Truth

2.8K 271 1
                                        

Sekali-kali Update siang ahh muehehehe

Kalau nemu typo kasi tau yahh











~~~~~~~Happy Reading~~~~~~~

Typo everywhere

Part ini sebagian besar flashback yahh meuhehehe














#JeonJungkook

Jungkook melangkah pelan menuju kelas paginya. Dibelakangnya Taehyung mengikutinya dengan tatapan tajam. Ia sudah menceritakan semuanya pada Taehyung. Jungkook tak pernah bermaksud menyembunyikan semuanya dari Taehyung, ia hanya beranggapan bahwa itu bukanlah sesuatu yang penting untuk dijelaskan tapi bibinya benar Taehyung berhak mengetahui semuanya secara keseluruhan. Meskipun bibinya beranggapan ini semua karena kecerobohan Jungkook karena melupakan pesan bibinya, tapi hey Jungkook juga berhak melanjutkan hidupnya dan kebetulan saja Taehyung sedang sial karena menjadi penggantinya yang membuat dirinya seperti sekarang. Dan parahnya lagi Jungkook baru tau kalau Taehyung memiliki batas waktu untuk kembali ke tubuhnya. Jungkook merasa sedikit bersalah, tapi jika ia tak melakukan pertukaran maka ia yang akan mati.



#KimTaehyung

Taehyung mengikuti Jungkook menuju kelasnya dengan tatapan tajam. Ia marah pada Jungkook, ia kesal karena Jungkook tak menjelaskan semuanya pada awal mereka bertemu. Tapi ia tidak sampai memarahi Jungkook didepannya langsung, walau bagaimanapun ini bukanlah kesalahan Jungkook, ia hanya ingin melanjutkan hidupnya. Ini juga bukan kesalahan dirinya yang selalu sial, pada siapa kau bisa menyalahkan kesialanmu. Ini semua karena memang sudah ditakdirkan.
Tapi bagaimana mungkin dia harus terjebak takdir dengan Jungkook. Taehyung kembali mengingat-ingat ucapan Jungkook semalam.
.
.
.
.


Flashback on


"Aku bisa jelaskan". Ujar Jungkook

"Jelaskanlah dan ku harap kau tak menyembunyikan apapun lagi". Ancam Taehyung

"Baiklah, semuanya bermula sebelum aku bertemu denganmu. Seperti yang sudah pernah aku jelaskan padamu bahwa aku bisa mengetahui waktu kematian seseorang dengan melihat aura hitam di tubuhnya". Taehyung menyimak penjelasan Jungkook.

"Pagi itu saat aku hendak berangkat kuliah aku menatap cermin dan melihat aura hitam pertanda kematian dari tubuhku. Melihat hal itu, menurutmu bagaimana reaksiku?".

"Kau syok atau mungkin kau_".

"Biasa saja, reaksiku tak berlebihan seperti itu". Potong Jungkook

"Biasa saja?".

"Yah, karena sebelumnya aku sudah pernah mengalaminya dan yang menyebabkan masalah ini terjadi karena itu kematianku yang kedua. Kematianku yang pertama aku memberitahu bibiku dan bibi berkata bahwa aku bisa menghindari kematianku itu dengan menggantikan kematian diriku dengan orang lain, dengan kata lain orang lain yang akan mati bukan diriku. Tapi kematian keduaku aku lupa memberitahu bibiku".

"Tapi bagaimana mungkin kau bisa melakukan pertukaran seperti itu?".

"Pertanyaan bagus. Sejak dulu keluargaku turun temurun memang mewarisi kekuatan aneh. Seperti bibiku yang bisa melihat makhluk tak kasat mata dan membaca takdir seseorang. Aku pun mewarisi kekuatan, tapi kekuatanku hanya diwarisi oleh orang tertentu dalam keluargaku. Dan aku adalah orang yang terpilih untuk mewarisinya seperti nenek buyut ku. Awalnya kekuatan ini harusnya dimiliki oleh ibuku menurut silsilah keluarga. Tapi ibuku bukan orang yang bisa mewarisinya, ibuku memiliki fisik yang lemah dan dia terlalu baik, jadi kekuatan ini terwariskan padaku yang pada saat itu dikandung ibuku. Mungkin karena aku memiliki fisik yang lebih kuat dan tidak terlalu baik seperti ibuku". Ujar Jungkook

"Lalu apa maksudmu dengan kematian keduamu yang menyebabkan semua ini?".

"Yah karena aku hanya bisa melakukan pertukaran kematian dengan orang yang aku pilih hanya satu kali. Kau tak bisa menghindari kematianmu karena pada dasarnya kau hidup hanya untuk mati. Walaupun aku selamat dari kematianku yang pertama pasti aku juga akan mati, Makanya pada kematianku yang kedua, meskipun aku berhasil melakukan pertukaran tapi aku tak bisa memilih lagi orang yang aku ingin tukarkan, ia akan terpilih secara acak dan karena kesialanmu kaulah yang terpilih. Jadi ini bukan sepenuhnya salahku ingat". Jawab Jungkook

"Dan kau harus tau siapa orang yang menggantikan kematianku pertama kali. Dia adalah pejabat korup yang entah mengapa memiliki umur yang lebih panjang dengan memakan uang rakyat. Aku begitu senang saat dia mati terkena serangan jantung saat menyampaikan pidato sampahnya. Aku sangat puas karena sudah melakukan pertukaran dengannya". Sambung Jungkook dengan senyum bangganya.

"Lalu mengapa kau tak melakukannya lagi untuk kematian keduamu?".

"Bukankah sudah kubilang untuk yang kedua itu terpilih secara acak, aku sendiri tak sadar sudah melakukan pertukaran".

"Itu karena kau tidak melakukan pertukaran secara langsung tapi perlahan-lahan dengan menyerap energi kehidupan orang yang terpilih". Timpal bibi Jungkook ikut menjelaskan.

"Taehyung terpilih karena itu takdirnya". Lanjutnya

"Tapi mengapa aku tidak langsung meninggal, bukankah aku menggantikan kematian Jungkook". Ujar Taehyung penasaran

"Yah itu karena kau di takdirkan belum mati untuk sekarang".

"Bibi daritadi bicara soal takdir takdir dan takdir". Timpal Jungkook merasa bosan

"Itu karena bibi memang memiliki kemampuan untuk membaca takdir dan jodoh seseorang". Ujar bibi Jungkook setengah kesal dengan ponakannya ini. Untung sayang.

"Lalu mengapa sampai sekarang bibi belum menikah? Apa bibi ditakdirkan untuk jomblo seumur hidup?". Ejek Jungkook

"Enak saja, semua orang ditakdirkan memiliki pasangan. Tidak ada makhluk hidup didunia ini yang terlahir tidak memiliki pasangan. Hanya saja ada beberapa keadaan yang menyebabkan kau belum bertemu jodohmu. Seperti bibi yang sedang menghindari takdir bibi."

"Bibi menghindari jodoh bibi? Ya ampun bibi tak bisa begitu saja menghindari jodoh bibi karena itu sudah ditakdirkan". Taehyung ikut menanggapi.

"Bibi tidak bilang kalau bibi sedang menghindari jodoh bibi. Bibi hanya sedang menghindari kemungkinan jodoh bibi belum dilahirkan". Ucap bibi Jungkook dramatis.

"Ya ampun aku menyesal telah berbicara". Ucap Taehyung dan Jungkook bersamaan.

Flashback off

.
.
.
.

Taehyung berhenti didepan kelas Jungkook, ia tak ikut masuk. Matanya melihat seseorang dan mengikutinya. Taehyung terlihat senang karena bisa bertemu dengan Irene pacarnya yang sedang ia ikuti sekarang. Taehyung merasa sangat merindukannya setelah beberapa hari terperangkap dengan gadis hantu dan beberapa urusannya yang membuat ia memilih untuk mati saja jika terus seperti ini. Tapi melihat kekasihnya ia jadi memiliki semangat hidup baru. Taehyung terus mengikuti Irene ke kelasnya. Dibenak Taehyung memiliki banyak pertanyaan. Seperti
'Apa Irene tau dia kecelakaan? Apa Irene mengunjunginya di RS? Apa Irene marah padanya karena tak hadir dipestanya? Dan yang terpenting... Apa Irene juga merindukannya?'.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Vote&komen jangan lupa yahh hehehe

Terima kasih karena masih berkenan membaca fanfic abal-abal saya ^_^

Curiosity//kthXjjkGS [Proses]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang