Setelah mendengar kalau arul di skors 1 hari hara pun terus memikirkan perbuatan apa yang menyebabkan dia sampai berkurang poin di sekolahnya.
Bel pulang pun sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, hara sekarang sedang menunggu rizky turun untuk pergi menuju parkiran tapi entah kenapa dia belum juga muncul.
Rizky : ra sorry gw lupa, sekarang gw udah di rumah nanti aja ya gw kasih tau lu
Seharusnya hara tidak perlu susah - susah harus menunggu rizky yang berakhir dia pulang duluan. Hara bisa saja bertanya ke arul apa yang terjadi tapi gak semudah itu karena arul orang yang tertutup.
Akhirnya hara pun hendak memesan ojek online namun seseorang mengejutkan hara
"Mau pulang?" ucap seorang sambil mengeluarkan motornya dari parkiran saat hara perhatikan dia adalah dika.
Dikakan sahabatnya arul pasti dia tau kenapa arul bisa kena skors
Hara pun berjalan menghampiri dika
"Dik, lu lagi buru - buru gak ?" tanya hara tepat menghalangi jalan keluar parkiran
"Kenapa emangnya" ucapnya sambil menyalahkan motornya
"Gw mau nanya sesuatu boleh?" tanya hara
"Buruan naik" ucap dika yang membuat hara heran
"Gw kan mau nanya bukannya mau minta tebengan pulang" ucap hara sedikit memberi jalan untuk motor dika lewat
Dika pun mengeluarkan handphonenya dan menunjukan pesan dari arul yang menyuruhnya untuk mengantar hara pulang
"Kenapa dia gak ngechat gw aja" ucap hara sedikit kesal kenapa arul gak bilang aja ke hara kenapa harus ke dika
"Yaudah ayo buru" ucap dika sambil memberikan helm kearah hara, hara yang pasrah hanya menerima uluran helm tersebut dan segera memakainya.
Dika pun memajukan sedikit motornya supaya hara tidak perlu berjalan ke belakang untuk naik di motornya.
Tanpa menunggu perintah dika, hara pun langsung menaiki motor tersebut. Motor dika tak beda jauh dengan motor milik arul hanya saja yang membedakannya adalah warna dari motor itu oleh sebab itu hara udah terbiasa menaiki motor yang bisa di bilang besar ini.
"Tadi lu mau nanya apa?" tanya dika di sela - sela kefokusannya dalam mengendarai motor
"Lu tau alasan arul bisa di skors 1 hari ?" tanya hara sedikit berteriak takut jika dika tidak dapat mendengar ucapannya karna situasi jalan raya yang ramai serta dika yang menggunakan helm
"Panjang kalo gw jelasin di motor, mau ke cafe es cream aja sambil gw jelasin" ucapnya yang terdengar jelas di telinga hara.
Karena dika yang menyebutkan cafe es cream tentu saja hara tidak bisa menolak karena es cream adalah hal favoritenya
Dika pun memarkirkan motornya di cafe es cream yang sering hara dan teman - temannya kunjungi. Sambil melepas helm tiba - tiba tangan dika mententuh beberapa helai rambut hara yang berantakan. Hara yang terkejutpun langsung memundur beberapa senti dari jarak dika sekarang.
"Yuk" ucapnya yang berjalan duluan, hara sedikit tidak faham dengan sikap dika tadi namun tentu aja itu aneh.
Hara pun mengikuti langkah dika dari belakang saat pintu cafe terbuka terlihat beberapa meja yang masih banyak yang kosong mungkin belum banyak pelanggan yang berdatangan. Hara masih membuntuti dika dari belakang tanpa sadar arah kaki dika menuju meja pemesanan.
"Lu mau rasa apa?" tanya dika sambil melihat menu yang terpampang di meja
"Vanila-coklat pake toppingnya oreo ya" ucap hara tentu saja sang pelayan itu sudah hafal dengan pesanan hara karna hara sering mampir kesini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember You
Teen Fiction[REVISI] #Don't forget to follow oke #DONT PLAGIAT!! ~Rasa Jatuh Cinta yang Menjerat~ "sebenernya kamu nganggep aku apa rul?" Tanya hara "Seperti kamu nganggep aku" jawab arul ##### Hara Aqie gadis yang merasakan rasanya jatuh cinta dan memiliki...
