Sialan!
Aku mengumpat terus dalam hati sepanjang hari. Hari ini berawal baik, sempurna bahkan. Keluarga Rene akhirnya menerimaku dan merestui hubungan kami namun telepon dari Samuel saat aku sarapan membuatku mual.
"kau mungkin tidak akan menyukai kabar ini, tapi Grace mengaku jika dia hamil anakmu"
apa wanita itu gila?! sungguh aku benar-benar ingin menghancurkannya sekarang, aku tidak akan membiarkan dia menghancurkan hubunganku dengan Rene lagi, Rene pasti akan marah dan mengusirku jika dia mengetahui hal ini, Apa yang harus aku lakukan? kurasa aku bisa menyembunyikan ini darinya sampai aku menyelesaikan masalah ini.
"Apa yang mengganggumu?" Aku terlonjak saat mendengar suara Rene dari arah belakangku.
"kau hampir membuatku serangan jantung!"
Rene hanya mengangkat bahunya sedikit lalu dengan santai duduk diatas tumpukan jerami, aku mengalihkan pandanganku darinya dan berusaha berkonsentrasi menyapu kandang ini.
"aku sudah lima belas menit lebih memperhatikanmu tapi kau terlalu fokus dengan pekerjaanmu, atau pikiranmu teralihkan karena hal lain?"
Rene bangkit perlahan dan memaksaku untuk melihat kearahnya.
"aku tahu ada sesuatu yang di pikirkan terlalu keras oleh kepala ini"
Dia mengetuk keningku dengan telunjuknya, aku malah tertawa melihat wajah khawatirnya, pandangan matanya sudah mengungkapkan hatinya melebihi lidahnya sendiri.
"Memang ada" Aku membiarkan sapu dalam genggamanku jatuh begitu saja dan mulai mengambil pinggul Rene agar mendekat kearahku "Kau, kau selalu ada di kepala, pikiran dan hatiku"
Rene kemudian tertawa, tawa renyah yang membuatku ikut terkekeh mendengarnya.
"Kau dan mulut manismu itu!" Dia berseru sembari menarik telingaku membuatku mengaduh dibuatnya.
"kenapa kau kejam sekali?" kurasa telingaku merah karena denyutan sakitnya yang tidak berhenti.
"dan kenapa kau berbohong? tidak usah mengalihkan pembicaraan sekarang jawab pertanyaanku, apa yang kau pikirkan?" Rene berdecak pinggang dengan galaknya, aku hanya tergelak melihat tingkahnya itu.
"Kenapa kau begitu sexsy saat marah?" Rene langsung mundur satu langkah saat aku berusaha meraihnya.
"kau tidak akan bisa memperdayaku seperti semalam Jo, sekarang beritahu aku apa yang salah atau kau akan pulang ke NY sendirian"
"tapi kau masih terikat kontrak!" Aku mulai berseru pada wanita keras kepala ini.
"aku bisa mengirimkan surat pengunduran diri lagi, dan setelah pihak HRD tahu aku tidak masuk kerja mereka akan memecatku dengan sendirinya" Gaya Rene yang santai dan terkesan tidak perduli membuatku geram.
"Baik! aku yang akan tinggal disini!"
"kau pasti gila!"
"aku gila karenamu! aku pernah menjalankan hari tanpamu Rene tapi tidak akan lagi"
"bagaimana dengan hotel? siapa yang akan mengurusnya?"
"biarkan saja bangkrut, ayahku tetap bisa berfoya-foya sampai akhir hidupnya jika hanya kehilangan satu hotel cabang"
Rene mulai terlihat kesal denganku dia memang selalu kesal jika aku mulai membicarakan harta keluargaku, pandangan matanya mirip seperti Brat saat dia melihatku di rumah tukang kebun pagi itu.
"Baik! terus saja simpan masalahmu sendiri! tapi jangan salahkan aku jika aku juga menyimpan rahasiaku sendiri!"
Perkataan Rene menyambarku, dia tidak pernah menyembunyikan apapun padaku selama hubungan kami sehingga aku tidak perlu takut ia akan berbohong ataupun mengkhianatiku. Tabrakan dibahuku menyadarkanku, Rene berjalan pergi keluar kandang. Aku dengan panik mengejarnya dan langsung memeluknya dari belakang, tidak perduli dia memberontak seperti kuda yang ingin melahirkan aku tetap memeluknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEW YORK MOONLIGHT
Romance#1 Constara Books Rene adalah seorang wanita muda sukses dengan karir cemerlang. Tapi kisah cintanya tak semulus karirnya setelah dikihanati beberapa kali Rene memutuskan tidak akan bercinta lagi sampai menikah, Tetapi temannya yang kesal karena kep...
