hai teman - teman gimana kabarnya nihh? masih ada yang nunggu cerita ini ?
aku mau kasih spoiler sedikit nihhh....
akhir bulan ini REMEMBER YOU akan berakhir,
dan akan ada di tahap revisi jadi bagi kalian yang belum baca dari awal ayo cepetan baca yaaa.
.
.
.
Hara masih terdiam, memikirkan apa yang baru saja terjadi saat di telephone tadi. Jam belajar pun tengah berlangsung namun entah kenapa hara benar – benar tidak fokus. Dia teringat dengan perkataan kakaknya, apa pun yang hara pilih hara harus bisa mengambil resiko yang akan dia lakukan. Hara menghela nafas entah yang keberapa kalinya, sedari tadi pula dia berusaha menceritakan hal ini secara diam – diam dengan naufal namun naufal sama sekali blm membaca pesan darinya.
Jujur hara benar – benar takut untuk pulang, namun dia memang harus bisa menghadapi resiko yang dia ambil. Hara pun akhirnya berusaha untuk fokus pada jam pelajarannya walaupun sangat sulit untuk fokus.
#####
Hara baru saja sampai di depan rumahnya sudah terlihat mamanya yang tengah duduk di kursi yang tersedia dia di halaman depan rumah, terlihat pula mamanya yang menggenggam buku diary miliknya, hara yakin mamanya pasti sudah membaca semua buku yang selama ini dia sembunyikan. Hara menghela nafasnya dia mengumpulkan keberanian dirinya untuk bisa menjelaskan semuanya. Hara membuka gerbang rumahnya terlihat mamanya yang melihat kearahnya dan berdiri menunggu kedatangan hara.
Hara pun berjalan kearah mamanya dan menyalami mamanya, hara masih terdiam menunggu mamanya berucap. Hara memegangi tangannya yang dingin. Ini selalu terjadi jika hara melakukan kesalahan terhadap kedua orang tuanya. Hara biasa hidup dengan aturan yang begitu mengekang. Namun ini pertama kalinya hara melanggar peraturan yang begitu besar. Oleh sebab itu hara kali ini cukup takut.
"masuk kamar, handphone kasih ke mama, kalo kamu mau ngerjain tugas harus pake internet minta kak salsa buat cariin, nanti malem kita bicara sama papa" ucap mamanya. Hara hanya pasrah lalu memberikan handphonenya, dan segera berjalan menuju kamarnya. Saat dia membuka kamarnya betapa terkejutnya hara saat melihat meja belajarnya yang sudah berantakan dan sebuah kardus yang selama ini dia selalu sembunyikan berisi diary yang tidak pernah absen untuk selalu hara tulis, sekarang semua buku miliknya sudah berantakan. Hara pun menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Hara berjalan menuju meja belajarnya merapihkan bukunya yang berserakan, hatinya benar – benar sakit dia ingin teriak sekarang juga. Pergerakan tangan hara yang sedang merapihkan buku buku tersebut perlahan melambat, hingga sebuah bulir air mata jatuh dari pelupuk matanya. Hara tidak kuat lagi dia memilih untuk terus menahan air matanya, karan hara tau walau dia menangis terus – terusan pun itu tidak dapat bisa mengubah apa yang sudah terjadi.
#####
Arul tengah memandangi sebuah benda yang terbungkus dengan rapih, arul belum juga membuka bungkusan hadiah tersebut, hingaa akhirnya arul bergegas membuka bungkusan tersebut, itu adalah hadiah dari hara, jujur saja arul tidak bisa menebak benda apa yang ada didalamnya. Setelah berusaha membuka bungkusan tersebut nampaklah sebuah jaket berwarna biru navy. Arul tersenyum dirinya memang tengah menginginkan benda ini jauh – jauh hari, dia tidak menyangka akan mendapatkannya dan lebih tidak ia sangka dia mendapatkan benda ini dari seorang yang di sayangi. Saat arul mengangkat jaket tersebut, sebuah benda terjatuh dari sana. saat arul melihat benda itu adalah amplop berwarna merah. Arul mengambilnya dan meletakkan benda tersebut diatas mejanya lalu tangannya memilih mengambil handphonenya, arul berencana mengechat hara.
Arul : kok tau si aku pengen jaket ini.
Arul : ngepoin instagram aku ya?
Arul : kamu gak on dari pulang sekolah? tumben.
Arul kembali memandangi layar hpnya yang menunjukan isi pesan arul yang belum juga di baca oleh hara, karna biasanya hara tidak seperti ini, namun arul berusaha untuk positif thinking. Dirinya pun akhirnya memilih untuk merebahan badannya keatas kasur, hingga tidak di sadari dirinya sudah tidur dengan lelap.
#####
Hara berjalan menuju ruang tamu, karna mamanya meminta dirinya untuk keluar kamar, dan berbicara dengan papa. Hara menghela nafasnya, dia tidak bisa menebak apa yang akan terjadi dalam pembicaraan ini, namun sedari tadi hanya satu yang hara selalu ingat ketika kak salsa dan bang alvaro yang sempat berpesan padanya untuk menjawab semua pertanyaan kedua orang tuanya dengan sejujur apa pun. Hara yang mendapatkan pesan tersebut mengerti karna papa adalah orang yang bisa membaca gerak – gerik tubuh.
"jadi ada yang mau kamu jelasin ke papa?" Tanya papanya, hara menundukkan kepalanya jantungnya berpacu begitu cepat, dan lagi – lagi kedua ujung jemarinya dingin.
"hara...hara udah ngelanggar pe..raturan pa.." ucap hara dengan suara yang tergagap.
"peraturan mana yang kamu langgar? Keluar dari peringkat 3 besar? Pulang malem ? di atar jemput sama cowo?" Tanya papanya, hara menelan ludahnya.
'hara.. pa..caran pah" ucap hara dengan suara yang perlahan mengecil.
"itu sebabnya mama gak pernah mau kalau kita pindah ke ibu kota kaya gini, pergaulan kamu jadi gak bener" ucap mamanya yang membuat hara menunduk, seburuk itukah dirinya jika pacaran.
"udah berapa lama kamu pacaran?" Tanya papanya lagi
"dari se..bulan setelah hara.. masuk sekolah" jawabnya lagi.
"sekarang kamu tinggal pilih, kamu mau ikut papa tinggal di bandung untuk menyelesaikan sekolah kamu atau kamu bakal terus mengecewain, ini udah yang ke dua kalinya, jadi silahkan pilih, semua ada di tangan kamu, sekarang kamu kembali ke kamar" ucap papanya. Hara sudah tidak bisa apa – apa lagi kali ini, dia benar – benar bingung. Hara akhirnya memilih terdiam sebentar dan mengumpulkan keberaniannya.
"hara minta maaf mah, pah, hara ke kamar dulu" ucap hara lalu langsung menuju kamarnya dengan suasana hatinya yang benar benar hancur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember You
Teen Fiction[REVISI] #Don't forget to follow oke #DONT PLAGIAT!! ~Rasa Jatuh Cinta yang Menjerat~ "sebenernya kamu nganggep aku apa rul?" Tanya hara "Seperti kamu nganggep aku" jawab arul ##### Hara Aqie gadis yang merasakan rasanya jatuh cinta dan memiliki...
