Hai semuanya kali ini aku mau kasih asupan buat kalian yang nunggu remember you, semoga senang.
.
.
.
.
######
Hara dan Naufal baru saja keluar dari salah satu mall, niatnya hara hanya menemani naufal yang ingin mencari jaket namun hara teringat hitungan hari Arul berulang tahun karna kebetulan keluar hara sekalin membeli hadiah untuknya. Setelah kejadian hara yang di ceburkan di kolam renang minggu lalu membuat hubungan hara dan arul kembali membaik, walau pada awalnya sempat terjadi ke salah fahaman diantara mereka.
"Lu yakinkan yang tadi bagus?" Tanya hara kepada naufal.
"ra lu udah nanyain itu ke yang berapa kalinya, dan jawaban gw tetep sama itu bagus" ucap naufal yang terdengar kesal.
"gak usah marah – marah falle, kan tadi gw udah traktir makan" bujuk hara padanya
"iyaa deh, abis ini mau kemana? Langsung pulang?" Tanya naufal yang sudah siap memakai helm
"iya langsung pulang aja gw udah kangen soalnya" ucap hara sambil tersenyum
"kangen apaan lu?" Tanya naufal yang terdengar penasaran
"kangen kasur kebanggan gw" ucap hara dengan senyum yang lebih mereka lalu naik kemotornya
"nyesel gw dengernya" ucap naufal yang langsung menancap gas motornya.
#####
Sekolah kali ini terlihat ramai, entah karna alasan apa hara yang baru saja sampai kekelasnya pun segera bertanya ke muti, karna dia pasti tau apa yang sedang terjadi.
"mut ada apaan dah rame banget?" Tanya hara terlihat muti yang begitu senang langsung menyuruh hara duduk di sebelahnya.
"jadi gini ra, aku juga sempet kaget ya, tapi ini beneran" ucap muti yang penuh dengan semangat 45.
"kok semangat banget si mut, giliran belajar aja males banget" keluh hara
"ra gak ada sangkut pautnya sama itu, nih jadi beritanya itu, sekolah kita kedatangan anak baru, anak barunya itu angkatan kita, dan yang bikin geger itu, dia mirip kamu ra" ucap muti yang lebir terdengar seperti gosip.
"ya gak mirip banget juga kali mut" elak hara, pasalnya hara sendiri memang belum melihat langsung seperti apa orang yang di maksud oleh muti.
"loh ra, bukannya tadi kamu lagi di ruang sebelah ya, kok ada disini" tegur arul yang baru datang.
"tuh ra buktinya pacar sendiri aja bingung" ucap muti arul pun menatap muti heran hingga sebuah suara mengejutkan seisi kelas.
"NOH KAN LU GAK PERCAYA SAMA GW, KALIAN BERDUA MIRIP" teriak risky yang membuat kami bertiga menengok kearah pintu kelas. Terkejut tentu saja, ini memang terlihat mirip. Mungkin jika di lihat sekilas saja terlihat jelas mereka sangat mirip. Dia pun mengampiri hara yang tengah terduduk, hara masih syok saat di lihat semakin dekat wajah mereka semakin mirip.
"hai gw azma" ucapnya sambil mengulurkan tanganya kearah hara, hara yang masih terkeut pun segera mengulurkan tangannya untuk menyambut uluran tangan azma.
"ha..ra.." ucap hara yang masih sedikit bingung dengan keadaan ini.
"nanti kalo lu mau manggil pacar lu berarti harus liat – liat dulu ya" ucap risky yang menepuk pundak arul.
"bener bisa salah orang nanti gw" ucap arul dengan tatapan kosongnya dan berjalan kearah mejanya.
"yaudah gw balik kekelas dulu ya" pamitnya, hara dengan segera menghentikannya, sebuah pertanyaan terlintas di benaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember You
Teen Fiction[REVISI] #Don't forget to follow oke #DONT PLAGIAT!! ~Rasa Jatuh Cinta yang Menjerat~ "sebenernya kamu nganggep aku apa rul?" Tanya hara "Seperti kamu nganggep aku" jawab arul ##### Hara Aqie gadis yang merasakan rasanya jatuh cinta dan memiliki...
