Baekhyun melihat ke arah samping, pemandangan jalan yg begitu ramai, serta langit yg menunjukkan bahwa langit sedang bersedih karna menjatuhkan butiran butiran air. Baekhyun saat ini sedang di taxi setelah keluar dari ruangan chanyeol, ia berlari keluar. Menghiraukan teriakan luhan dan kyungsoo dibelakang nya. Sungguh hati nya seperti sedang disayat saat ini, perasaan sakit ketika orang yg dicintai nya menghina dirinya, dan menyakiti nya hingga membuat janin yg berada di perut baekhyun melemah. Belum cukup dengan itu, orang yg dicintai nya justru menyakiti nya lagi dengan bercumbu dengan orang yg sudah ingin mencelakai nya. Miris bukan?
Baekhyun mengikuti langit saat ini, buliran buliran air mata yg ia tahan sejak tadi akhir nya lolos dari mata indah nya. Ia merasakan nyeri di bagian dada nya, sebelumnya ia tidak pernah merasa selemah ini. Ia tidak pernah menangis seperti ini. Dan ia tidak pernah merasakan sakit seperti ini. Memang benar cinta itu menyakitkan. Perlakuan perlakuan chanyeol yg manis tiba tiba saja terulang di otak nya, chanyeol yg suka menggoda nya, chanyeol yg selalu membuat nya tertawa, chanyeol yg melindungi nya, chanyeol ketika sedang merajuk karna tidak mendapat morning kiss nya. Dan banyak hal lain nya, semua itu begitu manis. Namun menyakitkan.
Menyakitkan jika mengingat apa yg beberapa menit lalu dilihat baekhyun. Kenangan kenangan dari ia dijodohkan hingga saat ini terputar di otak nya, sedangkan sang supir taxi hanya bisa memberikan baekhyun tisu. Baekhyun menerima nya dan mengucapkan terimakasih. Tak lama ia pun sampai di tujuan nya. Baekhyun keluar dari taxi dengan berjalan lemas. Lalu memasuki sebuah bangunan, ia berjalan masuk yg disambut hormat oleh beberapa lelaki didepan pintu. Namun baekhyun tidak memperdulikan nya, ia tetap berjalan masuk. Sedangkan para lelaki yg menyambutnya mengerti jika ketua nya sedang dalam mood yg tidak baik. Ya, saat ini baekhyun sedang berada di DSM. karna baekhyun tidak tahu lagi kemana tujuan nya saat ini.
"Eoh baek?kau tidak memberitahu ku akan kesini" ucap kimsan yg dihiraukan oleh baekhyun. Baekhyun tetap berjalan dan duduk di sofa empuk nya. Lalu bersandar, dan memejamkan mata nya menahan sakit di kepala nya. Kimsan yg melihat itu pun duduk disamping nya.
"Ada apa baek?apa sesuatu terjadi?joy kabur?" Tanya kimsan yg mendapat jawaban gelengan kepala dari baekhyun.
"Ia bercumbu dengan sekretaris nya. Aku sedang hancur kimsan" jawab baekhyun datar. Tentu saja membuat kimsan melebarkan mata nya tidak percaya, bahwa ketua nya di sakiti oleh suami nya.
"Kau ingin aku memberinya pelajaran?" Tanya kimsan
"Tidak. Biarkan. Ini urusan ku. Dan urusan mu adalah..." baekhyun membuka mata nya dan menatap kimsan.
"Tutup DSM! Jangan ada keributan dulu, jangan membuat onar dulu, jangan biarkan luhan dan kyungsoo memasuki tempat ini untuk sementara dulu. Dan jangan membiarkan seseorang masuk kesini tanpa seizin ku!" Jelas baekhyun
"Mwo?untuk masalah keributan dan onar akan ku lakukan. Tapi tidak memberi akses pada luhan dan kyungsoo baek?apa kau bercanda?"
"Apa aku pernah bercanda?kau lupa aku pernah mematahkan tangan mu?kau kira saat ini aku bercanda?lakukan tugasmu kimsan. Aku sedang tidak ingin di ganggu. Anggota DSM masih bisa keluar masuk seperti biasa, namun aku tidak ingin terlalu ramai. Saat ini aku ingin sendiri dan tidak ada yg boleh mengganggu ku. Si-a-pa-pun. Itu!" Ucap baekhyun tegas dan penuh tekanan
"Baiklah baik. Tidak membuat onar, tidak membuat keributan. Tidak ada balap membalap. Tidak memberikan akses pada luhan dan kyungsoo. Apa itu saja nona baekhyun?" Tanya kimsan yg melihat baekhyun menutup mata nya kembali.
"Ya. Dan suruh orang untuk membersihkan kamarku" ucap baekhyun yg diangguki oleh kimsan dan kimsan pun pergi untuk menyuruh beberapa anak buahnya membersihkan kamar baekhyun. Ya, didalam gedung tersebut, terdapat beberapa kamar yg memang disediakan untuk mereka semua. Namun ada satu kamar besar milik baekhyun, baekhyun menyiapkan kamar itu agar ia bisa beristirahat jika terlalu lelah dengan perkelahian nya.
Baekhyun membuka mata nya dan menegakkan posisi duduknya, saat itu juga ia melihat jimin yg berkutat dengan laptop nya di depan sana. Baekhyun pun memanggil jimin untuk mendekat, yg dipanggil berjalan ke arah baekhyun dengan perasaan takut seperti biasa. Baekhyun menepuk sofa disebelah nya mengisyaratkan agar jimin duduk disamping nya.
"Ada apa baek?" Tanya jimin hati hati
"Tak apa. Apa kau sudah menguasai bela diri mu?"
"Ehm sudah sedikit sedikit" jawab jimin
"Hm. Bagus. BOGUM!" Teriak baekhyun. Yg dipanggil pun datang dengan wajah sedikit takut karna ketua nya memanggil nya.
"Ya baek?" Ucap bogum. Dengan penampilan tubuh standart lelaki muda korea.
"Kau dan jimin. Satu lawan satu. Aku ingin melihatnya"
"MWO?!" Ucap jimin dan bogum tak percaya
"Kenapa?kalian tidak ingin?" Tanya baekhyun kembali. Kedua nya hanya mencoba menelan ludah dengan kasar.
"Baek tapi aku be- belum sepenuhnya menguasai bela diri" ucap jimin
"Aku juga.." tambah bogum. Bogum baru masuk ke DSM 5 bulan yg lalu
"Aku tak peduli. Lakukan sekarang. Aku ingin melihatnya" ucapan baekhyun tak bisa diubah. Akhirnya kedua nya pun melakukan apa yg baekhyun katakan. Baekhyun memperhatikan mereka dengan lekat, memperhatikan gerakan gerakan mereka.
Sedangkan keduanya sudah lemas tak berdaya karna saling baku hantam hanya untuk menunjukkan pada ketua mereka. Hal itu tentu saja ditonton oleh beberapa lelaki lain nya. Baekhyun hanya menyeringai lalu menyuruh beberapa orang untuk membantu bogum dan jimin menuju kamar untuk beristirahat dan diobati. Kimsan menghampiri baekhyun sambil menggelengkan kepala nya melihat kelakuan ketua nya yg tak pernah berubah. Baekhyun hanya ingin mengajarkan anak buah nya dengan benar, apa itu salah?
"Kamar mu sudah rapih baek. Aku juga sudah memberitahu semua nya tentang peraturan baru mu. Mereka bertanya, jika luhan dan kyungsoo datang lalu keduanya memaksa untuk masuk bagaimana?" Tanya kimsan
"Seret keluar. Pakai kekerasan tapi jangan menyakiti mereka. Kau mengerti maksud ku bukan?karna saat ini aku benar benar bisa mematahkan tulangmu jika ada yg mengganggu ku" ucap baekhyun datar
"Astaga baek. Suka sekali mematahkan tulang ku heh? Baik baik aku akan memberi tahu semua nya"
"Dan jangan terlalu banyak orang disini. Mungkin 10 15 orang saja yg berada disini. Aku tidak ingin terlalu ramai. Tapi suruh 20 orang untuk mejaga didepan. Aku benar benar akan beristirahat disini" jelas baekhyun yg dianggukkan oleh kimsan
"Aku kesini karna ingin menenangkan pikiran ku. Jika disini aku tidak bisa tenang, tangan mu akan benar benar ku patahkan. Aku tidak ingin mendengar berita apapun yg mengganggu ku saat ini. Apa kau mengerti omonganku?" Tanya baekhyun
"Ya aku mengerti nona baekhyun" jawab kimsan yg lalu mengeluarkan ponsel nya untuk menyuruh orang kepercayaan nya agar memberi tahu anggota yg lain untuk mengikuti perintah yg baru saja diberikan oleh sang captain.
"Belikan aku makanan kimsan. Dan belikan anak anak makanan" ucap baekhyun melemparkan salah satu kartu nya pada kimsan. Lalu kimsan melakukan perintah baekhyun sedangkan baekhyun berjalan dengan lemas ke arah kamar nya.
Ia membersihkan diri dan berbaring di tempat tidur nya sambil menatap jendela yg basah akan buliran buliran air hujan. Ia pun memutuskan untuk beristirahat sebentar sebelum makan malam bersama yg lain nya. Baekhyun memutuskan untuk menangkan dirinya disini. Mencoba untuk melupakan rasa sakit di dada nya. Ya, walaupun baekhyun tahu, semua itu sia sia. Karna rasa sakit yg dirasakan nya ini tidak akan pernah hilang..
TBC.
FOLLOW. VOTE. VOTE. VOTE. COMMENT.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Troublemaker - END
FanfictionPark Chanyeol seorang CEO di perusahaan milik nya Park Corp. park chanyeol yg terkenal dengan sifat dingin dan misterius nya itu. Namun ia juga terkadang bisa bersifat hangat terharap orang terdekat nya. Hanya kedua sahabat nya saja yg mengetahui ba...
