37. Kamu dimana?.

4.5K 426 29
                                        

"Semalam, om kamu pulang jam berapa?"

Prilly mengerejapkan pandangannya, pikirannya yang entah ada dimana kini kembali ke asal. "Hah, apa Sya?."

Rassya tersenyum, ia tetap fokus mengemudikan mobil.

"Om kamu pulang jam berapa?"

"Oh, emm.. kayaknya sekitar jam sebelas malam. Kenapa?"

"Dia gak curiga kan?"

"Engga."

Rassya menganggukan kepalanya, suasana menjadi hening kembali. Hingga suara panggilan di ponsel Rassya mengejutkan keduanya.

Pria ini menepikan mobil dan segera menerima panggilan.

Prilly tetap diam, perasaan aneh itu semakin menggerogoti pikiran dan hatinya. "Udah sore gini, kenapa Ali belum ngasih kabar, harusnya kan sekarang dia udah kasih tau apa yang harus aku lakuin sebelum sampe ke studio. Sebenarnya apa rencana dia?"batinnya bergumam.

"Oh di cansel ya pak? Yaudah, terimakasih."jawab Rassya pada ponselnya.

"Kenapa, Sya?."

"Maaf sayang, tadi pak Arkan hubungi aku kalo acara manggung hari ini di undur jadi minggu depan. Kamu gak apa-apakan kalo kita langsung pulang?"

Catatan, Rassya tidak tau jika Arkan adalah Om Prilly.

"I..iya pulang aja."ujar Prilly dengan perasaan yang semakin tidak tenang. "Kalo acaranya di undur, terus rencana Ali gimana?"pikirnya kembali menerawang.

Rassya tersenyum lalu mengusap pucuk kepala Prilly dengan sayang. "Aku janji. Satu minggu lagi, aku akan kenalin kamu sebagai pacar aku di depan semua orang. Dan aku udah siapin kejutan buat kamu."

"Apa lagi ini? Kenapa makin ribet sih! Ali aku harus apa?"batin Prilly.

"Prilly, sayang?."sahut Rassya sambil mencubit pipi Prilly.

"Ah, iya kenapa?"

"Jangan ngelamun. Kita pulang ya."

"Oke.."

"Aku sayang kamu, Pril.."

"Aku tau.."

***

Prilly mengetuk dan menekan bel di rumah Ali. Rumah ini terlihat sangat sepi. Lampu rumahnya padam, tak ada cahaya meskipun sudah malam hari.

"Ck, ni anak kemana sih. Di hubungi gak pernah di respon, di samperin ke rumah gak ada, di studio apalagi."

"Calon mertua juga kemana kali pake ikut-ikutan ngilang!."

Prilly tercengir kuda mendengar ucapannya yang terakhir. Ia berbalik lalu berjalan pelan menuju rumahnya.

"Apa tadi?"

"Calon mertua?"

"Hahahaha.."

"Anak bunda udah genit nih bund, masa Prilly manggil sahabat bunda pake sebutan calon mertua."tawanya terdengar lirih.

"Duh.. hahaha.. kaya nya Prilly ketularan penyakit Ali yang gak waras nih, bun."

Prilly berhenti tepat di pekarangan rumahnya, tiba-tiba bayangan itu muncul di depannya.

Bayangan satu tahun lalu, ketika bundanya masih di sini. Ia dan dua malaikat yang sangat ia cintai tengah tertawa bahagia di taman rumahnya ini.

First LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang