3. Hamil?

6.6K 433 2
                                        

Alunan gitar nan merdu kini semakin meresap di setiap telinga para pengunjung cafe, senar demi senar gitar kian beradu, bas dan dram ikut serta untuk mengalunkan musik, yang seolah menenangkan hati para jones dan para jomblo yg bersedih hati di malam minggu ini.

Tiga pria tampan itu, kini menjadi sorotan dari setiap mata. Apalagi sang vokalis, bisa di bilang pria yang paling tampan di antara dua sahabatnya ini, Aliando.

Perlahan Ali menarik mix mendekat padanya. Suara indah pasti akan segera menghipnotis para pengunjung.

🎶 Has been a long time
Looking for the one
And then i found
That inside you

Benar saja, suara merdu Ali sukses membuat semua pengunjung menatapnya takjub. Bukan hanya tamu tapi lihatlah di sudut cafe Reinbow ini. Dapat terlihat jelas ada pria berwibawa tengah bercakap ria denga Kevin selaku kakak Verel. Pria itu adalah produser dari 'The Freaks' band Ali, Verel dan Tejay. Bisa di bilang band ini sedang persiapan menuju rekaman.

Tap tap tap..

Deru langkah dari gesekan hils semakin gencar mendekati panggung. badan mungil berbalut leging dan kaos kebesaran, rambut tergerai tak lupa perut yang terlihat membuncit.

🎶 In your pretty eyes
I feel my home
Cause you are
The most beautifful soul to me

Ali terus bernyanyi dengan mata terpejam, ia meresapi setiap nada dan lirik lagu yang telah ia ciptakan ini.

PLAAKKK..

Mata Ali memlebar sempurna, lantas berdiri dari duduknya. Ia menatap tajam gadis yang tadi sudah lancang menampar pipinya. Bukan hanya Ali, kedua sahabatnya dan semua orang kini menatap panggung dengan tatapan syok dan penuh tanya.

"ALI! KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB! KAMU HARUS NIKAHIN AKU SECEPETNYA. AKU GAK MAU TAU! LIAT INI? AKU LAGI HAMIL, NGIDAM. TAPI KMU MALAH SELINGKUH DAN ENAK-ENAKAN NYANYI DI SINI? PRIA MACAM APA KAMU HAH!" Pekik gadis itu di depan wajah ali sembari menjiwir telinga kanan ali.

Mata Ali memerah akibat menahan emosi, tangannya mencoba melepaskan jiwiran wanita ini di telinganya.

"PRILLY! Lo udah gila hah! lepas!"teriak Ali sembari mencoba melepaskan tangan Prilly. 

Ya, gadis aneh yang mengaku tengah mengandung ini adalah Prilly. Tangan Prilly semakin mengeraskan cekalannya di telinga Ali.

"Pulang Ali!" Pekik Prilly lagi.

Brakk..

"MEMALUKAN!, mana mungkin saya akan merilis lagu band kalian kalo band kalian bikin malu kaya gini!." Kata pria di ujung sana. "Saya batalkan semuanya saat ini juga. Dan kamu Ali, jangan membuat drajat pria turun di depan semua orang, bawa istri kamu pulang sekarang!. Buat malu saja!."sentak seorang pria baya, pak Dani produsen band Ali. Beliau pergi meninggalkan cafe ini setelah menggebrak meja.

Verel yang geram pun akhirnya angkat tangan. Ia menepis tangan Prilly yang masih menempel di telinga Ali, di tepis dengan kasarnya.

Ali langsung menarik tangan Prilly keluar dari cafe. Hal ini membuat Mila dan Gritte saling melempar tatapan. Gritte menghentikan rekaman videonya lantas menyusul Prilly.

***

"Lo. Apa-apaan si Pril, Bikin malu tau gak! Lo lihat tadi hah. Gara-gara lo gue jadi gagal ngerilis lagu! Lo tega hancurin cita-cita gue? Lo tega musnahin impian sahabat-sahabat gue? Di mana otak lo hah!."sentak Ali dengan segala emosi yang ada. Rasanya Ali ingin menghantamkan kepalanya agar rasa panas itu meledak seketika.

Prilly menunduk sambil terisak. Ia tau ia salah tapi ia tak ada niat untuk menghancurkan impian Ali dan temannya. Prilly hanya inginbalas dendam atas perlakuan Ali di sekolah dan postingannya yang membuat Prilly geram serta menjengkelkan. Bahkan Prilly tidak tau jika tadi adalah kesempatan Ali untuk meraih mimpinya.

Tapi apa Ali tau? Prilly hanya gadis lemah yang tidak suka di bentak-bentak. Sejak sepeninggal Bundanya enam bulan lalu, Prilly kini hanya tinggal sendirian di jakarta, Ayahnya berada jauh di Jepang.

Ya, semenjak kepergian bunda nya, ayah Prilly berubah jadi typical pria sibuk dan beliau jarang memberi kabar pada Prilly. Jika Prilly merengek ataupun manja, beliau justru mengabaikannya atau membentaknya. Tidak seperti dulu yang selalu lemah lembut. Mungkin beliau masih butuh waktu sendiri. Bisa jadi, masih tidak terima atas kepergian sang istri. Oleh sebab itu Prilly paling rapuh saat dibentak-bentak dan takut jika menghadapi pria kasar.

"Li, lo jangan kasar juga. Dia cewek."ujar tejay yang mengikuti keduanya ke parkiran cafe. Ali menatapnya heran.

"Udah lah. Kita gak apa-apa kok, mungkin sekarang belum saatnya buat kita bisa terkenal." verel tersenyum miris, sedikit meredakan emosi Ali.

Ali menatap Prilly tajam.

"Candaan lo, SAMPAH!"umpat Ali lantas pergi menaiki motor nya.

Verel dan Tejay melirik satu sama lain dan langsung melirik Prilly yang masih menangis. Tak lama Mila serta Gritte menghampiri Prilly dan memeluknya.

"Pril, jangan di pikirin ucapan Ali, ya. Dia gak ada maksud buat bikin lo nangis kaya gini. Gue yakin dia cuma lagi kalut dan kecewa aja sekarang."ujar Tejay dengan lembutnya, mengelus pundak Prilly, sungguh Tejay tak suka melihat wanita menangis.

"Maaf Jay, gue cuma.. gue.. gue gak ada niatan bikin kalian jadi kaya gini. Maaf gara-gara gue kalian hiks.. jadi gagal." Tutur Prilly dengan suara yang bergetar.

"Udah gak apa-apa, lain kali kalo lo mau kerjain kita harusnya lo pikir matang-matang dulu ya."sindir Verel halus dengan candaan. Sekilas ia menatap Mila yang kini merangkul bahu Prilly.

Prilly tersenyum tipis dalam tangisnya.

"Yaudah kita cabut ya. Udah malem juga, gak baik cewek hamil keluyuran malam-malam."pamit Tejay yang di iringi kekehan Verel.

Ketiga gadis itu langsung meringis melihat perut buncit Prilly yang berisikan bantal dan ikut mengangguk tanda setuju.

***

Senin pagi.

Saat Prilly tengah berjalan di lorong sekolah hendak menuju kelasnya, entah mengapa suasana sekolah masih sangat sepi dan sunyi. Apa Prilly pergi ke sekolah terlalu pagi?.  Mata Prilly terus menyusuri segala arah, ia merasakan bulu kuduknya berdiri.

Tiba-tiba ada tangan kekar yang membekap mulut nya, tangan Prilly terkunci karna orang itu menahan brontakannya dengan kuat.

"Emmm.."teriak Prilly tertahan, mata Prilly memerah menahan tangis. Ia takut, sangat takut, ia hanya bisa diam dan membiarkan seseorang itu terus menyeretnya ke arah tempat yang sangat terlihat gelap, Gudang.

Prilly semakin berontak namun tetap saja kekuatan pria ini sangatlah kuat.

Brakk..

Mata Prilly membulat sempurna kala mendapati wajah pria itu.

***

First LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang