"Hahaha, duh gemes banget si muka lo pil, badan segede upil! muka juga ikut ngondisiin banget buletnya.. segede upil hahahahaa..."
Tawa ali menggelegar seketika, sungguh geli memandang wajah prilly.
Salah! Lebih tepatnya ali memandang video rekaman beberapa hari lalu di gudang sekolah.
Lihatlah! Liburan sore ini, ali terus saja tiduran di atas king sizenya sembari terus memandangi handicam dan tertawa terpingkal.
"Lucu kali ya kalo waktu itu gue cium dia? Pasti dia langsung ngejerit lari-lari ke tengah lapangan sambil nangis hahahaha"ceplos ali yang membayangkan bibir mungil prilly
"Ishh? Ko gue jadi mikir ke situ ya? Gue rasa ada yg gak beres sama otak gue. Yakali, gue? Ihh ogah"dengus ali kesal mengingat perkataannya barusan.
Ali langsung bangkit dari tidurnya lantas mengambil jaket merahnya.
Ia berlari menemui resi di dapur.
"Ma, ali pamit yaa, mau maen bentar, assalamualaikum"Pamit ali lalu mencium tangannya.
"Iya sayang, Jangan malem-malem pulangnya, inget besok kamu harus sekolah jangan bolos mulu! Waalaikumsalam"
"Hehe iya mah.."cengir ali dan berlalu pergi.
Ia memanaskan motornya, lalu memandang rumah prilly yg letaknya di samping.
Mereka tetanggaan, bahkan kedua orang tua mereka sahabatan semenjak kecil. Tapi mengapa ali & prilly seperti tom and jerry?
"Kayaknya si upil lagi pergi deh, tumben gue belum ngedenger suara dia yg kaya toa?"gumam ali sebelum memajukan motornya.
🍃🍃🌹🍃🍃
Di taman kota yang letaknya tak jauh dari rumahnya, prilly memesan esqrim di tukang esqrim keliling.
"Mas, esqrim rasa strowberi ya satu"
"Iya neng, bentaran ya, nah ini"sahut si penjual yang tak lama memberikan pesanannya pada prilly
"Ah makasih mas, kembaliannya ambil aja"antusias prilly memandangi esqrim itu dgn tatapan sadis
"Kembalian apa? Cuma lebih lima ratus perak doang juga"hela si penjual namun tak prilly hiraukan.
Sepertinya prilly sudah tak peduli dengan yang lain. asalkan ia bisa menikmati esqrim saja ia sudah merasa dunia hanya miliknya.
"Emmm, manisnyaaaa"prilly menjilati esqrim itu dan ia memilih duduk di kursi taman. Prilly terus menikmati esqrim favoritnya hingga tak menyadari seseorang yg sudah duduk di sebelahnya itu.
"Manis ya?"tanya pria itu. Mata nya memperhatikan cara makan prilly yg bisa di bilang mirip anak kecil.
"Iyaa, bangett! Emmm"jawabnya yg terus melanjutkan aktivitas menghabisi esqrim. Ia bahkan tak sempat menoleh pada si penanya.
"Manisan mana sama muka gue?"
Suara itu membuat prilly tersentak kaget.
Prilly langsung berdiri dari duduknya, prilly menatap mata pria itu dgn tatapan penuh emosi. Sepertinya prilly sangat benci!
"Lo? Lo ngapain di sini hah? Lo mau ketawain gue lagi, iya? Lo kenapa sih gak ada kapok-kapoknya ngerjain gue! Salah gue apa hah. Jangan ikutin gue, jangan deketin gue! Gue empet tau gak sama lo"
Prilly memarahinya sambil menunjuk wajah pria itu yg masih diam tak bergeming di tempatnya. Prilly tak menyadari jika esqrim yg ia pegang tadi kini sudah jatuh terjun pada rumput taman.
Namun yang di marahi hanya tersenyum gemas.
"Kyaaaaa.. esqrim gue"jeritnya nyaring membuat pria yg tadi menatap prilly heran kini menutup telinganya.
Mata prilly memerah hendak menangis, ia menghentakan kakinya ke atas rumput layaknya anak kecil yg merengek minta uang jajan.
"Heh bocah! Berisik napa!"umpatnya kesal, tapi ia sangat ingin tertawa melihat tingkah kanak-kanak prilly yg berbeda jauh dari prilly yg selalu menantangnya di sekolah.
"Huaaaaa! Lo HARUS TANGGUNG JAWAB ALI..!!"lantang prilly membuat pengunjung taman menatap ali sinis.
"Yaampun, pasti cwe nya hamil terus cwonya gak mau tanggung jawab?"
"Ishh kasian banget, padahal cwenya cantik tapi kenapa cwonya gak mau tanggung jawab, padahal mereka masih kecil loh?"
"Pria macam apa itu? Berani berbuat gak mau tanggung jawab"
Itu lah perkataan yg membuat ali geram. Ya ali mendengar semua perkataan dari pengunjung taman.
Harusnya ali urungkan niatnya tadi. Dan harusnya ali pergi ke rumah verel tapi saat motornya melewati taman.
Ali tak sengaja melihat prilly berjalan sambil sibuk memakan esqrim. Hingga timbul pikiran jahat ali untuk mengerjai prilly lagi.
Sepertinya mengganggu prilly adalah hobby ali dari kecil.
"Isshh berisik, yaudah ayo.. ayo.. gue bakal tanggung jawab ayo"lerai ali membungkam bibir prilly menggunakan tangannya.
Ali menyeret prilly menuju tukang esqrim keliling tadi.
🍃🌹🍃
"Thanks ya, eh sering-sering juga beliin gue esqrim kaya gini"tutur prilly yg terus fokus menyantap esqrimnya yangg ke 5x
Ali menahan tawanya melihat sifat asli prilly. Prilly yg sok cantik dan sok penguasa itu ternyata tak jauh dengan sifat bocah.
"Heh upil! Kalo makan tuh pelan-pelan"sahut ali, tangannya menyentuh sudut bibir prilly yang belepotan oleh esqrim.
Ali menyadari prilly tak memberontak akan sentuhannya pun kini mencoba mengalihkan matanya pada wajah cantik prilly. Ya mata hazel dan mata elang itu kini kembali bertemu untuk yg ke dua kalinya.
DEGH
Jantung prilly terasa berdetak lebih kencang, rasa yg aneh itu kembali menyerang prilly.
Dan prilly tak tau apa yg terjadi pada dirinya?
"So..sory"
Suara briton ali membuat prilly tersadar. Ia harus bungkam! Agar ia tak terlihat gagap lagi seperti di gudang tadi pagi.
Prilly juga harus menetralkan deru nafasnya agar ali tak melihat tubuh prilly yg sedang gemetar.
Langkahnya pun seakan tercekat tak mampu berlari. Yang prilly tau, matanya takan pernah bisa berbohong jika ia sangat mendambakan tatapan dari mata elang ali yg menghipnotisnya.
Prilly tersenyum salah tingkah
"Gue gak cemong lagi kan? Gue masih cantik kan? Hehe"elak prilly menyembunyikan rasa gugupnya.
Entahlah, jika mata itu kembali menatap matanya, prilly selalu saja tak bisa berkutik
"Iya, lo masih jelek! Hahahaha"ali tertawa terpingkal lagi.
Harus ali akui bahwa ia juga merasakan hal yg sama dengann prilly.
Prilly hanya memutar bola matanya jengah akan sikaf tengil ali.
"Dasar tengil! Minggir gue mau pulang"prilly bangkit namun tangannya di cekal oleh ali.
"Apa lagi sih ngil?"sahut prilly sembari menatap cekalan ali.
"Emm, engg, anu.. itu.. temenin gue makan bakso yu pil?"mendengar ucapan ali prilly malah semakin kesal.
Sudah di tertawakan pula, dan sekarang malah seenak nya ali memanggil prilly lagi dgn sebutan upil.
"Lo biss.."
"ah lamaa. Gue gak terima penolakan! Anggap aja ini bayaran lo karna udah nguras isi dompet gue buat beli lima esqrim tadi."cetus ali langsung menarik prilly menuju motor gedenya.
"Ah sial! Gara-gara esqrim"cetus prilly pelan
🍃🌹🍃
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love
Humor-Bila bibirku terus bungkam, bila langkahku terhenti, dan bila nafasku terkunci, percayalah mata ini tak pernah lepas untuk mencari kemana pun kamu pergi- ~♡~ "Hahaha gak usah makan lo mah pil! Badan udah segede upil nga...
