Sedih sebenarnya ngeliat dia nangis dihadapan gue, rasanya sakit
-Petra Davidson
•••
Keesokan harinya dengan berani Tere dan Dea pergi ke rumah Petra, Ia ingin semua masalahnya dapat selesai dengan cepat. Dengan info yang dapat dari Wira, akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah Petra dan disana Wira telah menunggu mereka
Malu? Banget. Setelah sekian lama ini, Tere baru bertatap muka dengan Wira karena di sekolah pun sahabat-sahabatnya Petra tidak terlihat, entah mengapa Tere tidak bertemu mereka selama belakangan ini, kalau pun bertemu mereka hanya tersenyum dan langsung pergi dari hadapan Tere, ya ini semua salahnya
"Hai Wir" Tere tersenyum kikuk saat melihat Wira ada "Maafin gue ya Wir, gue udah ngelakuin hal yang salah"
Wira memegang pundak Tere "Gue tahu lo itu orangnya baik, yang lalu biarlah berlalu Re"
"Makasih ya Wir"
"Sama-sama, btw gue sama Petra akhir-akhir ini juga lost contact sama dia. Dia gak tau kemana, gue chat dia, dia gak bales. Makanya gue bawa kalian ke rumahnya karena sebagai sahabat gue juga khawatir dia kenapa-napa"
Tere dan Dea mengangguk
"Ayo" Wira terlebih dahulu berjalan dan mengetuk pintu rumah Petra
Tok tok tok
"Permisi" seru Wira
Tiba-tiba wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut, Tere yakin jika itu mamanya Petra "Halo tante" ucap Wira dengan bersalaman dengan Sri, mamanya Petra, begitupun dengan Tere dan Dea
"Halo Wira- ini siapa Wir?" tanya Sri dengan khas jawanya pada Wira
Wira tersenyum "Ini Tere dan Dea tante, mereka teman-teman kita juga, ya kita pengen ngeliat kondisi Petra sekarang soalnya udah mau ujian juga kan ya tan, jadi harus saling membantu"
Tere dan Dea pun ikut tersenyum
Sri tersenyum "Waduh, ternyata Petra gak salah ya milih teman, ayo silahkan masuk dulu"
Mereka semua masuk dan kesan Tere pertama kali melihat rumah itu adalah indah, bagaimana tidak indah? Rumah itu sangat kental dengan adat Jawanya yang membuat rumah tersebut bagai keraton yang dirombak menjadi lebih modern
Sri langsung pergi menuju dapur dan membawakan minuman dan makanan untuk mereka "Ayo diminum dan dimakan ya"
Mereka bertiga tersenyum "Makasih tante"
Sri mengangguk dan tersenyum
"Petranya ada tante di atas?" tanya Wira langsung
Sri mengangguk "Ada. Bentar tante panggilkan"
Sri berlalu dari mereka bertiga namun mereka bertiga tetap mendengar teriakan Sri "Petraaa!!! Ada temen-temen dibawah" Ia masih mengetok-ngetok pintu kamar Petra yang dikunci
Lantas Petra membuka pintunya karena terganggu dengan ketukan kencang yang Sri buat, Sri pun langsung masuk kamar Petra "Pet, itu ada temen-temenmu loh nak"
"Gak mau mah, bilang aja Petra lagi gak bisa diganggu mah" jawab Petra yang kembali berbaring di tempat tidur dengan laptop yang berada di depannya
"Eh gak boleh gitulah nak, ayo. Kasian temen-temen kamu nungguin loh"
"Siapa aja yang datang mah?"
Sri mencoba mengingat kembali siapa yang diliatnya "Eumm, pokoknya ada Wira terus perempuan yang rambutnya diikat sama perempuan yang rambutnya pendek kalo gak salah namanya Tire gitu-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Me Vs Prom
Genç KurguKetika perempuan SMA yang tomboy bertemu dengan laki-laki famous yang menjadi dambaan siswi-siswi di sekolah dan ketika perempuan itu dihadapi dengan sebuah acara PROM yang mengharuskannya untuk berubah 360 derajat. Apakah Ia mau melakukannya? Atau...
