Ch. 46 : A Brand New Day

3.9K 462 89
                                        

"We will never be able to get away from the person we really love. Because in the end, we keep coming back to them."
.
.

《🎵Play BTS - Young Forever
(Music box ver.)》
>a/n or play on multimedia<

Ji Eun POV

Suara khas elektrokardiograf terdengar begitu nyaring ditelingaku. Tubuhku begitu lemas. Perlahan, aku memaksa kelopak mataku yang terasa berat untuk terbuka.

Mataku menyipit ketika cahaya matahari terlihat begitu menerangi ruangan bernuasa putih. Aku merasakan beberapa alat medis menempel pada tubuhku dan di hidungku terdapat selang oksigen.

Entah sudah berapa lama aku berbaring diranjang ini. Jantungku lemah, hanya itu yang kuketahui.

Pada akhirnya, aku tiba disini. Kembali menjalani hidup sebagai gadis biasa bersama ayah, ibu dan adikku. Meninggalkan Jungkook, Hye Ra, Yoo Jin, juga member Bangtan lainnya.

Aku ingin menebus kesalahanku dan menjalani hidup bersama keluargaku meski harus meninggalkan teman dan juga pria yang kucintai.

Tidak apa-apa. Setidaknya mereka yang kutinggalkan tidak merasa tersakiti karena harus berpisah denganku, karena aku yakin, aku sudah tidak ada diingatan mereka.

Hal itu membuat kepalaku tiba-tiba terasa berdenyut sakit. Mungkin saat ini fisikku tidak cukup kuat untuk memikirkan semuanya.

Sebuah gerakan kecil tiba-tiba terasa pada tangan kananku, membuatku refleks menolehkan kepala. Dan di detik itu juga, perasaan ingin menangis muncul ketika kulihat sosok yang sangat kurindukan tengah tertidur sembari memegang tanganku.

"A-appa," cicitku. (Ayah)

Kugerakkan tanganku pelan, memberi isyarat bahwa aku sudah sadar.

"Appa, ireona." (Bangun)

Begitu aku sibuk memanggilnya, pintu tiba-tiba terbuka. Menampilkan dua sosok yang menatapku terkejut.

"Ji Eun-ah!" pekik salah satu dari mereka.

Keduanya segera berlari menghampiriku, membuat suara yang cukup keras dari langkah kakinya. Aku tersenyum ketika melihat mereka semua ada di ruangan ini. Ayah, ibu dan juga Ga Eun, kita kembali seperti semula.

"Ga Eun-ah, kau jaga eonni sebentar. Eomma akan memanggil dokter," ucap ibuku.

Wanita itu segera bergegas keluar ruangan tanpa memikirkan apapun. Padahal di dinding samping ranjang terdapat tombol darurat untuk memanggil dokter.

Adik kecilku tampak menggerakkan tubuh ayah agar ia segera bangun. Dan begitu pria paruh baya itu sadar, hal yang pertama ia lihat adalah diriku. Kedua matanya tampak melebar dengan ekspresi terkejut.

Bersamaan dengan itu, ibu datang dengan seorang pria yang memakai sneil khas dokter. Pria itu segera mengecek seluruh tubuhku dibantu oleh seorang perawat.

*

Aku menatap mereka bertiga yang tengah duduk di kursi samping ranjangku. Semuanya terdiam, tidak ada yang memulai pembicaraan.

Mereka pasti masih sama seperti dulu. Padahal sejak tadi ingin sekali aku memeluk mereka, namun jika itu kulakukan pasti mereka akan memarahiku karena bersikap kekanak-kanakan.

Aku sangat merindukan mereka. Kantung mata yang sedikit menghitam itu tampak begitu jelas diwajah ayah dan ibu, juga wajah ceria Ga Eun tak terlihat sedikitpun olehku.

Magic ShopTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang