~~~~~~~~Happy Reading~~~~~~
Typo everywhere
#KimTaehyung
Taehyung duduk bersandar di kursi matanya bergerak memperhatikan sekeliling mencari obyek yang sedang ia tunggu. Dia sebenarnya bukan tipe orang yang suka menunggu malahan dia sangat benci menunggu, tapi demi pacar apa sih yang tidak akan dia lakukan. Menunggu 1000 tahun lamanya pun dia tidak keberatan. Matanya tak sengaja menangkap objek yang ia kenali bukan obyek yang sedang ia tunggu, tapi melainkan gadis yang menabraknya tadi. Gadis itu melihat Taehyung sekilas lalu acuh dan kembali melanjutkan langkahnya. Taehyung terus memperhatikannya sampai seorang gadis yang sedikit lebih pendek berlari mendekati obyek yang dia pandang. Taehyung tidak tau namanya, jadi ia hanya menjulukinya gadis aneh atau gadis suram mungkin gadis hantu akan dia masukkan dalam listnya. Pandangan Taehyung tak lepas dari gadis aneh itu, bahkan ia tak sadar obyek yang ia tunggu sedari tadi yang tak lain adalah Irene pacarnya sudah duduk disebelahnya.
"Tae kau sedang memperhatikan apa?" Tanya Irene sambil menepuk bahu Taehyung.
Taehyung sedikit terlonjak kaget saat Irene menepuk bahunya. "Ahh Irene, tidak ada. Aku hanya melamun"
"Benarkah??"
"Ya, apa kelasmu sudah selesai?"
"Tentu, sekarang ayo pergi. Kau tak lupa akan membantuku menyiapkan pesta ulangtahunku kan sayang?"
"Tentu saja aku tak lupa, makanya aku duduk menunggumu dari tadi. Sekarang ayo berangkat". Jawab Taehyung sambil menggandeng tangan Irene menuju tempat parkir.
Skip time
Taehyung mengendarai motor Ducati merahnya menelusuri jalanan di sekitar area pertokoan dan kemudian berhenti di sebuah minimarket. Sekarang jam 09.00 malam, setelah pulang kampus dan menemani kekasihnya ia akhirnya bisa pulang beristirahat.
Taehyung mengambil 2 kaleng cola dari lemari pendingin. Sepertinya dia benar-benar kehausan sekarang dan cola selalu saja menjadi minuman favoritnya untuk mengatasi hausnya. Taehyung berjalan kearah kasir, matanya menangkap seseorang yang ia kenali sedang berusaha mengambil sebuah makanan kalengan yang berada dirak yang lumayan tinggi. Tapi karena tinggi badannya tidak mencapainya, ia kemudian mencoba berjinjit tetapi tetap saja tak sampai dan sekarang dia terlihat frustasi.
Taehyung menghampiri gadis itu dan mengambilkan makanan kaleng yang tak bisa diraih gadis itu. "Ternyata kau pendek juga yah gadis aneh". Ejek Taehyung.
Gadis itu mencibir dan menatap tajam Taehyung dari balik poni panjangnya.
"Apa yang kau lakukan malam-malam di sini?". Tanya Taehyung seraya memberikan benda kaleng yang ia ambil ke gadis itu.
"Menurutmu apa? Tentu saja aku sedang berbelanja" Jawabnya sinis.
"Yah aku tau kau sedang berbelanja tapi maksudku ini sudah sangat larut malam, kau tak di marahi ibumu?". Balas Taehyung.
"Itu bukan urusanmu. Terima kasih telah mengambilkannya, permisi". Ucapnya kemudian menunduk dan pergi.
Taehyung hanya menatapnya lalu kemudian mengikutinya ke kasir. Ia terus menatap gadis aneh didepannya menilai penampilan gadis itu. Jaket kebesaran membuat tubuhnya kelihatan mungil, celana training dan rambut hitam panjang yang terlihat lembut tapi entah mengapa selalu menutupi wajahnya. Taehyung jadi penasaran bagaimana rupa gadis ini. Dan mengapa dia selalu menutupi wajahnya, apa dia punya semacam tompel? Pikir Taehyung.
#JeonJungkook
'Mengapa dia terus menatapku? Apa aku terlihat sangat aneh?'. Batin Jungkook menyadari tatapan Taehyung.
Jungkook mengabaikan Taehyung yang sejak tadi menatapnya dari belakang. Entah apa yang dia pikirkan dan Jungkook sama sekali tak peduli. Ia ingin segera membayar belanjaannya dan kembali ke kasurnya dengan selimut hangat dan bantal empuknya. Akhirnya, Jungkook membayar belanjaannya dan berjalan keluar meninggalkan Taehyung. Jungkook mendengar suara gemuruh petir saat di pintu masuk minimarket.
"Sudah ku duga akan turun hujan". Gumam Jungkook mengambil payung yang ia taruh di dekat pintu.
Taehyung hampir menabrak Jungkook yang berdiri di depan pintu.
"Aishhh bisakah kau tak berdiam diri di depan pintu" kata Taehyung kesal.
"Maaf, aku baru saja ingin bergeser"
Tiba-tiba hujan turun dengan deras. Taehyung melongo tak percaya dengan hujan yang mendadak ini.
Jungkook melirik Taehyung dan hampir tertawa melihat ekspresi Taehyung yang lucu dengan mata lelahnya yang berkilat tajam.
"Kau tak punya payung Taehyung-ssi?"
Tanya Jungkook membuyarkan lamunan Taehyung.
"Tak ada, aku naik motor jadi tak bawa payung". Jawab Taehyung lesu.
Jungkook ingin membantunya tetapi dia tak tau harus apa. Meminjamkan payung? Bagaimana Taehyung mengendarai motornya? Meminjamkan jaket tebalnya karena Taehyung tak memakai jaket yang cukup tebal untuk mengatasi rasa dingin karena air hujan. Tapi Jungkook rasa jaketnya tak cocok ditubuh Taehyung walaupun jaket itu kebesaran di tubuhnya.
"Mau kutemani sampai hujan reda Taehyung-ssi". Ucap Jungkook kemudian.
Taehyung tampak mepertimbangkan tawaran Jungkook. Bagaimanapun ia tak bisa pulang sekarang dan ia tak mau menunggu hujan reda sendirian. Ia bisa mati kebosanan sebelum kedinginan. "Kau tak apa-apa menemaniku. Maksud ku orangtuamu tak mengkhawatirkanmu karena belum pulang".
"Maunya sih aku ingin dikhawatirkan seperti itu tapi nyatanya aku tinggal sendiri jadi tak apa".
"Oh baiklah terima kasih".
"Tak masalah". Ucap Jungkook seraya berjalan menuju tempat duduk di depan minimarket. Untung saja minimarket ini punya tempat bersantai menunggu hujan reda. Taehyung mengikuti Jungkook duduk di sisi lain meja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Vote&komen
KAMU SEDANG MEMBACA
Curiosity//kthXjjkGS [Proses]
FanfictionNamaku Jeon Jungkook.. Dan aku bisa melihat KEMATIAN seseorang! . . . . #Kim taehyung x boy #Jeon jungkook x girl Don't copas my story Vote&komen diperlukan ^_^ ⚠️ alur lambat Start 24 Juli 2018
![Curiosity//kthXjjkGS [Proses]](https://img.wattpad.com/cover/149568021-64-k262840.jpg)