~~~~~~~Happy Reading~~~~~~
Typo everywhere
Fanfic abal-abal
Author labil
#JeonJungkook
Jungkook melangkahkan kakinya masuk ke apartemen dengan gontai. Wajahnya tertekuk dan mulutnya menghela napas panjang. Sudah seminggu lebih dia menunda rencananya untuk menyelidiki Irene gara-gara tugas kampusnya. Dia benar-benar tak punya waktu karena sibuk dengan ulangan-ulangan dan tugas dari dosennya, ia hanya meminta Jimin menyelidiki Irene. Jungkook mengistirahatkan dirinya di sofa, ia benar-benar lelah dan sekarang jam 7 malam perutnya mulut keroncongan. Jungkook lapar dan haus tapi ia sangat lelah bahkan hanya untuk bernapas sekalipun.
#KimTaehyung
Taehyung mengernyitkan alisnya mendengar suara perut Jungkook. Wanita didepannya ini benar-benar sudah kehabisan tenaga bahkan ia sudah tak mampu untuk mengangkat satu jarinya. Taehyung menghela napas, sebenarnya ia ingin protes pada Jungkook karena masih belum menyelidiki Irene, tapi mengingat keadaan Jungkook seminggu ini ia malah kasian dengannya. Seminggu ini Taehyung melihat Jungkook setiap hari begadang bahkan Jungkook tak bisa bersantai di hari liburnya. Mungkin jika Taehyung tidak sedang koma ia juga pasti sudah sangat sibuk seperti Jungkook. Taehyung sedikit kagum dengan Jungkook walaupun terlihat seperti mayat hidup dia ternyata cukup cerdas dan pekerja keras ditambah lagi Jungkook berjuang sendiri atas hidupnya.
Taehyung sebenarnya cukup penasaran dengan keluarga Jungkook. Setahu dia Jungkook mempunyai seorang Ibu tapi sudah meninggal dan satu-satunya keluarga Jungkook yang ia tau adalah bibi Jin yang bisa dikatakan ia lebih cocok dipanggil Kakak oleh Jungkook. Pertanyaan Taehyung dimana ayah Jungkook? Ia tidak pernah mendengar Jungkook membicarakan Ayahnya.
#JeonJungkook
Jungkook sedikit terkejut karena suara telfon. Dengan malas ia merogoh tasnya dan mengambil smartphonenya. Taehyung memperhatikan gerakan Jungkook yang tak lebih seperti siput yang sekarat sangat lamban dan tak bertenaga. Jungkook mengangkat telfon yang ternyata dari Jimin itu dengan wajah kesal.
"Hal_"
"Apa!!". Bentak Jungkook menyela ucapan Jimin
"Woow santai nona Jeon, tak bisa kah kau beramah tamah pada sahabatmu yang manis ini".
"Ck.. mengapa kau menelfonku. Jika tak penting akan ku tutup". Balas Jungkook
"Memangnya salah jika sahabatmu ini ingin menelfonmu".
Jungkook memutar bola matanya malas, ia benar-benar malas meladeni Jimin kali ini.
"Akan ku tutup". Ujar Jungkook
"Tunggu.. tunggu sebentar!". Teriaka Jimin di seberang telfon
"Makanya Jangan berbelit-belit langsung katakan saja alasan kau menelfonku".
"Iya iya.. Ku tebak kau pasti lagi lapar sekarang".
"Bagaimana kau tau?".
"Karena kau sangat menyebalkan kalau lagi lapar". Jungkook menekuk alisnya 'sungguh Jimin menelfonnya hanya untuk mengejeknya. Ingatkan Jungkook untuk tidak menjawab telfon Jimin lagi'
"Kau menelfonku hanya untuk membicarakan itu. Akan ku tutup". Jawab Jungkook kesal
"Tunggu! Kali ini aku serius Ada yang ingin ku sampaikan tentang Irene".
"Benarkah? Kalau begitu cepat katakan".
"Hmm... Setelah ku pikir-pikir akan ku ceritakan langsung kepadamu saja, jadi Aku akan keapartemenmu besok pagi. Sudah dulu yahh". Jawab Jimin dan memutuskan sambungan telfonnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Curiosity//kthXjjkGS [Proses]
Fiksi PenggemarNamaku Jeon Jungkook.. Dan aku bisa melihat KEMATIAN seseorang! . . . . #Kim taehyung x boy #Jeon jungkook x girl Don't copas my story Vote&komen diperlukan ^_^ ⚠️ alur lambat Start 24 Juli 2018
![Curiosity//kthXjjkGS [Proses]](https://img.wattpad.com/cover/149568021-64-k262840.jpg)