10. Teman baru?

5.1K 363 0
                                        

"Lo kenapa si li? Kenapa maen lo jadi ancur gini hah! Kita ketinggalan banyak poin! Kita bisa kalah, dimana ali yg gw kenal? Kenapa jadi cemen gini sih"sentak verel memarahi ali,

Verel heran kenapa ali tidak fokus pada pertandingan basket ini? Apa yg terjadi pada ali? Kenapa ia bisa seburuk ini?.

"Kalo lo ada masalah! Please, jangan bawa ke lapangan ini li, kita lagi tanding antar sekolah bukan lagi main-main, ini kompetisi li, lo gak mau ngecewain sekalahan kita kan?"ujar tejay lebih halus dari verel.

Ali tau pasti ali sedang banyak masalah.

"Oke oke, gw usahain. Yo.. yo.. kita fokus bentar lagi waktu istirahat abis"sahut ali sedikit kecewa pada dirinya sendiri.

Teeng 
Pertandingan di mulai lagi.

"Lo kemana pil? Kenapa gw jadi ga
semangat gini ya?"ali celingukan matanya menelusuri setiap bangku penonton, ya ali sangat membutuhkan prilly, entah kenapa ali sangat menginginkan musuhnya ada di sini.

Disini memberi support untuknya.

🍃🍃🌹🍃🍃

Di kantin*

"Pril? Lo ga mau ngerjain si ali lagi? Kita udah lama loh gak ngejailin geng rusuh itu!"celoteh grite sambil menyeruput jus orange.

"Iya, lo bukannya masih kesel ya gara-gara dia ngecengin kandungan lo?"ujar mila, ya mila memang bisa di sebut si lola.

Peletak
"Jaga ya omongan lo! Gue ga ngandung anaknya ali! Dan gue gak hamil, titik! Jadi plis lo jangan bicara yg macem-macem sebelum orang lain tau!"omel prilly yg sukses menggetok jidat mila menggunakan sendok.

"Awss sakit pele! Lagian gpp sih kalo mereka tau juga"celetuk mila yg masih tak menjalur

"Hhhhhh, lo tuh kalo ngmong di pikir dulu ke! Gue belum nikah dan gue belum hamil anak ali,, eghhh lama-lama gue telen juga lu mil"

Melihat prilly seperti itu rasanya gritte sangat gemas, apalagi mila sangat sulit di ajak kompromi.

"Kalo belum? berarti lo mau dong pril ngandung anak aa.. emppt"

Sebelum mila meneruskan bicaranya gritte langsung membekap mulut mila, bisa ngamuk kan prilly kalo mila terus ngoceh memancing emosi prilly.

"Huhh sabar sabar"prilly mengelus dadanya menanggapi gritte yg tengah tercengir kuda sembari membekap mulut mila,

🍃🍃🌹🍃🍃

Pertandingan telah selesai, untung saja sekolah ali menjadi juara, ya meskipun ada keganjalan dalam hati ali tapi ali berusaha sekuatnya demi membanggakan sang mama & sekolahnya.

Ia juga tak mau mengecewakan teman-temannya apa lagi ali adalah kapten basket terhandal di sekolah ini.

"Selamat ya, gue suka cara main lo, oh iya gue Rasya, kapten basket dari SMK Rembulan"sahut pria yg bernama rasya, ia memperkenalkan diri pada ali yg tengah bertos ria dengan sahabatnya,

"Ohh, thanks ya, gue juga suka cara main kalian. Lain kali kita tanding lagi ya haha, eh gue aliando. Panggil ali aja"jawab ali ramah dan menjabat tangan rassya,

"Ahaha oke li, gw duluan ya, aus nih pengen ke kantin"

"Eh bareng aja, gw telaktir deh buat tanda perkenalan kita"ajak ali penuh semangat

"Emm, boleh deh"ucap rasya lalu ali mengajak sahabatnya juga menuju kantin

🍃🍃🌹🍃🍃

Di koridor sekolah**

"Hahaha, oke oke kalian emang imut, cantik bahkan kalian mempesona, cuma sayangnya kalian itu terlalu lemot sampe lemotanya itu mengalahkan kecantikan kalian.. Hahhahahaa,,"prilly terus berjalan sembari tertawa karna menjahili mila & grite, ia terus berjalan namun matanya tetap fokus menatap wajah kedua sahabatnya yg sangat menggemaskan itu,

First LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang