02

60 17 0
                                        

Masa pengenalan lingkungan sekolah sudah hampir usai, sekarang adalah hari terakhir. Sekarang semua murid baru berkumpul di lapangan sekolah. ini adalah 2 game terakhir sebelum semua murid pulang kerumah masing – masing. Masing – masing murid sekarang memegang 2 buah kantung plastik dengan warna yang berbeda yaitu warna merah dan putih. Berbeda dengan kemarin yang berkumpul berkelompok. Kali ini mereka berkumpul dengan regu kelas mereka masing – masing. dan di rugu hara kali ini terlihat tak kalah ramai karna seorang cewe dari kelasnya yang bias di katakan super aktif lihat saja dirinya yang mendekati siapa saja yang di lihat, yang hara tahu dia bernama putri.

Dia yang meciptakan gelak tawa di kelasnya dari pagi. Entah ini lelucon yang dia lakukan atau hal – hal lucu lainnya. Hara pun memandang ke regu lain yang juga sedang berkumpul, entah mengapa pandangan hara terkunci kepada seorang lalaki dengan tubuh tingginya, dan sebuah lesung pipit yang menghias wajahnya. Hara yang sadar sedang memandangi orang lain langsung segera mengalihkan pandangannya kearah lain namun gagal. Hara benci ini terjadi.

"boleh Tanya gak ?" ucap seorang dari arah belakang hara, hara pun langsung melihat dan begi tu terkejut saat hara melihatnya, dia tidak salah liat kan.

"rifa?" ucap hara memastikan dia tidak salah orang

"hara!" ucapnya yang juga tidak kalah terkejut.

"sekolah disini juga?" Tanya hara memastikan

"iya, lu kapan dateng ke sini, bukannya terakhir pas kelas 5 SD lu harus pindah ke banten?" Tanya rifa yang langsung mendapat senyuman dari hara,

"baru beberapa bulan ini kok gw pindah kesini lagi, lu gimana kabarnya?" Tanya hara lagi

Benar hara ketika kelas 5 SD harus pindah rumah karna mengikuti papanya yang di pindah tugaskan kerjanya, dan rifa adalah teman sewaktu SDnya.

"baik kok, oh iya ini gw mau nanya lu bawa kantong plastik warna putih lebih gak?" Tanya rifa kearahnya, hara pun langsung mengagguk, mamanya sengaja membawakan kantong plastik yang di gandakan karna hara adalah tipe pelupa. Hara pun merogoh kantung celana olahraganya dan mengeluarkan 1 kantung plastik berwarna putih dan memberikannya ke rifa.

"makasih ya ra, oh iya rumah lu masih di tempat lama?" Tanya rifa hara hanya menjawab dengan anggukan.

"yaudah kapan – kapan gw boleh kan main kerumah lu?" Tanya rifa lagi

"boleh kok" jawab hara dengan tersenyum

"Rifa! Udah dapet belum?" Tanya seorang dengan suara yang cukup keras hara pun menengok kearah asal suara. Lagi dan lagi pandangan hara terkunci. Lelaki yang tadi sempat membuat pandangan hara teralihkanlah yang memanggil rifa.

"udah kok rak" ucap rifa sambil menunjukan kantong plastic berwana putih itu.

"ra gw balik ke regu gw dulu ya, sekali lagi makasi" ucap rifa pamit lalu pergi kearah regunya. Hara pun langsung berusaha menyadarkan dirinya dan kembali bergabung dengan regunya.

Setelah beberapa menit berlalu game pun berakhir hingga di menangkan oleh regu yang terdapat rifanya sedangkan regu hara menerima juara 2. Mereka pun kembali berbaris dan kembali mendapat arahan dari kakak kelas OSIS yang meminta mereka untuk kembali kekelas untuk melakukan game terakhir. Saat pengumuman itu berakhir membuat kolidor sedikit ramai karna mereka semua hendak buru – buru kekelas masing – masing, hara yang memilih berjalan belakangan pun mengalah membiarkan yang lain terlebih dahulu lewat dan beberapa kali hara mendengar obrolan mereka terlebih lagi para kaum hawa yang selalu menyebutkan 1 nama. Arul. Hara yang mendengarnya pun merasa malas karna teringat dengan kejadian hari pertamanay di sekolah yang terbilang apes, karna kelompok hara yang paling sering mendapat hukuman lagi – lagi semua kesalahan itu akibat orang yang bernama Arul itu.

Remember YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang