Before

4.2K 329 0
                                        

~~~~~~~~Happy Reading~~~~~~~

Typo Everywhere





#JeonJungkook

Jungkook berjalan cepat menyusuri koridor yang semakin lama semakin ramai. Beberapa kali ia menabrak orang, tapi itu tak mengganggu langkahnya. Ia harus segera pulang dan tidur. Rambut panjang Jungkook menghalangi pandangannya, ingatkan dia untuk mengikat atau memotong rambutnya. Dia terlihat seperti hantu dengan kulit putih pucatnya dan rambut panjang tergerai berwarna hitam yang poninya menghalangi pandangan.

Jungkook sampai ke gerbang kampusnya. Hari ini kelasnya telah usai dan rasa penasarannya akhirnya terjawab. Jungkook tipe orang yang tidak suka diganggu oleh rasa penasaran. Dia harus tau semua jawabannya, jika tidak ia akan terus memikirkannya. Tak heran rasa penasarannya menjadikan dia mahasiswi yang cerdas. Dia bukannya pelajar yang suka belajar apalagi kutu buku, tapi setiap dia mengerjakan ujian dan ia tak tau jawabannya itu akan membuatnya tak bisa tidur, dia akan penasaran dan terus memikirkan jawabannya. Merepotkan bukan? Jadi kuharap kau tak membuatnya penasaran dan jangan tanya kenapa dia seperti itu.

Tapi sudah seminggu ini Jungkook tak bisa tidur nyenyak gara-gara rasa penasarannya terhadap seorang pemuda yang sebentar lagi mati. Dan sekarang rasa penasarannya hilang makanya dia harus segera pulang dan tidur di kasurnya yang empuk.


Jungkook berjalan keluar gerbang menuju halte bus. Ekor matanya menangkap sosok pemuda yang baru saja ditabraknya tadi. Jungkook mengabaikannya dan kembali berjalan menuju halte bus. Sesekali helaian rambutnya melambai tertiup angin. Menampilkan wajah cantiknya. Jungkook sebenarnya wanita yang cantik dan manis dengan mata bulat, hidung mancung dan bibir mungil menggodanya serta jangan lupa gigi kelincinya yang lucu, membuatnya menjadi wanita cantik yang imut dan manis. Sayang Jungkook sering menutupi wajahnya dengan poninya yang panjang dan menghalangi pandangan itu, serta wajahnya yang selalu datar kecuali jika ia bersama sahabatnya.

"Jungkook!!"

Jungkook berhenti dan berbalik saat seorang gadis berperawakan mungil berteriak memanggilnya seraya tersenyum ceria. Gadis itu kemudian mendekati Jungkook sambil berlari.

"Tak usah berlari chim, aku sangat ingin melihat terjatuh. Tapi jangan hari ini karena aku ingin segera pulang dan tidur". Ucap Jungkook setengah teriak melihat Jimin berlari mendekatinya.

"Yakk.. Kau mendoakanku jatuh Kookie. Kau sangat jahat" ucap Jimin memanyunkan bibirnya.

"Aigoo.. Lihat siapa yang merajuk. Aku tak bisa meladenimu sekarang karena aku sangat ingin bertemu dengan kasurku"

"Ishhh.. kau ini. Sudah berapa hari kau tak tidur Kookie? Kau benar-benar terlihat seperti hantu sekarang"

"Bicara soal hantu, ada satu hantu yang dari tadi mengikutimu chim. Tepat dibelakangmu" kata Jungkook sambil memberi isyarat dengan dagunya.

"Benarkah! Kyaaa usir dia Jungkook!" Teriak Jimin.

"Hahahah... aku hanya bercanda Jimin bantet. Mereka tidak akan berani mendekatimu selama kau berada didekatku"

"Kau benar-benar!"

"Maaf maaf. Lagipula Kau ini aneh, kau takut hantu tapi kau berteman denganku yang notabane bisa melihat hantu"

"Nah karena kau bisa melihat hantu makanya aku mau berteman denganmu supaya kau bisa memberitahuku dan kau mengusirnya" jawab Jimin sambil mengangguk anggukkan kepalanya.

"Jadi kau memanfaatkanku. Bukannya lebih baik kau tidak tau kalau hantu itu ada didekatmu. Dasar pabo". Ucap Jungkook memanyunkan bibirnya.

"Hehehe aku hanya bercanda Kookie. Sekarang siapa yang merajuk huhh?"

"Isshh kau ini, kau benar-benar temanku yahh. Awas kau! Aku akan mengirim hantu ke kamarmu nanti". Ucap Jungkook seraya tersenyum jahil.

"Aku akan memotong rambut panjangmu itu jika kau melakukannya". Balas Jimin menatap tajam Jungkook.

"Hemm terserah saja". Ucap Jungkook tak peduli rambutnya dipotong.

"Hentikan pembicaraan soal hantu. Ada yang ingin ku beritahu kepadamu".

"Apa?? Kucingmu melahirkan anak kembar lagi"

"Isshh.. bukan itu. Kau mau menemaniku ke acara ulangtahun Irene kan? Ayolah kau taukan aku ini single dan aku malas mengajak orang lain karena aku hanya ingin ditemani Jeon Jungkook yang cantik ini". Kata Jimin mengedipkan matanya.

"Single? Bilang saja Jomblo plus ngenes. Memangnya Irene itu siapa?"

"Aigoo Jungkook bukannya kau sering melihatnya. Dia pacarnya Taehyung"

Jungkook menatap bingung Jimin. Tatapannya seolah berkata 'Taehyung?? Siapa dia??'

"Kau memperhatikan seseorang tapi kau tak tau namanya. Pria yang sering kau perhatikan seminggu ini, itu Taehyung, Kim Taehyung". Lanjut Jimin mengetahui arti tatapan Jungkook.

Jungkook hanya ber-Oh ria dan tak mempedulikannya.

"Ya ampun, ku pikir kau menyukainya karena kau sering memperhatikannya"

"Aku hanya penasaran, itu saja"

"Penasaran? Memangnya dia kenapa?" Tanya Jimin

'Tidak mungkinkan aku bilang kalau dia akan mati sebentar lagi' batin Jungkook

"Bukan apa-apa. Ku rasa aku harus pulang sekarang aku ada kencan dengan kasurku"

"Isshh kau ini. Jawab dulu kau mau atau tidak menemaniku. Dan asal kau tau, aku tak menerima penolakan"

"Lalu untuk apa kau bertanya. Aku akan menemanimu, jadi biarkan aku pergi sekarang sebelum aku ketinggalan bus"

"Baiklah nona Jeon. Kau rese juga kalau lagi ngantuk. Tapi aku tetap menyayangimu" ucap Jimin seraya tersenyum lebar.

"Aku juga menyayangimu sampai jumpa chim"

Jungkook berlari dan segera menaiki busnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Vote&komen diperlukan

Curiosity//kthXjjkGS [Proses]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang