Latihan pt.2

976 104 1
                                        

**********Happy Reading***********

Typo everywhere

Fanfic abal-abal

Dah tuh aja

.
.
.
.








"Ini mengapa kekuatanmu tidak bisa disebut teleportasi, karena bahkan bila yang kau pikirkan tidak ada atau tidak nyata didunia ini kau bisa membuatnya menjadi nyata meski itu memiliki batas waktu. Misalnya saja kau memikirkan untuk memunculkan monster disini, maka monster itu akan muncul dan akan menghilang beberapa saat kemudian. Monster yang kau pikirakan itu adalah wujud nyata dari imajinasimu. Sekarang kau mengerti?".

Taehyung menganggukan kepalanya tanda mengerti.

"Bagus.. Nah sekarang kita harus mengecek keadaan Jimin lagi".

.
.
.
.
.
.
.

Jimin mengerjapkan matanya, merasa sedikit pusing dan asing terhadap sekitarnya.

"Kau sudah sadar?"

Jimin mengalihkan pandangannya, melihat Seokjin yang berada disamping tempat tidurnya.

"Bi-bi..?"

"Iya ini aku, bagaimana? Apa ada yang sakit?"

Jimin menggeleng, kesadarannya sudah perlahan membaik, menyadari dirinya sedang berada di Rumah Sakit membuatnya sedikit kebingungan.

.
.
.
.
.

#KimTaehyung

Taehyung berdiri disamping Seokjin memperhatikan Jimin yang kini telah sadar, mereka sedikit berbincang namun Taehyung sedikit merasa ada yang aneh.

"Bibi.. Jimin sudah tak bisa melihatku?" Bisik Taehyung.

"Sepertinya begitu."

"Apa Taehyung ada disini?" Sahut Jimin melihat Seokjin yang berbicara pada seseorang yang tentu tak dilihatnya.

"Tadi sepertinya aku melihatnya atau aku hanya bermimpi, tapi kenapa aku tiba-tiba ada disini dan kenapa bibi juga berada disini?"

"Bibi harus menjawab yang mana dulu?"

"Hmm.. Kenapa bibi bisa ada disini?"

"Karena Taehyung yang memanggilku."

"Ba-bagaimana?"

"Hah.. Haruskah bibi menjelaskannya lagi."

.
.
.
.
.
.
.

Rumput dan tanaman liar lainnya nampak layu dan mengering saat sosok itu lewat, bahkan pohon-pohon di area itu juga nampak layu seolah sosok itu menghisap energi kehidupan disekitarnya. Tubuhnya yang seperti gumpalan energi berubah menjadi sosok manusia utuh seiring dengan semakin dekat jarak rumah itu darinya.

Sosok itu berdiri tepat didepan pintu rumah, ia menembus masuk begitu saja, matanya yang berwarna merah darah menyusuri seluruh ruangan. Menemukan apa yang dicarinya ia segera menuju sebuah ruangan di rumah itu, menggeser sebuah lemari besar dengan kekuatannya, mudah sekali. Tangannya perlahan terulur menyentuh permukaan dinding itu, sebuah ukiran nampak indah membentuk sebuah gambar yang tingginya sama seperti lemari besar tadi.

"Sebentar lagi..."

.
.
.
.
.



"Wow.. Taehyung bisa melakukan itu, keren..." Jimin nampak antusias, matanya berbinar setelah mendengar cerita Seokjin.

"Lalu? Bagaimana dengan Kookie?"

Taehyung sontak memfokuskan dirinya, mencoba mendengar kabar yang mungkin akan disampaikan Seokjin. Seokjin menaikkan sebelah alisnya disertai senyum penuh arti di bibirnya.

Curiosity//kthXjjkGS [Proses]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang