*********Happy Reading************
Typo everywhere
Fanfic abal-abal
"Jungkook kau yakin akan berhasil, batas waktumu tak lebih dari 20 hari lagi untuk berlatih".
"Seokjin jangan khawatir, karena bocah itu..... diam-diam selalu melatih kekuatannya, kita hanya tinggal memperkuat hasil latihannya. Nenek jadi penasaran, bagaimana hasil latihanmu selama ini".
.
.
.
.
.
.
#JeonJungkook
Jungkook sedikit takut dan gugup saat neneknya meminta ia untuk mengeluarkan energi alias auranya. Sejujurnya ia sedikit terkejut dan penasaran kenapa neneknya itu bisa tau kalau selama ini Jungkook biasa berlatih, ia sendiri melakukan latihan-latihan hanya untuk mengusir roh-roh maupun arwah-arwah yang menganggunya. Meski ia termasuk keturunan terkuat tapi kalau ia tidak pernah melatih kekuatannya maka julukan keturunan terkuat hanya akan jadi sebuah julukan saja. Sejak dulu, ia selalu menghindari latihan yang dilakukan dikediaman ini, tapi sejak kejadian yang menimpa Jimin dan dirinya membuat ia bertekad untuk berlatih dan berjanji akan melindungi Jimin. Tak disangka latihan-latihan isengnya bisa sangat bermanfaat diwaktu yang hampir habis ini.
Seokjin masih menatap Jungkook tak yakin, ia benar-benar tak menyangka Jungkook yang benci membuang-buang waktu dengan hal yang dianggapnya tidak berguna dalam kurung berlatih. Namun ternyata ia sudah diam-diam berlatih selama ini, huh pantas saja roh-roh dan arwah-arwah sangat ketakutan saat bertemu dengannya.
"Jungkook, perlihatkan energimu.. Nenek ingin tau sudah sejauh mana kau berkembang. Setelah itu, Nenek akan memutuskan akan melatihmu seperti apa".
Jungkook mengangguk patuh, ia kemudian menutup matanya mencoba berkonsentrasi. Seokjin mengamati Jungkook penuh harap dan penasaran.
Perlahan tubuh Jungkook mengeluarkan aura berwarna hitam yang kian lama kian pekat dan membesar hampir menyelimuti setengah ruangan itu. Seokjin terkejut dengan energi yang dikeluarkan Jungkook, kalau dipikir-pikir ini pertama kalinya ia melihat aura Jungkook sejak bertahun-tahun berlalu. Seokjin merinding merasakan tekanan aura Jungkook, nafasnya sedikit tercekat tapi hanya sebentar. Aura ditubuh Jungkook sudah berhenti merambat diudara, setengah ruangan telah diselimuti energi hitam yang mampu membuatmu merinding.
Jungkook perlahan membuka kedua matanya, ia menatap Nyonya Jeon yang masih setia memasang wajah datarnya persis seperti ekspresi yang selalu Jungkook tunjukkan. Seokjin memperhatikan penampilan Jungkook yang diselimuti aura hitam, dibelakang punggungnya energi itu seperti membentuk siluet sayap. Seokjin melirik wajah Jungkook yang terlihat sangat kontras dengan penampilan hitam-hitamnya. Kulit putih pucat dengan bola mata berwarna merah darah meski hanya sebelah.
Jungkook terus menatap Nyonya Jeon dengan sebelah mata berwarna merah darah, mencoba sedikit mengintimidasinya dengan tekanan energinya. Namun, Nyonya Jeon tak nampak terintimidasi sama sekali, membuat dirinya sedikit menekuk alis kesal. Ditambah lagi asisten Neneknya yang berada disebelahnya pun bereaksi sama dengan sang Nyonya rumah. Jungkook sedikit demi sedikit menghilangkan tekanan auranya, yang membuat Nyonya Jeon menaikkan sebelah alis.
"Apa hanya sampai disitu batasmu? Ku pikir itu akan bisa lebih pekat lagi, yahh tapi sejujurnya yang tadi itu membuatku merinding meski tak sampai menekanku, kerja bagus. Bagaimana pendapatmu Ji Yu?". Ujar Nenek Jungkook
Jungkook masih mengeluarkan auranya, namun sudah tampak lebih kecil dari tadi. Siluet sayap dipunggungnya pun sudah menghilang, warna auranya juga sudah tidak sepekat tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Curiosity//kthXjjkGS [Proses]
FanfictionNamaku Jeon Jungkook.. Dan aku bisa melihat KEMATIAN seseorang! . . . . #Kim taehyung x boy #Jeon jungkook x girl Don't copas my story Vote&komen diperlukan ^_^ ⚠️ alur lambat Start 24 Juli 2018
![Curiosity//kthXjjkGS [Proses]](https://img.wattpad.com/cover/149568021-64-k262840.jpg)