Disini, di temani sejuknya udara pagi menjelang siang, bersandar pada pohon yang cukup tinggi dengan dedaunan yang tidak begitu lebat juga namun dapat melindungi siapa saja yang ada di bawah pohon tersebut seperti yang sekarang hara dan arul lakukan.
Arul nampaknya sengaja nembawa hara kesini supaya hara melupakan kejadian tadi pagi yang membuat hara kesal.
"Nanti sore aku ada latihan Futsal jadi gapapakan di tinggal dulu" ucap arul sambil melihat kearah hara
"Iya gapapa" ucap hara sambil tersenyum, hara pun melihat beberapa dedaunan yang jatuh karna tertiup angin, lengkungan di wajah hara pun kembali muncul.
"Makasih ya" ucap hara
"Hah ngomong apa?"ucap arul
"Makasih" ucap hara sambil tersenyum kearahnya
"Ohh makasih, iya bareng - bareng" ucap arul
Hara pun mengerutkan keningnya, lalu setelah sekian detik memikirkan kalimat arul hara pun tertawa disusul dengan tawa arul. Hal ini memang sederhana namun membuat hara melupakan beberapa masalahnya.
Tersenyum dan tertawa dibawah pohon ini diantara dedaunan yang berjatuhan dan hara merasa ini cukup istimewa karna ini akan menjadi sejarah bagi kehidupannya bersamaan dengan pohon ini hara tidak ingin melupakannya.
"Masih mau disini? Bentar lagi istirahat" ucap arul mengingatkan
"Pas bel aja aku balik kekelas" ucap hara
" yaudah nanti aku mau kekantin langsung, bisa kan kekelas sendiri" ucap arul yang membuat hara menoleh padanya
"Emangnya aku anak kecil, aku bisa kok kekelas sendiri" ucap hara
"Iya deh iya, takut ada yang nyulik aja" ucapnya sambil cengengesan
Hara pun mengecek handphonenya ternyata terdapat notifikasi chat dari mutiara.
Mutiara : kamu kemana?
Mutiara : kita semua udah pada beres kumpul, jadi udah boleh istirahat.
Hara pun menunjukan pesan itu kepada arul, lalu arul pun bangkit dari posisi duduknya begitu juga dengan hara.
"Yaudah aku kekantin ya" ucap arul hara hanya menjawab dengan anggukan. Arah jalan mereka memang lawan arah. Hara hanya mampu tersenyum sambil sesekali menengok kearah belakang lalu kembali berjalan sambil menundukan kepala.
Di kolidor atas sana ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan tingkah 2 insan yang tengah terduduk dibawah pohon tapi alih - alih pandangannya hanya tertuju pada satu insan dan sebuah lengkungan indah terlihat di wajahnya menyatakan bahwa dia bahagia.
####
hara sudah hampir sampai kekelasnya saat perjalanan tadi menuju kelas dia sempat melihat kak reza yang sedang menghadap ke bu dyah tapi dari pembicaraannya nampak bu dyah sedikit marah, mungkin kak reza ketauan ingin bolos sekolah.
Saat hara sampai di kelas memang gak terlalu ramai karna mereka yang memilih untuk berdiam dikelas sangat sedikit. Hara pun menghampiri mutiara yang sedang menikmati bekalnya sendirian karna kelas aulia dan aure belum keluar dan hara pun baru sampai di kelas.
"Gmana hasil anak - anak yang ikut lomba? " tanya hara sambil duduk di sebelah muti dan mengeluarkan bekal yang dia bawa di tasnya
"Udah baca grup kelas?" tanya mutiara hara hanya menjawab dengan gelengan
"Kayanya mending gak usah deh" ucap mutiara yang nampak sekali sedang menutupi sesuatu
"Eh ra" panggil apri yang sedang sibuk memainkan handphonenya hara yang merasa di panggil pun menengok
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember You
Teen Fiction[REVISI] #Don't forget to follow oke #DONT PLAGIAT!! ~Rasa Jatuh Cinta yang Menjerat~ "sebenernya kamu nganggep aku apa rul?" Tanya hara "Seperti kamu nganggep aku" jawab arul ##### Hara Aqie gadis yang merasakan rasanya jatuh cinta dan memiliki...
