Hari ini hara harus datang tepat jam setengah 6 pagi dikarnakan dia termasuk tim untuk bagian upacara pembukaan. Hara yang berniat untuk membawa 2 seragam dia urungkan karna hara memang tidak mengikuti games pada bagian olahraga dan hanya menggunakan baju seragam saja.
Sekarang dia sedang berlatih dengan yang lain untuk kematangan dalam upacara tersebut. Oleh karna itu dari kedatangannya di sekolah juga hara tidak sempat untuk mengechek handphonenya sedikit pun.
"Yaudah sekarang kita semua udah matang, poin utama dari penampilan ini adalah rasa percaya diri jika diantara kalian melakukan kesalahan ini adalah bentuk yang lumrah karna jika tidak salah kita tidak akan tau yang mana yang benarnya, sekian sekarang silahkan kalian istirahat dulu nanti pas 10 menit menuju acara kita langsung kumpul lagi disini mengerti?" ucap kak bagas sebagai ketua Bagain upacara ini menjelaskan arahan yang akan kami lakukan.
"Siap mengerti" jawab kami berbarengan lalu kami segera membubarkan diri. Hara pun dengan segera pergi ke kelas nya mengechek handphonenya.
Tak ada notif lain yang menghiasi handphonenya hanya notif grup kelasnya yang kelihatan sedang meributkan sesuatu, hara yang penasaran pun melihat isi percakapan tersebut.
Ternyata teman - temannya tengah merasa bingung apa yang harus mereka lakukan untuk games memasak dan menghiasnya. Hara memang tidak mengetahui sama sekali terdapat games tersebut, bahkan dirinya saja tidak tau berapa jumlah dari keseluruhan games. Karna disaat sedang membicarakan games dia dibawa kabur oleh arul.
Hara pun terus membaca isi grup tersebut terlihat bahwa salah satu temannya tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah hari ini dan terlihat pula penawaran yang di lakukan oleh raka terhadap teman - teman di grupnya. Dan sebuah nama terus bermunculan yaitu nama hara, beberapa temannya mengajukan nama hara untuk dapat berpartisipasi dalam games tersebut dan orang terakhir yang mengajukan dirinya adalah arul.
Handphone hara pun berdering dan menandakan ada yang menelphonenya saat hara lihat ternyata telphone tersebut dari raka. Hara yang merasa aneh tentu saja menimbang - bimbang terlebih dahulu untuk mengangkat telphone dari raka atau tidak. Setelah di fikir - fikir lebih baik di angkat hara pun mengangkat telphone tersebut.
"Assalamualaikum"
"......"
"iya soal masalah itu gw dah maafin kok"
"......"
"Bantu buat masak? Emangnya jam berapa mulainya?"
"......"
"Gak ada perwakilan lain ?"
"......"
"Yaudah gw mau"
"....."
"Iyaa sama - sama"
Panggilan telphone pun berakhir dimana raka meminta maaf tentang kejadian beberapa hari yang Lalau di tambah lagi dia meminta partisipasi hara dalam game memasak. Untung saja dia tidak akan mati kebosanan untuk menanti hari ini di sekolah cepat selesai karna setelah upacara sudah pasti dia kosong jadwal.
Hara pun langsung memilih untuk segera turun kelapangan, lebih awal lebih baikkan.
#####
Upacara berjalan dengan lancar tanpa kesalahan sedikit pun senyum terurai diantara para petugas upacara karna usahanya tidak lah sia - sia. Murid - murid peserta upacara sudah berbubaran sedari tadi sedangkan hara baru saja melepas beberapa atribut yang menempel di seragamnya.
"Awww" rasa dingin menjalar di daerah pipi kanannya saat dia melihat ulah siapa arullah yang berdiri di sebelahnya dengan menempelkan minuman dingin kesukaanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember You
Ficção Adolescente[REVISI] #Don't forget to follow oke #DONT PLAGIAT!! ~Rasa Jatuh Cinta yang Menjerat~ "sebenernya kamu nganggep aku apa rul?" Tanya hara "Seperti kamu nganggep aku" jawab arul ##### Hara Aqie gadis yang merasakan rasanya jatuh cinta dan memiliki...
