Pengakuan pt.2

2.5K 283 12
                                        

Hai haii akhirnya bisa nulis lagi moga kalian suka 😁












**********Happy Reading**********

Fanfic abal-abal gaje pula
Typo everywhere
Author labil












"Jimin... Kau temani Irene di sini, aku dan Taehyung akan mencari Jungkook". Titah Seokjin

Seokjin sedikit berlari ke arah taman belakang rumah Irene, perasaan cemas terus menyelimuti setiap derap langkahnya. Ia bahkan tidak memperdulikan orang-orang yang melihatnya heran dan di tabraknya, di pikirannya cuma ada satu. "Semoga keponakanku baik-baik saja".

.
.
.
.
.
.
.

#KimTaehyung

Taehyung terus mengikuti Seokjin yang terlihat panik dan cemas disaat bersamaan. Taehyung tidak begitu mengerti mengapa wanita yang lebih tua darinya itu terlihat panik, tapi satu hal yang pasti perasaan Taehyung pun tidak enak, ia merasa sedikit sesak didadanya dan ia sangat khawatir dengan gadis bergigi kelincinya. Beberapa saat yang lalu ia merasakan ada aura jahat yang sangat kuat di sekitar rumah ini, sontak saja wajah Jungkook terlintas dipikirannya.

Taehyung menatap sekeliling taman mencari keberadaan Jungkook, hingga akhirnya ia melihat Jungkook tengah duduk di tanah di samping bangku taman. Wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya lemas, Taehyung langsung berlari melewati Seokjin yang ada di depannya.

"Jungkook!!" Teriak Taehyung















#JeonJungkook

Jungkook tak mendengar panggilan Taehyung, ia baru menyadari keberadaannya saat Taehyung duduk berjongkok di hadapannya. Jungkook sedikit melirik dengan pandangan kosong, ia dapat melihat wajah Taehyung yang panik dan khawatir itu dengan jelas.

"Kau tak apa Jungkook?". Tanya Taehyung

Jungkook tak menjawab, seolah kesadarannya belum kembali. Taehyung semakin cemas melihat Jungkook yang tak meresponnya, wajah masih pucat dan tubuhnya bergetar.

"Jung_"

"Minggir kau!". Sela Seokjin seraya mendorong Taehyung ke samping hingga kini ia berada di hadapan Jungkook.

Taehyung terkejut saat Seokjin tiba-tiba mendorongnya hingga ia terjungkal, bukan karena dorongannya tapi karena Seokjin yang bisa menyentuhnya. Taehyung hanya diam terheran dengan posisi berbaring di tanah.

"Kookie... Kau baik-baik saja. Apa yang terjadi?". Ujar Seokjin seraya menangkup kedua pipi Jungkook dengan tangannya.

"Bi-bibi.....". Jawab Jungkook pelan, matanya terlihat ketakutan dan wajahnya benar-benar pucat (dah berapa kali bilang pucat 😑)

Seokjin langsung saja memeluk Jungkook, ia bisa merasakan tubuh Jungkook yang gemetaran. Jungkook menggenggam baju Seokjin dengan erat, ia benar-benar membutuhkan ini sekarang. Seseorang memeluk dan menenangkannya.

"Tak apa... Bibi sudah ada di sini, Bibi akan terus bersamamu". Ujar Seokjin lembut sambil mengelus rambut Jungkook

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Jimin membuka notif pesan yang masuk ke handphonenya. Baru saja Seokjin menghubunginya bahwa ia pulang lebih dulu karena keadaan Jungkook, Jimin hanya mendengus pelan. Ingin marah tapi ia khawatir juga sama sahabat bergigi kelincinya.
Jimin kembali menatap Irene yang masih belum sadarkan diri, ia sejak tadi duduk di samping kasur Irene memastikan kondisi gadis itu.

Setelah agak lama, Jimin memutuskan untuk pulang. Ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu. Jimin baru saja ingin membuka pintu namun pintu tersebut telah di buka oleh seseorang. Jimin menatap orang yang kini berdiri di hadapannya dengan sedikit terkejut, jantungnya tiba-tiba berdetak tak karuan.

"Ah maaf..". Ujar orang itu

"Ti-tidak masalah". Balas Jimin gugup. Dalam hati Jimin merutuki suara yang gugup.

Jimin masih diam berdiri di depan pintu seraya menunduk, jantungnya masih belum bisa ia kontrol dan wajah hingga telinganya sudah merah seperti kepiting rebus.

"Ehem.. Boleh aku masuk".

Jimin sontak mengangkat kepalanya mendengar suara tadi, ia benar-benar malu karena menghalangi jalan orang itu. Namun keputusan untuk mengangkat wajahnya adalah salah, pasalnya setelah ia mengangkat wajahnya matanya langsung bersitatap dengan mata pria yang kini berdiri dihadapannya. Pria berkulit putih yang nampak dingin namun sebenarnya ia sangat hangat.

Jimin terpukau untuk beberapa detik, tak percaya ia bisa berdiri dihadapan pria ini dalam jarak dekat pula. Namun Jimin segera menyadarkan dirinya dan membiarkan pria itu lewat dan berjalan pergi dengan wajah yang masih merona.

"Gadis yang lucu". Gumam orang itu melihat Jimin yang berjalan pergi

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

#KimTaehyung

Taehyung menatap pintu kamar Jungkook, ia ingin melihat keadaan Jungkook tapi ia takut mengganggu Jungkook. Akhirnya Taehyung hanya diam berdiri di depan pintu kamar.

"Sedang apa kau di situ? Biarkan Jungkook istirahat, dan bukannya kau segera kembali ke tubuhmu?".
Ujar Seokjin 

"Hahh aku tau... Tapi aku ingin melihat kondisi Jungkook dulu baru kembali ke tubuhku".

"Oyaoya ada apa ini. Ada perasaan apa kau pada keponakanku". Balas Seokjin dengan ekspresi curiga yang dibuat-buat

"Huh jangan salah paham, aku hanya mengkhawatirkannya".

"Khawatir tanda kau peduli, peduli berarti kau punya perasaan padanya".

"Bukan seperti itu, aku khawatir karena Jungkook sudah banyak membantuku".

"Membantu? Gadis itu yang membuatmu jadi begini, bahkan dia tak melakukan apapun untuk mengatasi masalahmu dengan Irene dan kau khawatir padanya?".

'Benar juga.. Tapi mengapa perasaanku cemas saat melihatnya seperti itu. Masa iya...' batin Taehyung

"Tenang saja ia akan kembali normal besok pagi setelah beristirahat. Kau kembali saja, besok kau bisa menemuinya dengan tubuhmu lagi. Sebaiknya aku juga beristirahat, sampai jumpa". Lanjut Seokjin seraya memasuki kamarnya

Taehyung menatap jam dinding, sekarang sudah jam 22.15 keputusannya masih bulat, ia ingin melihat Jungkook sebelum ke rumah sakit. Perlahan Taehyung menembus masuk ke kamar Jungkook.

Gelap, hanya ada cahaya rembulan yang masuk dari balik tirai jendela namun itu sudah cukup untuk Taehyung melihat wajah Jungkook yang tengah terlelap dengan damai. 'Cantik' batin Taehyung. Kakinya berjalan mendekat ke sebelah kasur Jungkook. Taehyung bisa melihat pahatan sempurna itu hanya dengan bermodalkan cahaya rembulan. Mata terpejam dengan bulu mata panjang dan lentik, kulitnya yang putih dan nampak bersinar karena cahaya bulan serta bibir pink cherrynya yang nampak lembut itu, ingin rasanya Taehyung menggigit bibir itu. Hati Taehyung menghangat rasanya sangat damai dan nyaman hanya dengan melihat Jungkook yang tengah tertidur ini.

Tangan Taehyung terangkat menyentuh pipi putih mulus Jungkook, ia mengusap pelan seraya tersenyum.

"Apa saat aku kembali nanti, kita masih bisa sedekat ini? Karena rasanya sangat berat untuk jauh darimu". Gumam Taehyung

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Masih ada yang nungguin kan?

Gak pendek kan?





Jangan lupa vote&komennya
See you next chapter 😘

Curiosity//kthXjjkGS [Proses]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang