5. Secuplik kisah Dara

2K 88 9
                                        

Dara mengangguk. Ceritanya gadis di depanku ini, sedang menyukai 1 orang pria, sejak 2014, tapi laki – laki yang disukai Dara bernama Fatir, enggak pernah peka sama apa yang Dara rasakan sama dia. Alhasil Dara sering curhat ke aku masalah percintaannya.

" Tapi Zar ... " Kata Dara, menggantung kan perkataan nya.

" Tapi apa ? " Tanya ku.

" Ada Claudia. " Katanya.
Ha ? Claudia ? Kenapa tuh curut harus ikut sih.

Claudia itu sepupunya Dara yang juga kenal sama Fatir. Dara nyeritain kalau, Fatir nih sering nanyain Claudia kalau chat-an sama Dara, keluar dari jalur topik banget. Bisa aja kan Fatir suka sama Claudia. Ibaratnya Claudia juga jadi salah satu hambatan kisah Dara sama Fatir.
" Kenapa Claudia harus ikut ? " Tanya ku lagi.

" Mau gimana lagi. Fatir ngajak gue karena dia merasa enggak enak kalau hanya berduaan dengan Claudia, maka nya dia ngajak gue. " Kata Dara datar diikuti suara nya yang agak sumbang karena dia pilek. Gobloknya temenku satu ini, mau aja gitu lho.

" Trus kamu mau gitu ? " Tanya ku.

" Awal nya gue enggak mau, tapi Fatir nya maksa, jadi karena ngerasa nggak enak, makanya gue ikut." Kata Dara. Aku menghela nafas kasar.

" Enggak apa - apa kok Zar, gue enggak bakalan makan hati, kan tujuan nya cuman nonton doang. " Sambung Dara.

Aku menatap kearah Dara, aku tahu ini berat untuk nya, tapi kenapa dia terlihat baik - baik saja ? Siapa sih yang rela harus jadi orang ketiga diantara orang yang dia suka sama orang lain ? Enggak ada kan ?

" Ha ?! Pen gue hilang Zar, perasaan tadi gue taruh atas meja deh. " Kata Dara tiba – tiba, dan langsung sibuk mencari pena bergambar angry bird-nya.

" Pasti si Gopal nih yang ngambil. " Dengan cepat Dara menuduh Gopal yang ngambil pen nya. Gopal itu cowok berbadan buntal, yang nama aslinya Gandhi, tapi dijuluki Gopal karena bentuk badan nya gempal, sama kayak Gopal di Boboiboy. Terus dia emang terkenal jadi maniak pulpen, karena tiap dia lewat pulpen pasti langsung lenyap tanpa jejak.

Dara menemui Gopal di depan kelas, dan habis dimarahi sama Dara.
" Apaan sih Dar, Gak ada gue ngambil pulpen buluk lo itu. " Sahut Gopal.

" Jangan bohong Lo ! Udah tau gue, pasti lo yang ngambil, Udah buru balikkin ! " Kata Dara, dengan suara nya yang cempreng plus sumbang.

" Sumpah Dar, gue kagak ada nyolong pulpen lu ! "

" Bohong tuh Dar, kemaren pen 5 ribu gue aja di cukai sama dia. " Sahut Arlin. Aku tertawa.

" Cepet balikkin nggak ! Gue sumpahin badan lo makin tambah buntal kayak gentong nya bu kantin tuh! " Kata Dara.

Tiba – tiba pen Angry bird milik Dara, jatuh ke lantai.

" Tuh kan bener, lu nyolong pen gue ! " teriak Dara lagi.

" Auk ah, tuh ambil aja, pen jelek aja di banggain. Besok gue beli pen 10 kotak ! Awas aja kalau kalian pinjam, enggak bakalan gue pinjemin. " Kata Gopal kemudian berjalan keluar kelas. Gelak tawa satu kelas pecah, ketika melihat drama yang terjadi di depan kelas barusan.

" Belagunya mau beli pen 10 kotak, udah setahun sekelas sama lu, masih aja nyuri pulpen punya orang. " Kata Dara sembari duduk kembali ke kursi nya.

" Maka nya kalian beli pen yang ada tali nya kayak gue, bisa digantung di leher. Di jamin enggak bakalan ada yang ngambil. " Sahut Alivya.
" Oh boleh tuh, besok ya gue ikat nih pen pakai tali rapiah. Awas aja masih ada berani yang ngambil. " Kata Dara.

Terdengar bel berbunyi. Tanpa diberi jeda beberapa menit dulu, bu Siti selaku guru SBK, langsung masuk ke kelas, tapi setelah baca doa, bu Erni, guru BK datang ke kelas, dan nyariin aku.

Wisheart [ Selesai ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang