Decision

2.5K 288 2
                                        

Yeyyyyy update 😁


~~~~~~~Happy Reading~~~~~~~

Typo everywhere
Kalau nemu bilang yahh











#JeonJungkook

Jungkook melangkahkan kakinya memasuki sebuah kamar di rumah sakit, matanya langsung menangkap sosok wanita paruh baya yang tengah tertidur disebelah pemuda yang berbaring dikasur tersebut dengan selang infus yang masih terpasang dan banyak lagi selang-selang lainnya yang terpasang ditubuh pemuda itu. Jungkook perlahan berjalan ke meja nakas dan menaruh bunga yang ia bawa kedalam vas. Jungkook memperhatikan Taehyung yang terus memandang wanita paruh baya itu dengan sendu, Jungkook bisa merasakan kesedihan di mata Taehyung yang kini perlahan mendekati wanita itu.

Tangan Taehyung terulur untuk menyentuh tangan wanita itu meskipun nyatanya ia tak bisa menyentuhnya tetapi ia menggenggam tangan itu seolah-olah benar-benar menyentuhnya membuat Wanita tersebut sedikit terusik dari tidurnya, perlahan ia membuka matanya dan terkejut melihat kehadiran Jungkook.

"Selamat pagi bibi, apa aku mengganggu?". Sapa Jungkook

"Ahh Jungkook. Tidak, kau tidak mengganggu. sejak kapan kau datang?". Jawab wanita itu

"Aku baru tiba bibi". Tutur Jungkook

Jungkook kembali memfokuskan penglihatannya pada Taehyung yang masih berdiri disamping wanita itu, menatap sendu sang ibu.

"Apa bibi belum pulang kerumah juga?". Tanya Jungkook seraya mendekat kearah jendela dan menyibak gordennya.

"Jika bibi pulang siapa yang akan menjaga Taehyung, nak. Bibi tidak ingin meninggalkannya lagi". Jawab Mommy Baek pelan.

Hening. Jungkook tak tau lagi ingin berkata apa, melihat Taehyung yang terus menatap ibunya yang dengan telaten mengurus dirinya yang sedang koma ditempat tidur. Jungkook sengaja mengajak Taehyung kemari sekedar melihat kondisi orang tuanya yang begitu terpukul karena kecelakaan dirinya, dan mungkin saja bisa membuat Taehyung berubah pikiran untuk segera mengatasi masalahnya.

"Jungkook-ah kau tak kuliah hari ini?". Tanya Mommy Baek pelan.

"Aku sedang tak ada jadwal kuliah bibi, lagipula sebentar lagi aku lulus". Jawab Jungkook dengan senyum lembut diwajahnya.

"Jadi seperti itu kau sebentar lagi lulus sama seperti Tae. Jika saja dia tidak...". Kata-kata Mommy Baek terputus oleh air mata yang tiba-tiba mengalir menuruni pipinya. Ia terisak pelan melihat anaknya terbaring tak berdaya ditempat tidur hingga membuat Jungkook yang melihatnya perlahan mendekat dan menenangkannya.

"Maafkan aku, Bibi jadi sedih lagi". Ujar Jungkook jujur.

"Tak apa, ini bukan salahmu. Bahkan bibi berterima kasih padamu karena sudah menolong Tae, nak. Bibi benar-benar berterima kasih". Ujarnya seraya menyeka air mata yang terus turun dari pelupuk matanya tanpa diminta.

Jungkook terdiam, dirinya tak tau lagi harus melakukan apa pada wanita rentan itu. Melihatnya Jungkook malah teringat oleh sosok ibunya. Sosok yang selalu menemani masa kecilnya yang penuh kebahagian, yang selalu sedih dan khawatir saat Jungkook terluka walau sedikit, yang selalu berada disisinya tapi sekarang tidak lagi.





#KimTaehyung

Apakah seorang pria yang menangis itu dianggap sebagai pria yang lemah? Apakah salah jika seorang pria menangis? Karena Taehyung rasanya ingin menangis sekarang. Melihat sang ibu yang kini terlihat sangat berantakan dan hancur dari kali terakhir ia melihatnya 2 hari yang lalu. Dalam waktu yang singkat itu sang ibu sudah berubah banyak dilihat dari tubuhnya yang mulai kehilangan berat badannya dan juga kantong matanya.

Curiosity//kthXjjkGS [Proses]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang