Terdesak

1.1K 128 4
                                        

*********Happy Reading************

Typo everywhere
Fanfic abal-abal














Taehyung diam berdiri didepan pintu apartemen Jungkook, ia sendiri tidak tau kenapa dirinya bisa sampai disini. Yang ia ingat, dirinya sedang berjalan-jalan memikirkan keadaan Jungkook dan dirinya hingga saat sadar ia sudah berada didepan apartemen Jungkook. Taehyung tau saat ini Jungkook pasti berada di tempat Neneknya, tubuhnya perlahan berbalik hendak pergi namun ia malah melihat Jimin yang berjalan mendekat ke arahnya.

Jimin ikut serta berdiri didepan pintu bersama Taehyung yang tidak jadi pergi dan tentu saja Jimin tak bisa melihat sosok Taehyung. Lama mereka berdiri, hingga kemudian Taehyung mendadak terkejut merasakan tekanan aura yang sangat dikenalinya berasal dari dalam apartemen Jungkook.

.
.
.
.
.
.
.
.


#KimTaehyung

Tubuh Taehyung gemetar ditengah keterkejutannya, dirinya ingin segera pergi dari tempatnya. Tapi mengingat Jimin juga berada disitu, ia mengurungkan niatnya untuk pergi. Taehyung bingung, bagaimana cara ia memberitahu Jimin bahwa ada bahaya besar dibalik pintu yang ada didepannya sedangkan dirinya tak bisa menyentuh Jimin, mendengar dan melihat dirinya saja Jimin tak bisa. Sementara itu, tekanan aura yang berasal dari dalam apartemen semakin kuat seakan makhluk itu perlahan mendekat kearah mereka.

Jimin masih diam didepan pintu, menimbang apakah ia harus masuk kedalam atau tidak, Jimin tau password apartemen Jungkook tapi menerobos masuk bukanlah tindakan sopan menurut Jimin. Tapi jika tidak masuk, ia mungkin tidak akan tau alamat rumah nenek Jungkook, Seokjin masih belum membalas pesannya terlebih lagi Jungkook. Jimin berpikir mungkin saja dikamar Jungkook ataupun Seokjin ada petunjuk tentang alamat rumah nenek Jungkook. Dengan satu tarikan napas memantapkan hati, Jimin perlahan menekan tombol password. Bersamaan dengan itu, sosok yang Taehyung yakini sebagai roh jahat berada tepat dibalik pintu didepan mereka. Taehyung semakin panik terlebih lagi saat Jimin menekan angka terakhir dan memegang kenop pintu. Dengan cepat Taehyung segera menyambar tangan Jimin menariknya pergi, Jimin terkejut ketika dirinya tiba-tiba ditarik pergi, saat melihat siapa yang menariknya Jimin semakin terkejut lagi.

"Ta-Taehyung??".

Taehyung terus menarik Jimin pergi dari apartemen Jungkook ketempat yang menurutnya aman, hingga akhirnya Taehyung menyadari sesuatu. Taehyung berbalik melihat tangannya yang memegang lengan Jimin dan melihat ekspresi Jimin yang sama terkejutnya dengan dirinya.

"Taehyung???"

"Jimin???"

"Ba-bagaimana bisa ka-kamu?".

"Yah Ak-aku juga tidak tau".

Jimin tak menjawab masih teramat bingung dengan situasi yang sedang terjadi, Taehyung yang terlihat didepan matanya, bahkan memegang lengannya dan tadi menariknya.

"Ka-kau sudah kembali ke tubuhmu yah?".  Sahut Jimin kemudian

Taehyung menggeleng, dirinya juga sangat kebingungan kenapa Jimin bisa melihatnya dan bahkan dirinya bisa menyentuh Jimin. Taehyung terpikirkan oleh sesuatu.

"Jimin, kau punya cermin?".

Jimin memeriksa tasnya dan memberikan cermin genggamnya pada Taehyung. Taehyung bisa memegang cermin tersebut tapi, bayangannya tidak muncul pada cermin tersebut.

"Ada apa? Sebenarnya apa yang terjadi? Dan kenapa tadi kau menarikku?". Tanya Jimin yang begitu penasaran

"Aku tidak tau pasti kenapa kau bisa melihatku, tapi sebelum itu ada bahaya besar yang hampir mencelakai kita tadi". Jawab Taehyung teringat dengan roh jahat tadi

"Bahaya? Di Apartemen Jungkook?".

"Ada Roh_"

Duakhh

Brughh

Perkataan Taehyung terpotong dengan tubuhnya yang tiba-tiba terhempas, Jimin menjerit kaget saat melihat Taehyung namun tiba-tiba suaranya langsung menghilang bersamaan dengan tubunya yang gemetaran merasakan sosok dibelakangnya. Taehyung mencoba berdiri, memegang perutnya yang terasa sakit. Ia bisa melihat Jimin yang terangkat di udara, TERANGKAT.. Taehyung syok.

Jimin kesulitan bernapas, kakinya bergerak-gerak berusaha mengapai tanah pijakannya. Sosok roh jahat itu menampakkan dirinya dalam wujud bayangan hitam, tangannya mencekik leher Jimin. Meski wajahnya tak begitu terlihat, hanya tampak seperti siluet wajah dengan mata merahnya yang terlihat jelas. Mata merah itu menatap Taehyung yang juga menatap kearahnya.

"Lepaskan dia!". Sahut Taehyung tajam

Ekspresi wajah Taehyung berubah tak lagi ketakutan seperti tadi, meski begitu kakinya masih sedikit gemetaran. Taehyung berusaha mengumpulkan semua keberaniannya, ia harus bisa membantu Jimin, jika terjadi sesuatu padanya Jungkook pasti akan membencinya. Roh jahat itu hanya menyeringai melihat Taehyung sebelum kemudian menjatuhkan Jimin dan ganti menyerang Taehyung. Jimin terbatuk-batuk dan mencoba bangkit, ia memegang lehernya dan melihat sosok roh itu menghempaskan Taehyung lagi namun pandangannya mengabur dan detik berikutnya ia sudah tak sadarkan diri.

"Uhuk..Uhuk.."

Taehyung terbatuk namun masih mencoba mempertahankan kesadarannya. Sosok itu semakin mendekati Taehyung yang masih mencoba bangkit, menatap Taehyung dengan tatapan angkuhnya.

"Benar-benar lemah... Kau bahkan tak bisa menghindari seranganku".

"Ini semakin mempermudah untuk menghabisimu, meski aku mengharapkan sedikit perlawanan".

Taehyung nampak terkejut, bukan karena perkataannya tapi karena dari posisi Taehyung yang duduk berlutut dan hanya melihat sebatas kaki lawannya yang jelas sekarang Taehyung yakin dirinya melihat roh itu memiliki kaki, tepat berada didepan pandangannya. Suaranya juga terdengar lebih manusiawi, Taehyung mencoba menaikkan pandangannya namun sebelum ia melihat wajah asli roh jahat itu kepalanya lebih dulu diinjak dan harus membuatnya mencium tanah.

"Begitu kau lenyap, aku akan lebih mudah untuk mendapatkan gadis itu dan dia akan menjadi wadah yang sempurna".

"J-jangan sentuh dia".

"Hm? Untuk apa aku mendengar perkataanmu. Kau tak bisa melakukan apapun untuk bisa menghentikanku".

"Sebentar lagi kau akan lenyap dan selanjutnya gadis yang disana itu, lalu kemudian... Jeon Jungkook".

Tangan Taehyung terkepal, ia sedikit menggeram mendengar perkataan roh itu yang ingin mencelakai Jungkook. Taehyung harus melawannya, tapi bagaimana? Bukankah dia punya energi kehidupan yang kuat milik Ibu Jungkook dulu? Apa mungkin ia bisa menggunakannya? Terlebih lagi kenapa dirinya bisa terlihat oleh Jimin? Pasti ada alasan dibalik itu.

"Seandainya saja Bibi Seokjin ada disini, dia pasti bisa membantuku dan menjelaskan apa yang terjadi". Batin Taehyung

Roh jahat masih terus menginjak kepala Taehyung, tangannya perlahan terangkat seolah sedang menyiapkan serangan untuk menghabisi Taehyung, namun belum sempat ia melancarkan serangannya, roh itu langsung menghindar  menghilang dan muncul kemudian beberapa meter dari tempat sebelumnya.

"Ah ku pikir akan berhasil.."

"Sepertinya tadi ada yang memanggilku".

Taehyung terkejut mendengar suara familiar itu, ia langsung mengangkat kepalanya melihat ke sumber suara. Disana Seokjin berdiri menatap kearah roh jahat tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya.

"Cepat bangun dan menjauh dari sana".

.
.
.
.
.
.
.
.












Semoga gak pendek😅



Ehem.. Vote dan komennya jangan lupa ehe

Curiosity//kthXjjkGS [Proses]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang