~~~~~~~Happy Reading~~~~~~
Fanfic abal-abal
Typo everywhere
Jungkook melempar tubuhnya ke kasur, ia sangat lelah hari ini. Walaupun kebanyakan waktunya dihabiskan untuk tidur tapi tidur juga butuh tenaga sob. Ia berterima kasih pada Taehyung karena telah mengantarnya pulang, yah walaupun tanpa diantar pun ia bisa tiba dengan selamat tapi sungguh Jungkook sangat malas jika harus bertemu dengan hantu-hantu di jalanan.
Perlahan mata Jungkook mulai terpejam, rasa kantuk yang menyerangnya sudah tak dapat ia tolerir lagi. Akhirnya Jungkook kehilangan kesadaran dan menuju alam mimpi, ia bahkan lupa kalau ia belum makan malam.
.
.
.
.
Skip time
Keesokan paginya Jimin mendatangi apartemen Jungkook. Ini hari minggu dan Jimin yakin Jungkook pasti belum bangun, tapi hari ini mereka akan mendatangi pesta Irene dan Jungkook sudah berjanji pada Jimin untuk menemaninya ke pesta itu, walaupun dengan paksaan Jimin tentunya, makanya pagi ini Jimin mendatangi apartemen Jungkook untuk mengajaknya berbelanja karena Jimin yakin Jungkook tak punya satupun gaun pesta dilemarinya.
Perlahan jari lentik Jimin menekan bel apartemen Jungkook. Apartemen Jungkook tidaklah mewah hanya sebuah apartemen sederhana yang untungnya cocok dengan keadaan keuangan Jungkook. Tempatnya pun nyaman dan sepi favorit Jungkook tentu saja. Jimin kembali menekan bel pintu Jungkook tapi tak ada jawaban sama sekali dari pemilik apartemen. Beberapa kali Jimin menekan bel pintu Jungkook tapi hasilnya nihil. Jimin tak kehilangan kesabaran dia sudah sering menghadapi ini sejak mengenal Jungkook. Jimin terus menekan bel dan sesekali mengetok pintu Jungkook lebih tepatnya mengedor.
#JeonJungkook
Jungkook menggeliat tak nyaman di atas kasurnya. Suara bel yang terus menerus membuatnya terbangun dari tidurnya. Oh sungguh Jungkook ingin sekali menendang orang yang menekan belnya sekarang, ini hari minggu dan Jungkook tak ingin melakukan apapun hari ini kecuali tidur hanya itu. Tapi sepertinya itu tak bisa ia lakukan. Suara belnya kembali berbunyi, Jungkook menegakkan badannya, ia harus segera memarahi pelakunya dan Jungkook tau siapa pelakunya.
"Aishhh dasar Jimin bantet, mau apa dia pagi-pagi kesini".
Jungkook bangun dari tempat tidurnya dan perlahan berjalan menuju pintu keluar kamarnya. Ia dengan langkah pelan berjalan menuju pintu apartemennya, walau bagaimanapun juga nyawa Jungkook belum seutuhnya kembali ke raganya sedangkan Bel terus berbunyi seolah menjadi musik pengiring langkah Jungkook.
Jungkook memasang wajah kesalnya saat ia memegang gagang pintu. "Apa yang kau inginkan bantet". Seru Jungkook saat membuka pintu.
"Aigoo Kookie lihat wajahmu itu. Pantas saja kau tak pernah punya pacar. Berhentilah marah-marah ini masih pagi, malu dilihat tetangga". Ucap Jimin sambil tersenyum mengejek.
"Hahh terserahlah, jadi apa mau mu kesini pagi-pagi".
"Biarkan aku masuk dulu, kau ini".
"Hahhhh.. cepat masuk".
Jimin memasuki apartemen Jungkook dan langsung duduk di sofa Jungkook.
"Jadi apa mau mu chim?"
"Wah wah kau tak lupa harus menemaniku hari ini kan?".
"Memangnya acaranya dimulai pagi hari, bukannya malam hari".
"Memang, tapi sekarang kita harus berbelanja dulu. Aku yakin kau tak punya gaun pesta dilemari mu".
"Hahhhh.. haruskah?".
"Harus, sekarang cepat mandi dan bersiaplah". Kata Jimin seraya mendorong Jungkook ke kamar mandi. Jungkook yang didorong Jimim hanya pasrah mengikuti kemauan Jimin.
Skip time
Jam 18.00, Jimin berada di apartemen Jungkook mereka akan pergi ke pesta ulangtahun Irene dan sekarang Jimin sedang mendandani Jungkook dengan wajah Jungkook yang sedari tadi tertekuk tak suka.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan kepadaku chim?". Ucap Jungkook sambil memanyunkan bibirnya.
"Tak ada, aku hanya mendandanimu. Kau tak mungkin ke pesta dengan penampilanmu tadi kan? Ya ampun Kookie lebih baik aku mengajak pembantuku kalau kau pergi dengan penampilan seperti gembel".
"Ck terserah kau saja, aku malas berdebat".
Jimin tersenyum senang, jarang-jarang Jungkook mau mengalah seperti ini jadi dia harus menikmatinya.
"Nah sudah selesai Kookie, ayo berangkat".
Jungkook memperhatikan pantulannya di cermin walau bagaimanapun dia terlihat sangat berbeda. Ini pertama kalinya Jungkook mengenakkan gaun setelah beberapa tahun.
"Ternyata aku cantik juga". Batin Jungkook menatap dirinya di cermin.
"Aku tau kau cantik Kookie, semua itu hasil tanganku yang mungil ini. Sekarang ayo berangkat".
#KimTaehyung
Taehyung mengendarai motornya, malam ini pesta ulangtahun kekasihnya jadi ia tak boleh telat. Taehyung melihat sebuah minimarket dan kemudian menepi. Ia kemudian berjalan masuk dan langsung menuju lemari pendingin. Seperti biasa Taehyung mengambil 2 kaleng cola dingin kemudian membayarnya. Ia tak perlu terburu-buru lagipula ia takkan telat.
Taehyung terkejut setengah mati ia bahkan tersedak colanya sendiri. Dia melihat anak kecil berhenti ditengah jalan karena mengejar bolanya, sementara dari arah lain sebuah truk melaju kencang dan sepertinya supir truk itu tak melihat kehadiran anak kecil itu.
"Heyy awas!!". Taehyung berseru panik dan segera berlari ke arah anak kecil itu. Supir truk yang terkejut melihat Taehyung yang tiba-tiba berlari dan melompat ke tengah jalan tak sempat mengerem.
Taehyung merasakan benturan yang sangat keras dari arah samping tubuhnya. Dan tiba-tiba merasa melayang dan terhempas dengan sangat keras. Seluruh tubuhnya sangat sakit, darah mengucur dari kepalanya. Perlahan kesadaran Taehyung mulai hilang. Detik berikutnya kegelapan menguasai Taehyung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa vote&komennya
Makin gaje yahh hehehe
But terima kasih ^_^
KAMU SEDANG MEMBACA
Curiosity//kthXjjkGS [Proses]
FanfictionNamaku Jeon Jungkook.. Dan aku bisa melihat KEMATIAN seseorang! . . . . #Kim taehyung x boy #Jeon jungkook x girl Don't copas my story Vote&komen diperlukan ^_^ ⚠️ alur lambat Start 24 Juli 2018
![Curiosity//kthXjjkGS [Proses]](https://img.wattpad.com/cover/149568021-64-k262840.jpg)