~~~~~~~Happy Reading~~~~~~~
Typo everywhere
#KimTaehyung
Aku duduk berhadapan dengan gadis aneh itu dan sekarang aku tak tau harus apa, ini benar-benar canggung. Sementara hujan masih mengguyur dengan deras. Aku mengambil minuman kalengku dan menyodorkan satu ke gadis itu. "Terima kasih karena mau menemaniku. Kau mau Cola?".
"Bukan masalah, Terima kasih kembali". Balasnya mengambil Cola yang ku berikan.
"Kau tak kedinginan meminum ini Taehyung-ssi?". Tanyanya menatap kaleng cola.
"Tidak". Jawabku kemudian meneguk minumanku.
"Seharusnya kau meminum minuman yang lebih hangat Taehyung-ssi, sekarang sedang hujan". Ucapnya seraya berdiri dari tempat duduknya.
Taehyung menaikkan sebelah alisnya. "Kau mau kemana?"
"Aku mau membeli kopi panas. Kau juga mau Taehyung-ssi?".
"Aku tak suka kopi".
"Oh begitukah? Kalau begitu kau mau yang lain?".
"Tak usah Terima kasih. Aku masih ada minuman, kau tak mau cola itukan?". Ucapku datar
"Baiklah, permisi sebentar".
'Ada apa denganku, hanya karena dia menolak minumanmu kau memperlakukannya seperti itu. Sadarlah Taehyung dia sudah bersedia menemanimu'.
#JeonJungkook
Aku berdiri dari tempat dudukku bermaksud untuk membeli minuman hangat. Bagaimana mungkin dia bisa meminum cola dingin itu disaat hujan seperti ini, jadi ku tawari dia kopi panas.
"Aku mau membeli kopi panas. Kau juga mau Taehyung-ssi?".
"Aku tak suka kopi".
'Dia tak suka kopi, untuk ukuran pria ini agak aneh. Apa dia alergi?'
"Oh begitukah? Kalau begitu kau mau yang lain?". Apa-apaan kau Jeon Jungkook, sejak kapan kau peduli sama orang ini.
"Tak usah Terima kasih. Aku masih ada minuman, kau tak mau cola itukan?". Ini hanya perasaanku saja atau Dia terdengar sedang kesal. Hmm apa peduli ku.
"Baiklah, permisi sebentar".
Jungkook berjalan memasuki minimarket dan kemudian mengambil secangkir kopi dari mesin pembuat kopi. Ia kembali berjalan menuju tempat Taehyung.
"Maaf meninggalkanmu sebentar Taehyung-ssi".
"Tak masalah ehmm..."
"Jungkook, namaku Jeon Jungkook. Panggil saja Jungkook Taehyung-ssi, maaf karena tak memperkenalkan namaku sebelumnya". Sejak kapan kau sesopan ini Jeon Jungkook, ya ampun.
"Aaahh tak masalah Jungkook, lagi pula tak usah memanggilku dengan -ssi karena aku rasa kita seumuran itu terdengar canggung untukku".
"Aahh maafkan aku".
"Tak usah meminta maaf, aku terlihat seperti penjahat kalau kau terus meminta maaf". Ucapnya sambil tersenyum.
"Hmm baiklah".
Hening tak ada satupun dari kami yang membuka mulut lagi. Ku putuskan untuk menyesap kopi yang tadi ku beli dan aku hampir saja meminum rambutku sendiri. Sungguh menyebalkan, aku mengambil ikat rambut di sakuku dan mengucir rambutku. Sekarang aku bisa minum dengan tenang, ingatkan aku untuk memotong rambutku karena aku malas mengucirnya.
Taehyung terdiam menatapku dan aku rasa dia tak berkedip. Dia sedang tak kerasukan kan? Karena sejak tadi aku tak melihat satupun hantu didekat sini. "Taehyung??". Aku memanggil namanya dan tampaknya dia terkejut karena ku panggil.
"Ahh iya, ada apa?"
"Apa ada sesuatu yang salah denganku?". Ucapku menatap matanya.
"Aahh tak ada. Aku hanya terkejut, ini pertama kalinya aku melihatmu dengan rambut dikucir". Katanya sambil tersenyum.
"Boleh aku bertanya sesuatu Jungkook?". Lanjutnya
"Kau ingin bertanya apa Tae?"
#KimTaehyung
"Kau ingin bertanya apa Tae?"
Benar, kau ingin bertanya apa Taehyung. Sialan aku mengatakannya tanpa berpikir terlebih dahulu, dia benar-benar membuatku tak fokus. Wajahnya sangat cantik, lebih cantik dari Irene. Akhh apa yang kau katakan Taehyung, apa kau berniat berpindah hati Tae? Ya ampun fokuslah.
"Ahh itu.. mengapa kau terus memperhatikanku dan Irene seminggu ini?". Pertanyaan bagus Taehyung, tetap fokus.
"Sudah ku bilang aku hanya penasaran, itu saja. Aku tak akan melakukannya lagi."
"Apa yang membuatmu penasaran?".
"Hmmm.... itu bukan apa-apa."
"Aku akan menyebut itu bukan apa-apa jika kau hanya melakukannya sekali duakali, tapi itu kau melakukannya seminggu lebih Jungkook".
"Apa aku sedang disidang Taehyung-ssi? Aku rasa tindakanku tak menyalahin aturan apapun, kecuali kau punya aturan sendiri bahwa orang-orang tidak boleh memperhatikan kencan Kim Taehyung begitu."
Aku terlonjak bagaimanapun tatapan Jungkook sangat tajam dan dingin. Lagipula dia benar yang dia lakukan tidak salah, tapi tatapannya. Apa dia sering menatap ku seperti itu? Apa tatapan itu yang di tujukan kepadaku seminggu ini? Apa aku berbuat salah? Apa dia marah? Mengapa dia marah?.
Aku terdiam dan memutuskan meneguk habis cola yang sempat ku berikan kepada Jungkook. Aku kembali menatap Jungkook, dia terus menyesap kopinya dan sesekali meniupnya. Jungkook terlihat kedinginan padahal dia mengenakkan jaket tebal. Aku pribadi tak merasa begitu dingin, meskipun aku sudah menghabiskan 2 kaleng cola dingin dan jaket yang ku kenakkan tak begitu tebal.
Tak ada satupun dari kami yang membuka mulut, ini benar-benar canggung. Sekitar Jam 11.00 hujan mulai reda, Jungkook sudah menghabiskan kopinya dan perlahan menatapku.
"Aku rasa hujannya sudah reda Tae". Katanya lembut.
Suaranya benar-benar lembut tidak seperti tadi. Tanpa ku sadari sudut bibirku terangkat melihat dia menatapku.
"Yahh aku rasa begitu".
"Kalau begitu aku pulang dulu Tae". Ucapnya seraya berdiri dari tempat duduknya.
"Mau ku antar Jungkook, hitung-hitung sebagai ucapan terima kasihku karena kau telah menemaniku". Tawarku
"Baiklah lagi pula aku sedang malas berjalan kaki". Jawabnya dengan nada bercanda.
"Kalau begitu ayo!".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Vote&Komen diperlukan
KAMU SEDANG MEMBACA
Curiosity//kthXjjkGS [Proses]
FanfictionNamaku Jeon Jungkook.. Dan aku bisa melihat KEMATIAN seseorang! . . . . #Kim taehyung x boy #Jeon jungkook x girl Don't copas my story Vote&komen diperlukan ^_^ ⚠️ alur lambat Start 24 Juli 2018
![Curiosity//kthXjjkGS [Proses]](https://img.wattpad.com/cover/149568021-64-k262840.jpg)