Hai semuanya gimana nih cerita remember you nya masih penasaran gak?
.
.
.
.
Yaudah yang penasaran yuk baca lagi.
HAPPY READING.
#####
Ujian sudah berlalu rasa pening di kepala hara setidaknya sudah terlewatkan. Hara pun memandangi salah satu ruang ujian yang belum jega keluar kali ini hara dan juga teman - temannya ingin menghabiskan waktu untuk bermain setelah pulang ujian hari ini.
Hara memperhatikan mutiara yang dengan santai nya merapihkan beberapa alat tulis yang ada di mejanya. Sungguh hara sendiri tidak menyangka mempunyai teman dengan kemampuan seperti mutiara sudah jelas dia bisa menjawab pertanyaan dalam lembaran soal itu dengan mudah.
Seorang guru dari ruangan yang sedari tadi hara tunggu pun keluar dan di ikuti beberapa murid yang juga menyusul untuk keluar ruangan.
"Ra, jadi kan?" tanya aulia yang juga di temani aure di sampingnya hara yang di tanya demikian pun hanya menjawab dengan anggukan.
"Tapi yakin, lu gak kecapean ra?" tanya aure yang mendapatkan anggukan setuju dari aulia
"Yakin kok, kalo gw cape gw pasti bilang kok" ucap hara yang membuat kedua temannya tenang.
"Yuk" ucap mutiara yang sudah bergabung dengan mereka bertiga.
Kami pun mensejajarkan langkah dengan 2 orang di depan dan 2 orang di belakang. Langkah kaki hara mengikuti aulia dan mutiara yang ada di depan sedangkan hara berjalan bersama aure di sebelahnya.
"Ra, kepala lu masih suka sakit?" tanya aure terlihat memastikan kondisi hara sekali lagi, memang semenjak hara keluar dari rumah sakit saat kejadian dirinya di rawat, hara sering kali merasakan sakit di kepalanya namun selagi hara bisa menangani rasa sakitnya hara lebih memilih diam.
"Iyaa kadang - kadang aja kok" ucap hara. Pandangan hara pun mengarah ke parkiran motor di dekat lapangan basket.
"Sebentar yaa kalian tunggu aja di gerbang depan, nanti gw nyusul" ucap hara teman - temannya yang faham langsung menganggukkan kepalanya.
Hara pun berjalan kearah salah satu motor yang sudah di naiki oleh pemiliknya kondisinya yang sudah menggunakan helm karna melihat hara helm yang di kenakannya pun ia lepas.
"Kamu mau kemana? Gak langsung pulang?" tanya arul kepadanya.
"Nih aku baru mau bilang, aku udah curiga kalo kamu gak buka handphone. Aku mau ke toko buku" ucap hara yang langsung mendapatkan anggukan dan senyuman dari arul.
"Langsung pulang ya kalo udahan" pesan arul sambil mengacak - acak rambut hara.
"Ihh, jangan di giniin" ucap hara cemberut, sambil merapihkan rambutnya yang berantakan.
"Hehe, gak boleh cantik - cantik, nanti ada yang kepicut ribet lagi" ucap arul lalu menggunakan helm full facenya.
"Yaudah aku pulang duluan ya" ucap arul yang di jawab anggukan kecil oleh hara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember You
Ficção Adolescente[REVISI] #Don't forget to follow oke #DONT PLAGIAT!! ~Rasa Jatuh Cinta yang Menjerat~ "sebenernya kamu nganggep aku apa rul?" Tanya hara "Seperti kamu nganggep aku" jawab arul ##### Hara Aqie gadis yang merasakan rasanya jatuh cinta dan memiliki...
