Baekhyun melemparkan bogeman mentah nya di wajah cantik yeri membuat yeri terjengkang jatuh.
"Arghh" teriak nyeri sakit
"Baek!" Panggil chanyeol
"Apa?! Kau ingin membela nya?" Tanya baekhyun yg menatap chanyeol dengan tatapan emosi nya.
"Tidak sayang. Aku hanya tidak ingin kau melukai tangan mu" balas chanyeol lalu mengambil tangan baekhyun yg habis meninju yeri.
"Aku tidak terima ini! Ini kekerasan! Akan ku laporkan polisi dan ku pastikan jalang ini di penjara!" Teriak yeri yg sudah berdiri dari jatuh nya.
"Ya ya. Silahkan lakukan apa yg kau mau" balas baekhyun ketus
Yeri yg melihat itu pun mendengus kesal lalu pergi berjalan keluar. Setelah yeri keluar baekhyun pun masuk ruang ganti tanpa mengeluarkan kata kata untuk chanyeol. Begitupun chanyeol. Seselesainya mereka, baekhyun dan chanyeol berdiam di dalam mobil. Hening dengan pertanyaan di dalam pikiran masing masing.
"Apa itu benar anak mu?" Tanya baekhyun yg menatap keluar jendela. Pertanyaan baekhyun membuat chanyeol yg sedang fokus dengan jalanan memberhentikan mobil di pinggir jalan dan mengambil kedua tangan baekhyun untuk di genggam nya dengan hangat.
"Tidak baek. Kenapa kau masih bertanya hal itu?padahal tadi kau sendiri yg menghajar nya?" Ucap chanyeol lembut
"Jelas aku menghajar nya! Dia mengganggu ku dan aku tidak suka itu." Jawab baekhyun dengan nada tinggi
"Maaf kan aku. Karna aku kau jadi marah seperti ini.. "
"Ya benar. Entah wanita mana lg yg akan datang menemuiku dan mengatakan hal yg sama. Ya kan?" Ucap baekhyun dengan wajah datar.
"Oke cukup. Aku memang berganti ganti one night stand ku. Tapi aku tidak pernah tidur dengan nya. Aku tidak pernah berpelukan dengan one night stand ku. Aku tidak pernah tersenyum dengan mereka. Memang itu kesalahan ku karna sering berganti ganti wanita tidur, dan aku menyesali nya. Dan sekarang hanya ada kau yg ada dipikiran dan hatiku apa itu tidak cukup untuk mu percaya akan cintaku baek? Haruskah aku turun dari mobil ini dan berjalan ke tengah jalan raya itu agar kau percaya? Haruskah aku mati terlebih dahulu baek?tidak kah kau memberi ku satu kesempatan untuk menunjukkan cintaku padamu? Apa kau masih tidak mempercayai ku bahwa aku jatuh cinta padamu? Aku jatuh terlalu dalam... sangat dalam...." jelas chanyeol panjang lebar. Baekhyun melihat ke dalam mata chanyeol mencari kilatan kebohongan namun nihil. Ia tidak menemukan kebohongan pada chanyeol.
Baekhyun memeluk chanyeol dengan erat.
"Maaf. Maaf. Aku akan memberi mu kesempatan untuk menunjukkan nya padaku chan.." ucap baekhyun lembut membuat chanyeol bisa bernafas lega karna baekhyun memberi nya kesempatan dan mengerti nya. Bukan menyuruhnya untuk menjauhi dirinya.
Selama beberapa lama, mereka sampai di apartement chanyeol. Ya, sebelum mereka pergi ke butik mereka sudah izin dengan mommy daddy baekhyun kalau mereka akan pulang ke apartement chanyeol sehabis dari butik. Mereka juga mengatakan bahwa baekhyun sudah tinggal di tempat chanyeol. Membuat mommy dan daddy baekhyun tersenyum lega karna akhirnya anak mereka membuka hati nya untuk chanyeol.
Saat ini baekhyun benar benar merasa nyaman di dekapan chanyeol. Mereka memilih untuk tidur karna di landa bosan. dari sepulang siang tadi hingga jam 8 mereka menghabiskan waktu berdua. Entah bermain ps, atau menonton film, mengobrolkan sesuatu yg tidak penting. Baekhyun melihat chanyeol yg sudah tertidur, ia tertidur sangat tenang.. namun baekhyun kelaparan, sedangkan waktu menujukkan pukul 10 malam.
Ia tidak tega membangunkan chanyeol apalagi besok chanyeol berkerja. Butuh istirahat cukup bukan? Akhirnya baekhyun memutuskan untuk melepaskan dekapan chanyeol perlahan lahan karna takut chanyeol terbangun. Lalu ia berjalan ke arah dapur untuk mencari makanan. Namun nihil, tidak ada bahan makanan atau makanan satu pun. Ia baru teringat tadi siang dan sore chanyeol dan dirinya memesan makanan cepat saji karna tidak ada makanan di sini.
Akhirnya dengan masih memakai piyama nya, baekhyun memakai jaket dan memutuskan untuk keluar mencari makanan sebentar.
'Hanya sebentar saja tidak perlu membangunkan chanyeol kan?' Batin baekhyun lalu pergi meninggalkan apartement chanyeol.
Baekhyun berjalan ke arah kedai makanan yg buka, ia mendatangi kedai tersebut yg disambut hangat oleh nenek nenek tua. Baekhyun memesan untuk dirinya dan chanyeol karna takut chanyeol terbangun dan lapar seperti diri nya. Tak lama pesanan jadi dan baekhyun membayar setelah itu berjalan kembali menuju apartement chanyeol.
Jalanan sudah sepi karna menunjukkan pukul 10.47 malam. Baekhyun berjalan dengan santai, namun tiba tiba saja tidak jauh dari tempat nya ada 3 orang menghalangi nya.
"Ck. Kau mengganggu ku lagi yeri" ucap baekhyun datar.
"Memang itu tujuan ku" yeri menampilkan smirk nya.
"Jadi?untuk apa kau membawa pengawal?untuk melindungimu dariku?" Tanya baekhyun meledek.
"Cih anak kecil suka bergaya ya. Tentu saja untuk menghabisi mu" ucap yeri
"Kalian. Hajar dia. Kalau perlu. Bunuh" ucap yeri lalu pergi meninggalkan orang suruhan nya untuk menyelesaikan tugas mereka.
Baekhyun pun meletakkan plastik bungkusan makanan nya dan memasang wajah tenang nya.
"Jadi?tunggu apa lagi ayo! Aku sedang lapar" ucap baekhyun yg lalu di serang oleh salah satu lelaki itu, namun baekhyun bisa menghindari pukulan nya. Tak lama lelaki satu nya lagi menghajar baekhyun dan lagi lagi baekhyun bisa menghindar.
Tak terasa 10 menit sudah mereka berkelahi, baekhyun yg beberapa kali kena pukulan mereka. Dan mereka yg wajah nya sudah penuh dengan darah. Kali ini baekhyun benar benar marah dan ingin membuat lawan nya koma. Baekhyun terkena tinjuan dari salah satu pria itu. Membuat tulang pipi baekhyun berdarah karna terkena cincin yg dipakai oleh lelaki itu. Dan baekhyun pun terjatuh. Ketika baekhyun terjatuh saat itu juga ia berusaha mengumpulkan nafas nya.. Lalu ia berdiri dari jatuh nya.
"Kuat sekali anak kecil ini" ucap salah satu lelaki itu yg wajah nya sudah penuh dengan darah.
"Kalian cerewet sekali ketika berkelahi. Baru kali ini aku menemukan lelaki cerewet seperti kalian" ucap baekhyun santai sambil menyeka darah yg mengalir di pipi nya. Ketika baekhyun melihat darah di pipi nya, membuat baekhyun benar benar ingin meledak saat ini juga.
Baekhyun berlari dan melemparkan tinjuan nya lagi untuk kedua nya, baekhyun melompat ke leher salah satu lelaki itu dan...
*KREKK*
"Aarghhh!!!" Teriak lelaki yg baru saja tulang leher nya dibuat sedikit patah oleh baekhyun.
Lalu baekhyun turun dan menghajar lelaki satu lagi. Walau pun sedikit susah, namun baekhyun berhasil membuat patah tangan lelaki itu. Setelah perkelahian mereka baekhyun pun mengambil nafas dengan cepat, karna ia merasa lelah dan kekurangan oksigen karna menguras tenanga nya.
Setelah mereka tergeletak. Baekhyun pun menelfon ambulan untuk datang, dan pergi meninggalkan mereka. Ya baekhyun tidak setega itu untuk membiarkan mereka. Mereka hanya orang suruhan yg membutuhkan duit dan tidak mengetahui apa apa.
Sesampai nya di apartement chanyeol baekhun menaruh plastik makanan nya di dapur dan dilihat nya chanyeol masih tidur. Lalu ia membawa kotak obat dan kaca lipat ke ruang tamu dan mencoba mengobati luka nya sendiri. Baekhyun berfikir bagaimana besok ia menutupi semua memar memar yg ada di wajah nya ini?
Ada sekitar 4 memar di wajah cantik baekhyun serta jangan lupakan luka yg berada di tulang pipi baekhyun membuat baekhyun benar benar buntu untuk berbohong pada chanyeol. Lalu baekhyun meminum obat peredam sakit, setelah itu ia memejamkan mata nya dengan menyenderkan kepala nya di sofa. Lama kelamaan ia terbawa akan alam mimpi..
TBC
FOLLOW. VOTE. COMMENT. SEMANGATIN. LOVE IN. CINTAI. eleh. Pai❤️maaf pendek menahan kantuk luar biasah beb.. Ntar panjang lg ko bsk asha update atau mlm ini... paii❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Troublemaker - END
Hayran KurguPark Chanyeol seorang CEO di perusahaan milik nya Park Corp. park chanyeol yg terkenal dengan sifat dingin dan misterius nya itu. Namun ia juga terkadang bisa bersifat hangat terharap orang terdekat nya. Hanya kedua sahabat nya saja yg mengetahui ba...
