Hai semuanya gimana nihh kabarnya ? Sehat selalu yaa.
Happy reading.
######
Hara memandangi jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya jam sudah menunjukan waktu pulang sekolah namun hara tengah menunggu arul di parkiran sekolah, entah dia kemana dan kenapa belum juga turun. Hara pun memandang ke arah tangga nampaklah arul yang tengah bercanda dengan seorang wanita dia adalah apri.
Hara memandangi sesekali lalu menatap kearah sepatunya,
Jujur saja hara tidak terlalu sering bercanda sampai membuat senyum yang begitu mereka dari wajah arul di tambah lagi tawanya yang begitu bebas.
Handphone hara berdering menandakan sebuah pesan tertera di sana. Hara melihat isi pesan tersebut, masih sama dari seorang yang kemarin mengirimnya tentu saja hara tidak tau siapa orang itu, hara yang hendak menghiraukannya tiba tiba ada pesan lagi disana.
Arul : ra pulang sendiri kan ? Jangan sore sore ya.
Hara yang melihat pesannya pun hanya terdiam padahal tadi hara sudah bilang ke arul dia ingin berbicara. Hara pun mengalihkan pandangannya namun mungkin dewi Fortuna sedang tidak berpihak padanya, hara melihat arul yang membonceng apri di belakang hara yang melihatnya pun langsung mengalihkan pandangannya kearah lain. Entah kenapa dirinya menjadi penasaran dengan orang yang mengirim pesan padanya. Akhirnya hara memutuskan menemui orang tersebut di belakang sekolah, ini pun untuk mengalihkan pikirin negatifnya tentang apa yang baru saja dia lihat.
Hara pun mengirim pesan kepada naufal untuk menjemputnya 30 menit lagi. Hara juga sudah di tinggal pulang dengan ke 3 sahabatnya karna mereka semua sudah pulang. Langkah kaki hara tertuju pada belakang sekolah saat di lihat di sana memang cuman ada seorang yang berdiri entah siapa dan dia sedang apa yang hara lihat hanya ada kepulan asap yang mengudara di sana.
Hara pun mencoba mengirim pesan lagi kepada orang yang ingin mengajaknya bertemu namun baru saja ingin mengetik pesan tersebut hara melihat sebuah sepatu, itu sepatu arul. Hara langsung mengangkat kepalanya namun raut wajah kecewa pasti terlihat jelas di wajahnya sekarang ini. Karna dia bukan arul melainkan orang lain.
"Dika? Lu ngapain kesini?" tanya hara memastikan, orang yang di ajak berbicara hanya mengangkat layar handphonenya dan menunjukan kepada hara.
Itu adalah chat dirinya. Jadi dia yang ngajak ketemu di belakang sekolah.
"Kenapa lu ngajak ketemu? Apa yang mau lu kasih tau?" tanya hara yang merasa penasaran dan dengan nada yang sedikit cangung karna mereka berdua memang tidak terlalu dekat pula.
"Hufftt, tadi juga lu udah liat kan arul pulang sama siapa, gw cuman mau kasih tau" ucapnya yang menggantung hara yang bingung hanya mengangkat alisnya.
Terlihat dika yang memainkan handphonenya sampai terdengar sebuah suara rekaman dari handphonenya.
"Gw denger belakangan ini hara sering di ganggu sama kakel, lo tau ?"
"Engga emang di ganggu gimana?"
"Gw juga gak tau jelas, cuman saran gw mending lu rada kasih jarak dulu ama dia, seengganya supaya dia gak di ganggu kakel dulu, lagi pula dia keliatan anak yang perfeksionis dimata orang orang, dan banyak yang pandang positif tapi lu tau lah belakangan ini jadi negatif"
"Terus menurut lu gw harus apa?"
"Ada banyak cewe lain yang berusaha dapetin lu bukan berarti dia itu terbaik buat lu, termasuk cewe yang ada di sini dia bahkan suka sama lu dari awal lu gak sadar"
Hara yang mendengarkan itu hanya memandang dika bingung, sebenarnya apa yang terjadi.
"Stop, maksudnya arul mau jauh dari gw?" tanya hara yang sudah tidak ingin mendengarkan suara dari rekaman di handphone dika.
"entah gw gak tau maksud dia apa" ucap dika yang terlihat acuh
"terus tujuan lu kaya gini buat apa, bukannya lu sendiri itu sahabat arul, kenapa lu kaya gini ?" tanya hara yang entah kenapa pertanyaan itu keluar begitu saja dari fikirannya.
"lu mau tau alasannya apa? gw gak tau si ini waktu yang tepat atau engga buat kasih tau lu, tapi suatu saat nanti lu perlahan bakal tau" ucapnya yang membuat hara makin merasa penasaran. hara hendak mempertanyakan lagi namun tiba - tiba handphonenya berbunyi terlihat panggilan telphone dari Naufal.
hara pun mengangkat telphonenya sambil berjalan meninggalkan dika. tentu saja hara semakin penasaran apa yang di maksud dika, sedari tadi yang hara tangkap pembicaraan dika yang membuat kepalanya pusing.
"gw dah di gerbang sekolah lu"
"iya bentar lagi gw sampe" ucap hara mematikan telphone dari naufal. mood hara hari ini benar - benar hancur dan dia menginginkan es cream sekarang.
#####
semilir angin menghembuskan wajah seorang lelaki yang tengah menutup matany dan terus menerus menghela nafasnya, dia arul yang sedang duduk di salah satu bangku yang ada di tempat itu, sekarang dirinya sedang menenangkan fikirannya, dirinya menikmati suasana pemandangan danau disini. setidaknya sedikit fikirannya berkurang.
"woy, bengong mulu, nih minum" ucap apri yang mengejutkan arul, benar sekarang dia bersama apri bukan bersama hara.
sebenarnya arul tau dan dia bahkan ingat jika hara ingin mengajaknya berbicara pulang sekolah ini, namun arul memilih menghindari hara dan memilih pulang bersama apri. yaa walau pada awalnya arul cuman ingin balas budi sama apri dengan mengantarnya pulang namun apri malah mengajaknya kesini.
bohong jika tapi arul tidak melihat hara yang tengah menunggunya, jelas dia melihatnya. dan bohong juga jika dirinya tidak melihat wajah kecewa milik hara. namun yang sekarang arul lakukan menjaga jarak dengan hara, hanya untuk membuat hara tidak mendapat beban lagi dari dirinya. hanya sebatas itu tidak lebih, mana ada kan sepasang kekasih yang ingin melakukan hal gila ini, tentu saja awalnya arul sangat menolaknya namun ini buat kebaikan hara walau cobaannya adalah dia menahan rindu dengan gadis ceria itu.
######
"bisa santai aja gak makannya, kaya bocah lu" ucap naufal saat melihat sahabat kecilnya ini memakan es cream dengan begitu semangat. Sudah jelas dirinya tau apa yang membuat sahabatnya ini tiba - tiba menginginkan es cream. mood buruk .
" emangnya gara - gara apa lu tiba - tiba pegen es cream kaya gini ?" tanya naufal namun yang dia dapat bukan lah sebuah jawaban melainkan sebuah tatapan maut yang di keluarkan gadis itu. ah benar mood dia akan semakin rusak kalau di tanya pas lagi dia makan es cream.
"oh iyaa oke - oke gw tunggu, tapi, jangan lama - lama lo makan es creamnya gw lagi banyak tugas nih" keluh naufal
sedangkan orang yang ada di hadapannya hanya menjawab dengan anggukan saja.
gw harap lu gak bad mood masalah hati ra.
######
hai hai gimna nihhh ceritanya, terus dukung dan vote yaa karna itu adalah bagian dari semangat dalam menulis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember You
Novela Juvenil[REVISI] #Don't forget to follow oke #DONT PLAGIAT!! ~Rasa Jatuh Cinta yang Menjerat~ "sebenernya kamu nganggep aku apa rul?" Tanya hara "Seperti kamu nganggep aku" jawab arul ##### Hara Aqie gadis yang merasakan rasanya jatuh cinta dan memiliki...
