Tangan Dara gemetar, memegang segelas air putih yang bahkan tidak sampai penuh di gelasnya itu.
Baru pertama kali aku melihat Dara nangis sebegitu menyayat hati. Wajahnya yang masih terbilang imut dan mungil itu, kini memerah dan matanya yang sembab. Dia tidak ingin menunjukan itu ke ibunya, karena perkara seperti ini, bagi orang dewasa hanyalah masalah percintaan remaja.
" Bodoh banget ya gue. " Kata Dara dengan suara nya yang parau dan sedikit serak. Tak terdengar lagi suara biasanya yang cempreng,
" Kenapa gitu ? " Tanya ku.
" Gue kayak anak kecil, lebay. Ngapain juga nangisin cowok perkara cemburu." Aku menghela nafas. Mengusap punggung belakangnya perlahan.
" Gue gak mau nangis zar, dan gue enggak mau ngeribetin ini, tapi entah kenapa nyesek banget kalau di pikir – pikir. " Dara menelungkupkan kepalanya di antar tekukan lutunya. Aku membiarkan Dara ingin nangis, curhat sekuat yang dia inginkan, dan aku berusaha ada disana, karena hanya ini yang bisa aku lakukan, aku juga sudah tidak sekuat dulu.
" gak papa kok dar, senyesek itu emang, ngeliat orang yang kita suka lebih suka yang lain. " Dara mengangkat kepalanya, kemudian mengambil tisu membersihkan ingusnya. Dara menghela nafas sedalam – dalamnya.
" Oke zar, gue bakalan berusaha berdamai dengan situasi ini. Gimana pun gak bagus kayak gini, gue harus jadi cewek seterong. " Dara tersenyum memandang kearahku. " gak papa nangis hari ini aja, besok – besok jangan. " Dara mengangguk semangat.
Dara kemudian berdiri. " Gue mau cuci muka. " Gadis itu lalu keluar menuju ke kamar mandi.
Selang dari itu, Alivya dengan menenteng sekantong gorengan dan disusul sama Arlin dibelakangnya.
" Mana si Dara curut ? " tanya Alivya.
" Panggilan alam. " Arlin segera mendudukan dirinya di lantai.
" Bentar gue minjam piring buat nih gorengan. " Alivya kembali keluar dari kamar Dara.
Setelah itu Dara kembali, bersamaan dengan Arlin yang membawa piring dan mangkok untuk makanan wajib kalau ngumpul ini.
Dara tersenyum, dan herannya bisa secepat itu dia bisa mengembalikan senyumannya.
Kami larut dalam suasana, sambil makanan gorengan di kamar Dara. Terkadang karena aku tak bisa duduk di lantai bersama mereka, Arlin, Dara, atau Alivya mengambilkan satu gorengan untukku.
" bu Tuti tadi mention lo di grup. " Ucap Arlin ke Alivya.
" Masa sih, kenapa emang liv ? " tanya Dara, lalu menggigit bala – bala yang sudah terjerumus oleh sambalnya itu.
" oh, nggak bu Tuti mau ngomong soal lomba band gue di Singapur. "
HA !
Kami bertiga tercengang heran, betapa santainya Alivya ngomong kalau dia akan ke Singapur, yang bermil – mil jauhnya.
" Kenapa ? " Tanya nya heran.
" kok lo gak kasi tau kita sih ? " ucap Arlin. Aku ikut mengangguk.
" Enggak lama kok cuman empat hari. " Sontak saja, Dara langsung memeluk Arlin dramatis, yah kita gak heran sih.
" Huaaaaa, alivyaaa gueee bakalan rindu sama loo, sumpah gue enggak bisa jauh dari Lo liv. " Ucap Dara mendramatisir. Tapi emang Alivya itu keren banget anak nya kalau di bidang musik, enggak cuman di teater, dia jago juga soal musik, Wajar aja dia bisa terpilih sebagai perwakilan untuk lomba di Singapur itu.
" Emang nya siapa - siapa yang pergi Liv ? " Tanya ku lagi.
" Empat orang aja sih Zar, gue, Afran, Gina sama Raja. " Aku hanya mengangguk mengerti, tapi Afran teh saha ?
KAMU SEDANG MEMBACA
Wisheart [ Selesai ]
Teen Fiction[ MASIH DALAM TAHAP REVISI] mohon maaf apabila cerita agak berantakan karena saya sambil merevisi bab demi bab, thank you yang sudah mau singgah. ••••• Seorang siswa bernama Zara, harus mengalami nasib tragis. Mengalami kecelakaan bus sekolah dan t...
![Wisheart [ Selesai ]](https://img.wattpad.com/cover/131977308-64-k489047.jpg)