Jonathan prov
satu kata untuk mendeskripsikan hari ini, LELAH!
Setelah meeting yang panjang dan melelahkan dengan para managerku yang belum berhasil aku ketehui mengapa pengeluaran sangat besar hingga menyebabkan hotel ini hampir gulung tikar dan lalu dilanjutkan pertemuan dengan Atma Company dan syukurlah aku berhasil meyakinkan mereka untuk bekerja sama dengan hotel ini, sekarang aku hanya ingin mandi dan tidur.
"permisi bos" sapa Gaby dipintu kantorku dengan cengiran kudanya
"ada apa lagi gab?" taanyaku sembari memijit pelan keningku dan memejamkan mataku.
"aku ingin izin pulang bos"
"pulanglah ini sudah lewat jam kantormu"
"oke jangan lupa uang lemburku, selamat malam bos!" seru gaby dengan riang sembari menutup pintu kantorku.
entah ini musibah atau anugerah memiliki sekertaris seperti dia.
aku langsung mematikan komputerku dan memakai jas sembari melirik jam, 09.30 jelas mengapa Diana ingin Sam hanya sebagai ahli waris.
akupun melangkah keluar dan berjalan menuju lift saat aku melewati pintu yang bertuliskan "Sales And Marketing" aku jadi tertarik untuk sedikit hiburan malam ini.
aku mengetuk pintunya pelan, setelah mendapat jawaban dari dalam aku membuka pintu dengan senyum lebar dibibir melihat hanya tinggal 2 manusia yang berada disana.
"Selamat malam Mr.Constara" sapa wanita berambut coklat pendek yang barusan menyuruh aku masuk.
"Selamat malam semuanya, mengapa kalian belum pulang?"
"kami sudah ingin pulang Mr.Constara hanya saja, Mss.Mcmury baru disini sehingga dia ingin belajar banyak tentang hotel ini"
"begitu ya? bukankah jika Mss.Mcmury ingin tahu tentang keseluruhan hotel ini anda dapat bertanya kepada yang benar-benar memahaminya, bukan begitu Mss.Mcmury?" tanyaku sembari bersandar dipintu dengan tangan di kantung celana dan sebelah alis yang ditaikan.
aku dapat melihat wajah Rene yang mulai geram dan wajah bingung si rambut coklat.
"Tentu saja aku akan bertanya kepada yang benar-benar memahaminya Sir, aku akan bertanya kepada Mr.Constara senior yang paham mengenai hotel ini seperti punggung tangannya sendiri"
aku hanya terkekeh pelan sembari berjalan menghampiri Rene yang sudah berdecak pinggang membuat tubuh rampingnya yang dibalut baju kerja terpampang dengan indah.
setelah sampai di hadapannya mata hijau itu menatapku dengan tajam dan menantang, aku sedikit menundukan kepalaku sampai mulutku tepat berada disamping telinganya.
"Setidaknya Mr.Constara junior ini paham dengan seluruh titik sensitif ditubuhmu seperti punggung tangannya sendiri" bisikku sembari memberi kecupan ringan dibelakang telingganya.
"Well, saya rasa ini sudah terlalu larut saya permisi pulang terlebih dahulu, Selamat malam semuanya" pamitku dan langsung keluar dari ruangan.
Rene prov
Sialan jonathan! apa sebenarnya maunya dia? memepermalukanku dihari pertamaku?
"apa yang barusan terjadi?" tanya Marry dengan wajah bingung dan tercengang
aku meremas tanganku dan menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.
"dia hanya memberiku ucapan selamat datang di hotelnya" ucapku sembari tersenyum dan mematikan komputer.
"okey..., aku akan percaya itu sekarang hanya untuk bisa segera pulang tapi sebaiknya kau menceritakan padaku yang sesungguhnya" ucap Marry mengancam selagi membereskan barang-barangnya.
Aku hanya tertawa kecil dan membukakan pintu untuk kita, Marry tidak akan percaya jika aku bilang bahwa aku tau seberapa besar ukuran kemaluan bos kita kan?
Jonathan prov
Seharusnya aku sudah berada dikamarku sekarang, mandi air dingin untuk menyegarkan pikiranku dan tidur lelap, bukannya menunggu wanita bermata hijau itu disamping mobilku sembari memainkan kunci.
saat melihat dia marah dan berdecak pinggang gairahku tersulut, dan dia harus bertanggungjawab akan hal ini.
Aku melihat rambut merah itu keluar dan berhenti ditempat menunggu taksi, aku segera masuk kedalam mobilku dan menancap gas menghampirinya dan berhenti tepat didepannya.
"naiklah" hanya itu yang kukatakan saat aku sudah menurunkan kaca jendela, aku dapat melihat dia melipat tangannya didada dan mengetuk-etuk healsnya.
aku memutar bola mataku dan terkekeh, segera aku turun memutari mobil dan membuka pintu penumpang disampingku untuknya.
"Kumohon masuklah tuan putri" ucapku sambil memberi hormat bak didongeng-dongeng, dapat aku lihat dia berusaha menahan tawanya tapi tetap berusaha seangkuh mungkin.
"kau akan membutuhkan lebih dari itu Mr.Constara"
"Apa yang kau inginkan Mss.Mcmury? kereta kuda?"
"dengan kuda putih" ucapnya sambil mengangguk mantap.
"kau akan mendapatkannya nanti sekarang biar kuantar kau pulang dulu"
"apa sebenarnya rencanamu jo?" ucap Rene sambil menjatuhkan tangannya seolah benar-benar lelah dan tidak tahu harus melakukan apa.
Aku berdiri tegap dan menatap mata Rene tajam, tanganku melingkari pinggangnya dan menarik tubuhnya menempel ketubuhku.
"apa yang sejujurnya otakku rencanakan adalah membawamu kekamarku, melemparmu ke ranjangku dan memuja tubuhmu semalaman" ucapku semakin mengeratkan pelukanku dipinggangnya dan menatap tepat dimata hijaunya yang sekarang mulai menggelap akan gairah.
"aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama" kata Rene sembari meraba rahang jonathan dan mengalungkan lengannya di lehernya.
"aku tidak mungkin membuat lubang yang sama untukmu, akan ku buat lubang itu lebih panas dan nikmat sehingga kau sendiri yang menjatuhkan diri kelubang itu"
Bisa kulihat mata Rene yang menunjukan keinginan yang sama dengan diriku, saat Rene menggigit bibirnya aku sudah tidak bisa menahan diri lagi.
Aku langsung melumat bibir Rene dan menggantikan bibirnya dengan bibirku lidahkupun tak tinggal diam.
kejantananku semakin membengkak saat kuremas bokong bulat miliknya.
"Rene... pulanglah denganku" desahku disela-sela lumatan bibirku saat aku merasa Rene menganggukan kepalanya, Rene langsung kutarik masuk kedalam mobilku dan aku segera melompat kekursi pengemudi lalu mengebut untuk menumpahkan segala gairah yang kurasakan.
oke part yang ini emang kurang nyambung, saya sedang mencari inspurasi jadi maafkab saya ya..
KAMU SEDANG MEMBACA
NEW YORK MOONLIGHT
Romance#1 Constara Books Rene adalah seorang wanita muda sukses dengan karir cemerlang. Tapi kisah cintanya tak semulus karirnya setelah dikihanati beberapa kali Rene memutuskan tidak akan bercinta lagi sampai menikah, Tetapi temannya yang kesal karena kep...
