13. Perhatian.

4.7K 357 1
                                        

"Lo kemana ngil? Entah kenapa gue kangen liat mata indah itu"batin prilly.

Ia duduk di kursi taman, kursi yg kemarin sempat membuatnya enggan berlalu. 
Matanya celingkuan mencari keberadaan ali.

Prilly tidak mengetahui keadaan ali yg masih babak belur, ia hanya duduk di taman sembari mendengarkan musik, ya seperti biasa. Tapi prilly merasa ada yg kurang, di mana ali?
Entahlah, apa yg terjadi pada prilly mengapa ia sangat mencemaskan musuhnya itu.

"Hey?"
Seseorang duduk di samping prilly

"Ali?"gumam prilly. Kepalanya mendongkak menatap pria itu.

Ternyata prilly salah orang,

"Ali? Emm gue rassya, lo masih inget gue kan? Kapten basket SMA Rembulan"

"Ohh ya.. sory gue kira,, eh kenapa lo ada di sini? Lo bolos ya?"heran prilly menyembunyikan kegugupannya,

"Itu, tadi gue abis nolongin ali tadi dia..."

"Si tengil kenapa?"potong prilly, wajahnya berubah jadi cemas ketika mendengar nama itu,

Rasya melongo melihat respon prilly, yang ia tau prilly itu sangat membenci ali. Dan ali bilang jika keduanya sudah bermusuhan sejak kecil.

Tapi kenapa prilly sangat menghawatirkan ali?

Melihat rasya hanya diam, prilly langsung mengerti.

"maksudnya, Ali kenapa?"gumam prilly lagi. Ia merendahkan nada suaranya

"Tadi ali di begal, dia babak belur untung aja gur dateng terus.."

"Sekarang dia dimana?"potong prilly lagi, entahlah sepertinya prilly benci pria yg bertele, lagipula kenapa rasya seperti ingin di sebut pahlawan?

"Di klinik, sekarang dia udah..yah pergi"ujar rasya namun ia menghela nafasnya ketika prilly pergi dengan berlari begitu saja.

"Kenapa dia hawatir banget?"batinnya menatap punggung prilly.

🌹🌹

"Ceroboh banget si jadi cwo! Dia laki apa banci sih sebenernya! Kena begal malah diem aja"grutu prilly sepanjang koridor.

Ia mempercepat laju jalannya. Namun prilly memutar matanya jengah ketika melihat gritte & mila berlarian menghampiri prilly. Pasti mereka akan menghambat niatnya.

"Pril.. pril.. gue denger ali lagi di rawat di klinik sekolah ini. Katanya dia di keroyok begal"ujar gritte tanpa jeda.

"Iya pril, itu berati lo harus ati-ati kalo pulang sekolah sendiri. Takutnya nanti malah lo yang kena tilang, eh begal. Apalagi lo kan jones jadi gue takut kalo nanti mereka nyulik elo"tambah mila membuat prilly semakin kesal karna menyembutnya dengan embel-embel *jones*

"Udahh kalian tenang aja! Sekarang mending kalian balik ke kelas sana! tadi udah bel. Gue nyusul nanti sekarang gue masih ada urusan"cetus prilly kemudian meninggalkan kedua sahabatnya.

"Loh? Prilly kenapa jadi jutek gitu? Salah kita apa?"gumam mila

"Salah nya, kenapa lo lemot! Udah tau dia ada urusan. Kenapa kita malah halangin dia. Udah keliatan mukanya serius gitu, pake acara nyebut jones segala lagi. Kaya sendirinya bukan jones aja!"tutur grite dgn nada gemas pada mila.

Gritte pergi meninggalkan mila sendiri.

"Emang gue lola ya? Salahnya dimana? Prilly kan emang gak pernah pacaran?"milla mengetuk2 kepalanya menggunakan jari.

First LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang