A Start

2.9K 301 2
                                        

~~~~~~~~Happy Reading~~~~~~

Typo everywhere








Taehyung mengerjapkan matanya menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk ke retina dan perlahan menegakkan badannya. Taehyung terduduk menatap sekelilingnya bingung. "Bagaimana mungkin aku bisa tidur di tengah jalan raya?" Pikirnya. Taehyung mencoba berdiri tetapi kemudian kembali terduduk. Ia memegang kepalanya, rasanya sakit seperti terbentur sangat keras.

Sebuah mobil ambulans melaju ke arah Taehyung. Taehyung terdiam mematung melihat ambulans itu menuju kearahnya dengan cepat, menembus tubuhnya yang masih terdiam. Taehyung tak dapat berkata-kata saat ambulans tersebut melewatinya, matanya menatap tak percaya kejadian barusan. Itu berlangsung sangat cepat sehingga tak bisa di jabarkan dengan kata-kata. Taehyung melongo dan kembali memperhatikan ambulans yang menembusnya.

"Apa aku sedang berhalusinasi? Tapi aku yakin ambulans itu menembus tubuhku tadi".

Ambulans itu berhenti di sebuah kerumunan. Dua orang petugas medis mengeluarkan tandu dari mobil. Taehyung kemudian berdiri, rasa sakit di kepalanya tiba-tiba hilang karena syok. Ia berjalan mendekati kerumunan dengan langkah gontai.

"Sepertinya ada kecelakaan". Ucap Taehyung memerhatikan kerumunan itu.

Taehyung berusaha untuk melihat apa yang terjadi dibalik kerumunan tapi kemudian ia tiba-tiba saja mematung melihat 2 petugas tadi membawa seorang pemuda yang tak sadarkan diri dan bersimbah darah ke dalam ambulans. Taehyung menatap horor ambulans itu yang perlahan pergi menuju rumah sakit. Taehyung masih terdiam, ia sangat syok.

'Bagiamana.. bagaimana mungkin. Apa yang terjadi padaku?'

"Akhhhh sakit". Taehyung melenguh memegang kepalanya yang tiba-tiba berdenyut sakit. Perlahan memori-memori kembali terputar di ingatan Taehyung.

"Ak..aku.. aku sudah mati!!"

.
.
.
.
.
.
.
.

Jimin berlari dikoridor RS dengan Jungkook yang mengikuti dari belakang. Mereka berdua memutuskan untuk segera ke RS setelah ayah Jimin menelfonnya dan memberitahukan kalau Ibunya tidak sadarkan diri. Abaikan pesta Irene dan rencana awalnya, ibunya lebih penting dari segala hal. Jimin kemudian membuka pintu dengan tergesa-gesa.

"Mama!!". Teriak Jimin setelah pintu terbuka.

Bletakk

Jimin langsung mendapat hadiah jitakan manis dari Ayahnya karena berteriak.

"Aduhhh... Papa apa-apaan sih, ini sakit. Bagaimana jika aku geger otak karena jitakan papa. Aishhhh". Keluh Jimin mengelus puncuk kepalanya.

"Di rumah sakit tak boleh teriak-teriak anak papa, dasar kau ini". Jawab sang Ayah dan Jimin hanya memanyunkan bibirnya.

Jungkook perlahan tersenyum melihat interaksi Jimin dengan keluarganya. Walau bagaimanapun Jungkook sangat iri dengan hal itu. Ingin sekali rasanya Jungkook kembali ke masa lalu bersama keluarga kecilnya. Jungkook melamun didepan pintu membayangkan masa lalunya. Jimin yang menyadari hal itu kemudian memanggil Jungkook.

"Kookie mengapa kau diam saja? Ayo kesini". Ucap Jimin sambil tersenyum.

"Ahh maafkan aku". Jawab Jungkook kemudian mendekat.

"Bagaimana keadaan bibi?"

"Bibi tidak apa-apa Kookie-ah. Kata dokter bibi cuma kelelahan". Jawab ibu Jimin sambil tersenyum. Senyumnya yang hangat membuat Jungkook teringat akan Ibunya. Ingin rasanya Jungkook menangis sekarang, ia begitu merindukan ibunya. Jungkook menatap ibu Jimin dengan tatapan sendu. Ia ingin bertemu ibunya tapi itu mustahil, ibunya sudah tenang di alam sana.

"Jimin tak menyusahkanmu kan Kookie?".

Jungkook tersadar kemudian menatap Jimin. "Ahh dia tidak menyusahkanku bibi hanya merepotkanku". Jawab Jungkook setengah terkikik melihat Jimin kembali merajuk.

Beberapa menit kemudian Jungkook meminta izin pulang karena harus kerja part time. Jimin meminta maaf kepada Jungkook karena tak bisa mengantarnya pulang yang hanya di balas anggukan oleh Jungkook.
.
.
.
.

Jungkook berjalan menuju pintu keluar RS dan ia kemudian sedikit menyingkir karena beberapa perugas medis terlihat terburu-buru membawa seorang pemuda yang tak sadarkan diri menuju ruang IGD. Jungkook menatap pemuda tersebut dan kemudian terkejut. Matanya membola menatap sosok yang ia kenal.

'Taehyung???'

Jungkook terdiam beberapa saat lalu kemudian memutuskan untuk mengikutinya. Ia sampai ke depan ruang IGD, Jungkook melihat perawat yang membawa Taehyung tadi keluar dari ruang IGD lalu kemudian mendekatinya.

"Permisi. Apa yang terjadi dengan pemuda tadi?" Tanya Jungkook.

Perawat itu menatap Jungkook dengan tatapan penuh tanya. Jungkook yang menyadarinya kemudian menjelaskan.

"Dia kenalan saya, teman sekampus. Apa yang terjadi padanya?"

"Oh begitukah, maafkan saya dia terlibat kecelakaan yang cukup parah. Dokter sedang berusaha menyelamatkannya, kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan teman anda".

Jungkook hanya menatap perawat tadi, kemudian mengangguk. "Jadi hari ini yah". Batin Jungkook.

"Terima kasih, kalau boleh saya tau. Dimana lokasi kecelakannya?".
.
.
.
.
.

#KimTaehyung

Taehyung menatap jalanan didepannya kosong. Ia masih tak percaya apa yang terjadi dengannya. Taehyung memutuskan untuk duduk didekat minimarket yang disinggahinya tadi. Sudah hampir 1 jam Ia terus bergumam dengan tatapan kosong.

'Bagaimana mungkin ini, apa ini benar-benar nyata. Oh kumohon semoga ini hanya mimpi. Tapi ini terlalu nyata untuk sebuah mimpi. Apa aku benar-benar sudah mati?!'

"Kau belum mati Taehyung-ssi".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon maaf apabila part ini benar-benar gaje dan tak memuaskan.
Sejujurnya saya menulis ini dalam kondisi badmood
Salahkan tugas-tugas remidi saya, padahal udah seneng karena ulangan dah selesai eh ternyata ada remidi syedihhh 😞

Vote&komen

Curiosity//kthXjjkGS [Proses]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang