Park Chanyeol seorang CEO di perusahaan milik nya Park Corp. park chanyeol yg terkenal dengan sifat dingin dan misterius nya itu. Namun ia juga terkadang bisa bersifat hangat terharap orang terdekat nya. Hanya kedua sahabat nya saja yg mengetahui ba...
"Kalau begitu luruskan apa yg kulihat" sontak chanyeol menegakkan kepala nya dan melihat istrinya yg masih terlihat cantik walau dengan wajah nya yg pucat dan lemas. Baekhyun sedang menatapnya. Chanyeol yg awalnya terkejut, namun ia singkirkan perasaan kaget nya. Ia akan menjelaskan pada baekhyun apa yg sebenarnya terjadi.
"Kumohon. Dengarkan aku.." chanyeol lalu menceritakan bagaimana ia tidak menyadari joy yg tertarik dengan nya. Bagaimana ia tidak menyadari bahwa joy dibalik ini semua.
"Maafkan aku baek.. mungkin hanya dengan kata maaf tidak akan membuat mu memaafkan ku.. aku mengerti jika kau tidak akan memaafkan ku, karna apa yg kulakukan padamu sangat menyakitkan. Maafkan aku sayang, aku tidak dapat menjaga istriku, aku menyakitimu, aku.." chanyeol sudah tak kuasa menahan air mata nya. "Aku tidak berguna menjadi suami mu.. setelah ini, silahkan baek.. pukul aku, lukai aku, hajar aku baek.. tunjukkan padaku bahwa luka yg kau berikan karna menghajarku, tidak seberapa dengan luka yg ku berikan dihatimu.. maafkan aku.. kau bisa melakukan apa saja padaku.." ucap chanyeol menunduk "Aku boleh melakukan apa saja padamu?apa kau akan menuruti keinginan yg ku?" Tanya baekhyun dengan lemah "Tentu sayang.. apa saja, apa kau ingin kimsan menghajar ku?aku akan menerima nya sayang" chanyeol menggenggam tangan baekhyun dan menatapnya dengan tatapan cinta. "Cium aku" "Mwo?" Chanyeol terkejut "Peluk aku. Temani aku tidur malam ini" ucapan baekhyun membuat chanyeol terkejut namun ia tidak bisa menahan perasaan bahagia nya saat ini. Baekhyun menggeser sedikit tubuh nya dan menepuk kasur sebelah nya, menyuruh chanyeol agar tidur dengan nya. Chanyeol pun tersenyum lebar dan menidurkan dirinya disamping baekhyun dan memeluk istri nya dengan hati hati. Chanyeol mencium kening baekhyun berkali kali, baekhyun hanya menikmati ciuman hangat yg diberikan suami nya. "Aku mencintaimu Park Baekhyun.. sangat mencintaimu lebih dari yg kau tahu" ucap chanyeol menatap baekhyun "Aku juga mencintaimu suami ku yg bodoh" baekhyun menjewer gemas kuping chanyeol. Mereka tersenyum bersama lalu terhenti ketika pintu terbuka dengan kimsan yg asik membuka bungkusan roti tanpa menoleh ke arah depan
"Waktumu sudah habis. Ke" tubuh kimsan menegang karna melihat baekhyun yg sudah terbangun dan berada dipelukan chanyeol. Baekhyun menahan tertawa dan tiba tiba sebuah ide muncul diotak baekhyun "Apa kau membiarkan orang ini masuk ke kamar ku?apa kau tidak lihat bagaimana terkejutnya aku saat ini melihat orang ini berada diranjang ku?!" Baekhyun dengan nada sedikit tinggi. Kimsan masih kaku diambang pintu "Rupanya kau benar benar menginginkanku untuk mematahkan tulang mu lagi kimsan?" Ucapan baekhyun menyadarkan kimsan, lalu kimsan dengan cepat menarik lengan chanyeol namun baekhyun menghentikkan nya dan tersenyum. "Aku hanya bercanda. Terimakasih telah membiarkan nya masuk dan meluruskan apa yg seharusnya diluruskan" baekhyun tersenyum hangat pada kimsan. Chanyeol mengernyitkan dahi nya dan menutupi mulut baekhyun dengan tangan nya "Jangan tersenyum seperti itu lagi pada orang lain. Senyum mu hanya untukku!" Ucap chanyeol cemberut. "Dasar pasangan gila. Yasudah, kalau kalian sudah baik baik saja. Aku dan anak buahku akan kembali ke DSM untuk beristirahat. Kan suami mu menjagamu baek, beruntung aku dan anak buahku sudah terbebas dari hal hal aneh yg kau minta baek" ucap kimsan lalu menepuk pundak chanyeol "Kalau kau menyakiti baekhyun lagi, aku akan mencarimu dan membunuhmu. Baiklah. Goodluck man!" Ucap kimsan lalu berjalan keluar ruangan.
Baekhyun menggigit tangan chanyeol hingga chanyeol melepaskan tangan nya dari wajah baekhyun. "Jangan tersenyum didepan laki laki lagi. Mengerti?" Ucap chanyeol lalu kembali mencium kening baekhyun. "Posesif sekali" ucap baekhyun lalu menelusuri wajah chanyeol yg penuh dengan lebam. Membuat baekhyun sedikit meringis lalu menyentuh wajah chanyeol dengan sangat lembut. Mereka berbaring bersama saling menatap penuh cinta satu sama lain. Baekhyun menyentuh wajah chanyeol mengusapnya dengan lembut.
"Kau itu milikku. Maka seluruh tubuhmu juga milikku. Dan aku tidak suka jika milikku mempunyai goresan sedikitpun." Ucap baekhyun lalu mencium hidung chanyeol. Chanyeol membelai lembut wajah baekhyun. Lalu chanyeol pun mencium baekhyun dengan lembut, baekhyun pun membalas nya. Chanyeol melumat bibir baekhyun dengan lembut. Namun lama kelamaan ciuman mereka seakan menuntut untuk lebih
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eunghh" tanpa sadar lenguhan baekhyun lolos begitu saja. Chanyeol yg mendengar baekhyun sudah bereaksi akan sentuhan nya pun hanya menyeringai disela sela ciuman nya. Tangan chanyeol perlahan menyingkap baju pasien baekhyun. Ia menyibaknya dari paha baekhyun dengan gerakan yg sengaja ia pelankan. Membuat baekhyun sedikit frustasi akan sentuhan suami nya. Tangan kiri chanyeol masuk ke dalam celana dalam baekhyun, dan membelai milik baekhyun dengan sentuhan yg lembut. Dan tentu saja hal itu benar benar membuat baekhyun frustasi dan menginginkan lebih dari ini. Ciuman chanyeol turun ke leher putih baekhyun, dilumatnya dan sesekali digigit. Chanyeol juga meninggalkan beberapa kissmark dileher baekhyun.
Baekhyun meremas kepala chanyeol dan menekan nya seakan meminta untuk tidak berhenti dan lebih dalam lagi menciumnya. Tangan chanyeol yg berada di milik baekhyun, memasukkan 1 jari nya membuat baekhyun sedikit memekik kaget, namun tak lama baekhyun menikmati nya.
"Ahh chann" racau baekhyun membuat chanyeol tersenyum disela sela mencium leher baekhyun. Chanyeol pun menambah jari nya menjadi 2 jari, dan bermain di milik baekhyun dengan cepat, sengaja agar baekhyun bisa sampai pelepasan nya dengan cepat dan beristirahat. Chanyeol tidak ingin membuat baekhyun kelelahan. Walaupun chanyeol saat ini sedang benar benar menahan gairah nya untuk tidak menerkam baekhyun. Mengingat istri nya sedang kurang fit dan mereka sedang berada dirumah sakit.
Tidak lucu bukan desahan mereka didengar oleh suster ataupun dokter yg berjaga?bisa bisa berita itu masuk koran, 'seorang CEO tampan dan istri nya melakukan hubungan suami istri ketika istrinya sedang terbaring lemah dirumah sakit' astaga bisa bisa karir chanyeol akan berantakan. Walaupun berita itu keluar juga, sebenarnya chanyeol bisa saja menghancurkan berita itu beserta penerbit nya. Mengingat kekuasaan nya yg begitu besar dan luas, namun chanyeol tentu saja tidak menginginkan hal itu.
Baekhyun pun sampai pada pelepasan nya. Dan chanyeol melepas ciuman pada leher baekhyun lalu tersenyum kearah istri nya.
"Kau curang!" Ucap baekhyun lalu meletakkan kepala nya didada bidang chanyeol. Chanyeol hanya terkekeh melihat. Kelakuan istri nya. "Curang apa?melihatmu bergairah seperti sekarang ini sangat lucu bagiku baek" "Sangat sexy.." ucap chanyeol berbisik sensual di kuping baekhyun membuat baekhyun sedikit merasa merinding akan perlakuan suami nya.
Chanyeol tersenyum ke arah baekhyun dan duduk lalu mencium lembut perut baekhyun berkali kali.
"Sehat lah diperut mommy mu. Jangan membuat mommy mu kesusahan, daddy akan menjagamu dan mommy. Daddy akan sabar untuk melihatmu. Maka dari itu jadilah jagoan yg kuat" ucap chanyeol lalu kembali mencium perut baekhyun dengan lembut. Perlakuan chanyeol tentu membuat baekhyun bahagia. "Jagoan?" Tanya baekhyun pada chanyeol "Ya. Aku tak peduli jenis kelamin nya nanti. Tapi anak ku harus menjadi jagoan seperti daddy dan mommy nya" ucap chanyeol membut baekhyun tertawa. Lalu chanyeol kembali menurun kan baju pasien baekhyun lalu memeluk baekhyun dengan erat dan hati hati, mengingat tangan baekhyun yg masih terpasang infusan.
"Tidurlah. Aku akan menjagamu.. aku mencintaimu istriku Park Baekhyun. Dan aku tak akan melepaskan mu walau nyawaku taruhan nya" ucap chanyeol lalu mencium kening baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum membalas perlakuan chanyeol. Lalu mereka berdua pun tertidur, menuju alam mimpi berharap kedua nya bisa bertemu disana. Tertidur sambil membawa harapan, bahwa semua hal manis ini akan berlanjut hingga mereka tua nanti..