18. First Kiss

5.9K 345 5
                                        

Seusai makan bersama rasya, prily langsung membereskan kotak makannya. Sedangkan rasya sudah pergi, karna ia ada urusan di sekolah prilly. Apalagi jika bukan urusan pertandingan basket.

Prilly berjalan meninggalkan halaman belakang sekolah namun,

"Pril.."
seseorang mencekal tangan prily.

"A..ali?"prilly syok dan heran kenapa ali bisa ada di balik dinding ini? Dinding yang sangat dekat dengan taman.

"Sejak kapan lo ada di sini?"tanya prilly, kenapa ali hanya diam menatapnya dengan tatapan kesal?

"Dari ta.. emm, maksudnya barusan. Sekarang lo harus ikut gue!"ali menarik tangan prilly.

"Eh..eh.. mau kemana"

"Ikut aja gak usah banyak tanya"

*♡*

Toilet pria*

Ali mengunci pintu toilet setelah memaksa prilly masuk ke dalamnya. Dengan gerak cepat ali langsung melepaskan kancing seragamnya.

"Lo..lo mau apa li? Lo gak mau macem-macemkan? Kenapa lo bawa gue ke toilet cowok?"

"Lo juga ngapain hah buka2 baju di depan gue"prilly mendelik menatap tubuh sispek ali yang hanya tertutupi kaos oblong tipis.

Perlahan prilly menelan salivanya menatap ali.

"nih.."ali menyerahkan seragam putihnya pada prilly, terlihat seperti melemparnya pada wajah prilly

"Maksud lo?"pekik prilly

"Bersihin baju gue yang di bagian sudut tangan kanan!"jawab ali dingin, ali benar-benar terbakar api cemburu. Dan sukses membuatnya bersifat Arogan.

"Apa yang harus di bersihin, baju lo bersih gini, lo mau ngerjain gue? Iya!"

Prilly terus menelisir setiap sudut baju ali, namun hasilnya tetap sama, bahkan sedikitpun tidak ada jejak noda di sana.

"Baju gue ketumpahan jus, sekarang gantian lo yang harus bersihin baju gue. Anggap aja lo balas kebaikan nyokap gue kemaren!"jelas ali datar.

Prilly menatap ali tajam.
Apa maksudnya? Balas budi kah?.

"Gue kan gak numpahin jus di baju lo, ja.."

"Gak usah protes! Atau gue bakal ngelakuin sesuatu sama lo sekarang juga"cetus ali mengancam prilly

Prilly semakin geram, ia mencium baju ali, tidak terlihat ada noda jus ataupun bau jus, apa ali sudah gila? Lagipula kenapa ia seenaknya mengancam prilly? Dan siapa juga yang mau menumpahkan air jus yang sudah mereka beli ke seragam pria aneh seperti ali?. Mau tak mau prilly langsung mengucek baju ali.

"Yang bersih"celetuk ali memperhatikan wajah prilly yang sangat lucu ketika sedang menahan amarah .

"IYA!"jawab prilly ketus. Prilly langsung mengucek baju ali lagi dengan kasar.

"Pake perasaan nyucinya pil! lo kira dia gak kesakitan apa, kalo lo cuci dia sekasar itu"protes ali sembari menyilangkan tangannya di dada.

Prilly menahan rasa emosinya, ia malas untuk membalas ocehan ali, prilly memelankan kucekannya lalu mengambil sabun yang tersedia di atas keran.

"Sabunnya dikit aja, gue gak mau kalo pas gue lewat nanti orang-orang ngira kalo gue abis nyuci piring gara-gara badan gue bau sabun karna ulah lo"tambah ali masih dengan nada dingin.

Nafas prilly semakin memburu menahan kekesalan di upuk hatinya. Prilly menyalakan keran dan membasuh baju ali yang ia sabuni sedikit bahkan persis seperti upil, sama dengan panggilannya dari ali.

First LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang