Batas

1K 97 9
                                        


~~~~~~~~~Happy Reading~~~~~~~~~~

Typo everywhere

Fanfic abal-abal









Sosok menyeramkan itu menggeram marah saat rencananya dikacaukan, ia menatap nyalang ke arah orang yang mengambil Jungkook. Tubuhnya cukup tinggi dan ramping, jelas sekali ia terlihat seperti seorang wanita dengan jubah dan tudung energi yang menutupinya. Jungkook juga menatap sosok berjubah itu, tapi tatapan Jungkook berbeda, tatapannya penuh keterkejutan.

"Seharusnya aku yang bilang begitu", ucap sosok itu seraya melepas tudungnya.

"Berani-beraninya kau menyentuh putriku".

"Ibu!!"

.
.
.
.

Seokjin menatap kubah pelindung yang ada dikediaman keluarga Jeon, keadaan diluar semakin kacau, batas 40 hari yang dimiliki keponakannya akan segera berakhir dan besok adalah penentuan hidup keduanya dan pasti roh jahat itu akan berusaha mendapatkan Jungkook.

Seokjin melirik Taehyung yang terus berada di samping Jungkook, sudah hampir tiga hari ia tidak sadarkan diri-setidaknya itu yang ia dengar dari Ji Yu. Menurut Nyonya Jeon, intensitas energi jahat yang semakin meningkat memberi dampak buruk bagi Jungkook. Apapun itu, bagi Seokjin ia hanya ingin Jungkook segera sadar dan pulih seperti biasanya. Mereka memerlukan semua kekuatan untuk mengalahkan roh jahat itu.

"Kami mengandalkanmu Kookie..."

.

.
.
.
.
.





#Jeon Jungkook


Jungkook tidak percaya melihat siapa yang ada di hadapannya kini, seorang wanita yang begitu ia kenali dan begitu ia ketahui bahwa sejatinya ia telah tiada, namun entah mengapa ada di hadapannya. Jungkook tentu tidak langsung saja percaya dengan apa yang ia lihat, bagaimanapun jika ia pikir kembali tempatnya sekarang bukanlah dunia nyata, bisa saja ia hanya bermimpi. Tapi, untuk apa ia memimpikan makhluk menyeramkan yang ada disana, jika itu hanya Ibunya mungkin ia bisa percaya bahwa ini sepenuhnya mimpi. Lalu sebenarnya, ada dimana dirinya sekarang ini?

"Kau selalu mengacaukan rencanaku, hm? Bahkan setelah matipun, kau masih menggangguku".

"Tentu saja, bisa dibilang ini kekuatan cinta seorang Ibu".

"HAHAHAHAHA.."

Tertawa, sosok menyeramkan itu tertawa dengan keras, membuat gema di ruangan itu. Jungkook bergidik ngeri, ia begitu tidak menyukai tawa itu.

"Ada baiknya kau benar-benar ku lenyapkan sekarang, aku sudah muak melihatmu".

"Jujur saja, aku juga muak melihatmu. Jadi, yah kita sama-sama muak disini".

Jungkook menatap wajah santai Ibunya, ia menjadi sangat yakin bahwa itu benar-benar Ibunya. Wajah tanpa takut yang selalu ia kagumi dari Ibunya sekarang ada di hadapannya, tanpa sadar Jungkook mengembangkan senyumnya, ingin sekali rasanya Jungkook memeluk wanita itu. Jungkook tidak peduli dimana ia sekarang, apakah ini hanya mimpi atau apapun itu ia tidak peduli, rasanya ia ingin tetap tinggal disini, dimanapun ia sekarang.

"Nanti saja pelukannya sayang, Ibu harus membereskan makhluk jelek yang ada disana dahulu".

Wanita itu menatap lembut Jungkook, seolah tahu apa yang ada dipikirannya. Ia mengelus rambut Jungkook pelan, kemudian kembali menatap lawannya. Jarak mereka hanya beberapa meter, ujung ke ujung ruangan, ini benar-benar bukan arena bertarung yang pas. Wanita itu mengangkat dan menjentikkan jarinya, dalam sekejap mata tempat mereka berubah menjadi lebih luas seperti ruangan tak berujung.

Curiosity//kthXjjkGS [Proses]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang