Pagi-pagi sekali personil band The Freaks sudah bersiap-siap di ruang ganti. Seperti yang Ali ingatkan pada Verel dan Tejay jika pagi ini mereka akan tampil di Inbox.
Seperti yang Manda ucapkan juga, ia ikut dispen untuk menemani Ali manggung.
"Li, udah siap belum?"tanya Verel
"Udah. Tejay dimana?"
"Toilet. Biasa, resleting celananya rusak."
"Hah.. kok bisa?"
"Lo kayak gak tau dia aja! Perutnya kan makin buncit. Kebanyakan makan!"
plak!
"Sial lo! Gue abis pipis malah di kira buncit. Gak liat perut gue sesispek ini hah?"
Umpat Tejay yang tiba-tiba muncul dari belakang Verel. Ali dan Manda tertawa puas. Tak lama Band Ali di minta tampil.
Manda menunggu di tempat penonton. Ia semakin berbinar saat Ali sudah mulai bernyanyi.
Band ini tampil dengan memukau. Ali menyanyikan lagu berjudul Love You All The Way.
Ya, lagu ini, lagu yang Prilly kirim pada Arkan beberapa bulan lalu sebelum Ali setenar sekarang.
Saat telah selesai, band Ali turun di iringi jerit histeris dari seluruh penonton.
Pembawa acara kembali memanggil bintang tamu.
Ali yang akan menuruni anak tangga terakhir tiba-tiba tubuhnya oleng karena senggolan dari seseorang, namun ia segera di bantu oleh teman-temannya.
"Dasar norak!."
Ali menatap tajam seorang vokalis yang tadi mendorong bahunya. Sedetik kemudian senyumnya melebar ketika tau itu adalah Rassya. "Oh.. Hay, Rayap meja? Manggung juga ya?"
Rassya yang menabrak bahu Ali langsung menggeram kesal. Kalau bukan karena panggilan dari atas panggung mungkin ia akan segera membogem wajah Ali. Ia dan temannya memilih naik dan tampil dengan maksimal.
***
Ali dan yang lain sudah kembali ke sekolah. Tepat di jam istirahat pertama. Ketiganya berkumpul di taman belakang sekolah untuk beristirahat sejenak seperti biasa.
"Gosip lo ini semakin menyebar Li, padahal kita masih baru di dunia entertain. Tapi kenapa wartawan mau ya, ngurusin idup orang lain?."
Verel duduk di depan Ali sambil meminum es teh manis. Ia fokus membaca postingan wartawan di web.
"Itu pekerjaan dia, Rel. Hanya melalui ikut campur urusan orang lain, dia bisa punya uang buat biaya hidupnya."jelas Ali.
Ali berbaring di kursi kayu berukuran panjang langgananya. Tangannya ia gunakan sebagai bantal. Kakinya ia selojorkan membuat Verel dan Tejay harus lesehan di atas rumput. Ali mulai memejamkan mata. Rasanya Ali sangat lelah.
Tejay dan Verel mengangguk mengerti. "Itu ceritanya gimana, kok lo bisa ketemuan gitu sama Prilly? Sampe tonjok-tonjokan gitu? Siapa yang mulai?."tanya Tejay penasaran.
"Dia maksa Prilly buat makan esqrim. Gue gak suka cara dia yang nyuapin Prilly pake sendok bekas. Yaudah gue dorong aja mejanya sampe jatoh"jelas Ali enteng. Matanya tetap terpejam.
Tejay menganga terkejut. "Salut gue."
"Uihh.. lo narik Prilly di depan umum?"pekik Verel yang melihat video kejadian di Mall.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love
Humor-Bila bibirku terus bungkam, bila langkahku terhenti, dan bila nafasku terkunci, percayalah mata ini tak pernah lepas untuk mencari kemana pun kamu pergi- ~♡~ "Hahaha gak usah makan lo mah pil! Badan udah segede upil nga...
