnya, meskipun ia tidak bisa benar-benar mengabaikan karena wajahnya semakin memanas. Tapi pria yang dicintainya ini, sepertinya tidak akan melepaskan pelukan dalam waktu yang singkat. Oh, aku bisa menerimanya.

Ia menarik nafas dalam-dalam. Kenangan yang selama ini disimpannya dalam sebuah kotak di sudut pikirannya, mulai berhamburan menghujaninya. Membuat senyumnya mengembang. Di atas jembatan ini, kenangan baru yang lebih indah mengisi sekaligus melengkapi apa yang hilang dari kenangan didalam kotak, yaitu sosok pria yang dicintainya.

Apartemen merah itu pasti masih menjulang tinggi di sebelah timur. Begitu tinggi hingga ia harus pergi untuk mampu mengabaikan. Tapi sekarang, ia tidak akan mengabaikan apartemen itu lagi. Karena disana, ada seorang pria yang begitu dicintainya, yang menjadi tempatnya untuk kembali.

Leon.

Terima kasih karena mau menerimaku....

Cintamu yang tidak terlihat.

********

Yuuhuuu! Penutupan yang manis :'))) *at least menurutku* Gimana denganmu? 

Okay, jadi...kenapa bisa ada END dan FINAL
Sebenarnya, chapter dari sudut pandang Dahlia ini yang seharusnya menjadi END nya, sayangnya, aku nggak nyadar kalau ada chapter ini karena ku-save dengan awalan 'F'. Which is letaknya paling bawah banget bahkan sampai terbatasi sama extra chapter. Dan aku baru sadar pas mau upload extra chapter. Hehehehe ;) 

Anggap aja chapter ini semacam prolog gitu, soalnya 'kan nggak ada epilog, jadi nggak ada prolog. Semoga suka yaa ;) 

So, how's your day? Hope it's wonderful ;) 
Mine is kinda like a roller coaster. The one that definitely on the extreme list kind of roller coaster ;) Oh well, tired of screaming, I'd just try to enjoy it. More like....endure it :')))) Hope this ride'll end soon tho. Is there anyone on the same ride? :'p 


Anyway, enjoy your extra chapter ;) 
Aku up satu dulu yaa, nanti lagi satunya barengan sama teaser next work-ku. Adakah yang tertarik? Unjuk jari dong? Kalau tertarik komen apalagi nggak hahaha :p 

Have a nice reading, and have a nice day! 

VIE.Tjan

********

Unseen Love (SUDAH TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang