Ch. 9 : First Love

5.4K 776 111
                                        

"I remember when I first see you.
You're my first love. But, I think I love other people now."
.
.

Jungkook POV

Alarm di handphone ku terdengar berdering. Dengan mata masih memejam aku mencari benda itu, setelah menemukannya aku segera mematikan alarm nya.

Kamar masih gelap, kurasa hanya aku terbangun di pagi buta seperti ini. Aku harap hyung tidak ikut terbangun karena suara keras yang berasal dari handphone ku barusan.

Pagi ini aku bangun lebih awal dan memutuskan untuk berolahraga sebentar.

Comeback kali ini aku akan menunjukkan bagian tubuhku yang akan membuat para ARMY menjerit.

Mungkin aku juga harus melatih otot ku di Gym. Atau minta diajarkan oleh Jin hyung. Karena hanya dia lah satu-satunya member yang masih ikut kegiatan membentuk tubuh.

Aku bangkit dari ranjang lalu membersihkan wajahku dan mengambil hoodie hitam di dalam lemari. Aku agak kesulitan menemukannya karena aku tidak menyalakan lampunya.

Dan akhirnya aku berhasil mendapatkannya. Jangan mengira kalau aku tidak punya hoodie lain karena aku sering memakai warna hitam.

Sebenarnya aku punya banyak hoodie, namun hampir keseluruhannya berwarna hitam. Dan aku yakin, sebagian orang akan mengira aku terus memakai hoodie yang sama setiap harinya.

Aku berniat keluar dari dorm secara diam-diam namun saat aku hendak membuka pintu, seseorang menghentikan pergerakanku.

Aku menoleh menatap seseorang yang sedang menyentuh pundakku. Pria itu Namjoon hyung. Kurasa ia habis ke dapur untuk mengambil minum karena ditangannya terlihat gelas kaca yang sedang digenggamnya.

"Kau mau kemana?" Ia bertanya padaku.

Aku terkekeh. "Berolahraga sebentar."

Sedangkan pria dihadapanku ini menatapku bingung. "Pagi buta begini? Kau yakin?"

Aku mengangguk sambil tersenyum kearahnya. "Sangat yakin. Hyung, aku pergi dulu."

Namjoon pun mengangguk. "Hati-hati."

Aku keluar lalu menuju garasi dimana mobilku di parkirkan. Aku mencari keberadaan mobilku, setelah menemukannya aku segera masuk dan menuju tempat yang aku tuju.

Aku berhenti disalah satu lapangan yang sangat luas, disana bukan hanya aku yang sedang berolahraga. Ada kemungkinan enam atau tujuh orang yang memiliki tujuan yang sama denganku.

Ku pakai maskerku dan ku rapatkan hoodie hitam kesayanganku untuk menghindari suhu dingin yang akan menusuk kulit.

Aku pun memutuskan untuk pemanasan terlebih dahulu, kemudian berlari mengelilingi lapangan.

Setelah beberapa jam berolahraga, sang matahari pun mulai menunjukkan sinarnya. Keadaan semakin ramai, membuatku harus sedikit berhati-hati.

Aku melirik jam tanganku, rasanya masih cukup pagi untuk kembali ke dorm. Lagi pula para hyung pasti masih tidur.

Di detik berikutnya, aku merasakan sebuah getaran pada perutku, aku lapar. Dan entah kenapa sesuatu yang melintas dipikiranku adalah rumah Ji Eun.

Aku teringat saat aku mengantarnya pulang, ibunya sangat berterima kasih padaku. Ibunya juga bilang bahwa aku bisa datang ke rumahnya untik ikut makan malam bersama. Mungkin jika aku datang pagi hari, aku bisa ikut sarapan bersama.

Sekaligus melihat kebiasaan gadis itu saat pagi hari.

Dengan perasaan bahagia, aku pun meninggalkan mobilku lalu segera berjalan kaki ke arah rumahnya. Ini juga termasuk jalan sehat bukan?

Magic ShopTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang