Prilly menatap layar ponselnya dengan bingung. Banyak sekali foto candid Ali di negri sakura. Bahkan ada pula seorang wartawan yang diam-diam mengikuti Ali ke luar negri.
"Bukan, Ali perginya gak bawa manager sama asisten, ya?."
"Kok, mereka bisa tau kalo Ali pergi keluar Negri?."
"Ali kenapa gak ngasih tau kalo dia lagi di Jepang?"
"Tau gitu gue ikut."
"Prilly kangen.. Ayah.."
Air matanya membendung. Prilly benar-benar rindu sosok itu. Pria nomor satu yang ia cintai, Rizal.
"OYY!"
Prilly terperanjat kaget melihat Mila dan Gritte sudah duduk di tempatnya. Dua sahabatnya ini masih belum mengetahui fakta Ali dan Prilly yang sebenarnya.
"Kenapa, Pril?"tanya Mila.
Prilly gelagapan menghapus air di sudut kelopak matanya. "E..engga ada apa-apa."
"Tadi di ajak ke kantin nolak, taunya cuma mau ngestalk. Kepoin IG siapa sih? Rajin amat dari tadi."
Prilly tercengir mendengar ucapan Gritte. "Bukan siapa-siapa kok, Te."
Tiba-tiba Gritte merebut ponsel Prilly hingga membuat Prilly terpekik kaget. "Balikin, Ite!."
"Oooo.. Artis yang lagi naik daun ya? Kirain siapa."sinisnya Gritte sambil memberikan kembali ponsel Prilly.
"Siapa? Ali?"
Gritte menganggukan kepalanya meng-iyakan pertanyaan Mila.
"Gue kangen, Te. kemarin dia bilang mau balik sekarang, tapi dia masih belum balik juga."lirih Prilly.
"Perhatian banget sama, mantan."celetuk Mila.
"Kaya yang engga aja lo!"sindir Grite
"Siapa? Gue? Gue gak punya mantan ya, sorry.."
"Halah! Sok-sokan gak punya mantan. Kemarin siapa yang ketemuan sama Kevin di taman komplek? Siapa, huh?."
"Hehehe.." Mila tercengir mendengar perkataan Gritte yang memang benar adanya.
Prilly melirik ke kiri dan ke kanan, menatap dua gadis yang terus beradu aregumen, bibirnya manyun lalu menampilkan wajah cemberut. "Kalian selalu abaikan gue yang ada di sini.. dedek patah hati, hiks.."
"Uluu, cupcupcup. Piyi ku jangan nangis." Tangan Mila memeluk Prilly.
"Ughh.. kasian banget anak orang nangis.. cini peyuk-peyuk."Gritte ikut memeluk keduanya.
***
Dua hari kemudian..
"Prilly, sayang."
"Hem? Apa, Sya?."
Prilly mengalihkan pandangannya pada Rassya, pria itu masih fokus mengendarai mobil. Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju studio besar milik Arkan. Prilly merasa dejavu. Malam ini pula detik-detik yang mereka tunggu sejak satu minggu yang lalu.
"Kamu ngelamun mulu, lagi mikirin apa?"
Prilly tersenyum kaku. "Gak ada. Cuma lagi mikirin kejutan apa yang mau kamu kasih aja. Hehe.."
"Tenang aja, yang jelas kamu pasti suka."ucap Rassya tulus namun benar-benar fokus menatap jalan.
Prilly membuang mukanya pada jendela mobil. Ia berdecak kesal. "Kejutan apapun itu, karena faktanya lo gak akan pernah bisa ubah mood gue yang lagi ancur, Sya!."batinnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love
Humor-Bila bibirku terus bungkam, bila langkahku terhenti, dan bila nafasku terkunci, percayalah mata ini tak pernah lepas untuk mencari kemana pun kamu pergi- ~♡~ "Hahaha gak usah makan lo mah pil! Badan udah segede upil nga...
