28. Salam Perpisahan.

3.8K 363 27
                                        

Prilly duduk di balkon kamarnya. Menonton film kartun jepang di leptop kesayangannya dengan durasi panjang.

Di temani esqrim vanila dan angin sore yang sejuk.

Drett..

Mata hazel itu mengabaikan ponselnya. Ia mendongkakkan kepala untuk menatap balkon kamar tetangganya. Siapa lagi kalau bukan kamar Ali.

Prilly mengerejapkan matanya, pria itu tidak ada di sana. Aneh sekali Ali belum menghubunginya.

Lalu siapa yang menelponnya?. Dengan sigap Prilly langsung menepiskan cemilan yang menutupi ponselnya.

Matanya membulat saat mengetahui siapa penelpon tersebut dengan was-was ia segera menerima panggilannya.

"Hallo non?"

"Ya hallo, jadi gimana?"tanya Prilly sambil menggigit bibirnya menahan rasa penasaran.

"Mereka akhirnya menerima tawaran itu, mereka tetap hadir di acara talk show milik Om nona."

"Ahh.. akhirnya, Terimakasih paman sudah membantu Prilly."

"Ya, jangan sungkan untuk menghubungi ku lagi jika butuh bantuan nona."

"Pasti. Oh ya, jangan beritahu ayah soal ini."

Tutt..

Prilly mematikan sambungan telepon sambil tersenyum girang.

Prilly yakin Ali bahagia dengan usahanya ini, membantu Band Ali dan teman-temannya, memperbaiki kerusakan yang ia buat. Prilly yakin Ali pasti akan terkenal dan meraih cita-citanya dengan mudah.

"Yeyyyyy... Selamat Ali. Kamu pantas untuk ini."pekik Prilly sendirian memenuhi rumah sunyi ini.

"Eh, tapi kenapa kemarin dia sempat nolak tawarannya, ya?"

"Sebenarnya apa yang ada di pikiran Ali?. Kenapa sulit banget cuma tinggal nerima tawaran itu aja?."

"Toh mereka juga bakal dapat bayaran yang lumayan besar."

Prilly memanyunkan bibirnya. Ia gemas pada Ali.

Jika kalian tidak mengerti apa yang terjadi, biar author jelaskan sekarang.

Saat itu, ketika Prilly menyadari kesalahannya yang sudah membuat band Ali di blacklist. Ia langsung mengedit video band Ali yang tengah bernyanyi di atas panggung cafe milik Kevin.

Tentu, ia crop bagian yang paling menjijikan itu. Hal dimana ia melakukan kekonyolan, mengaku hamil dan meminta Ali menikahinya.

Ck. Prilly merutuki dirinya sendiri.

Jika bukan karena emosi dan terpengaruhi oleh ucapan Gritte dan Mila. Ogah Prilly melakukan itu.

"Bodoh banget sih, Pril!"umpat Prilly tertawa miris dan kembali mengingat kejadiannya secara rinci.

Tak bisa di pungkiri. Prilly di buat terkagum karena mendengar suara perpaduan yang sangat indah itu.

Iringan gitar, bas juga suara merdu milik Ali sangat pas di telinga bahkan hati setiap orang.

Prilly semakin menyesal karenanya.

Setelah selesai, ia segera menghubungi orang kepercayaan ayahnya. Ia memintanya untuk segera menemui Arkan, memberikan rekaman video itu.

Arkan sendiri merupakan pemegang saham besar di bidang acara talk show di salah satu televisi.

Tak perlu berurusan panjang kali lebar. Arkan selaku omnya pasti menuruti kemauan keponakan kesayangannya ini. Beliau juga sangat tertarik pada band Ali hingga dengan mudah ia bisa mencarikan manager untuk kelancaran jalannya band itu.

First LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang