Part 19

1.5K 65 0
                                        

Happy reding😊

Jam menunjukkan pukul 8 malam. Olivia keluar dari rumahnya diam-diam karena sms dari seseorang yang menyuruhnya pergi ke taman kota. Karena rasa penasaran Olivia akhirnya mengikuti apa yang diminta dalam sms itu.

Sampai lah Olivia di taman kota yang ramai itu.
Seorang gadis yang duduk di bangku taman melambaikan tangannya ke arah Olivia.

Olivia mengernyitkan dahinya bingung, kemudian dia melangkahkan kakinya ke arah gadis tersebut.

"Olivia, kan?" Tanya nya saat Olivia sampai di depannya.

"Kok lo tau?" Tanya Olivia sambil duduk di samping gadis tersebut.

"Gue Vanesa, panggil aja Nesa." Ucap Vanesa sambil mengulurkan tangannya. Olivia hanya menatapnya sekilas lalu mengalihkan pandangannya.

Dia sangat benci dengan gadis yang tidak di kenal nya ini.  Dia sangat ingat wajahnya, bahkan dia juga ingat kejadian yang berkaitan dengan gadis di sampingnya ini.

"Mau apa lo ngajak gue kesini?" Tanya Olivia to the point.

"Gue cuma mau kenal lo lebih dalam lagi," ucap Vanesa sambil tersenyum.

"Sorry, tapi gue gak minat kenalan sama lo!" Ucap Olivia yang membuat Vanesa menundukkan wajahnya.

"Lo kayaknya benci banget ya sama gue. Gue minta maaf soal kemarin," ucap Vanesa dengan mata berkaca kaca.

Olivia memutar bolanya malas mendengar permintaan maaf dari Vanesa.

"Lo mau tahu hubungan gue sama dia apa?" Tanya Vanesa yang membuat Olivia menatapnya.

Vanesa menarik napasnya dalam dan mengeluarkan nya perlahan.

"Gue sama dia cuma sahabat dari sd sampai smp. Saat smp kelas 3, perasaan cinta tumbuh di antara kami. Gue sama dia gak pacaran, cuma sekedar sayang. Tapi dari hari ke hari dia nunjukin perhatian yang lebih ke gue selayaknya pacar. Itu buat perasaan gue semakin besar buat dia. Dia dulu mau buat hubungan kami lebih dari sahabat. Tapi saat semester dua gue di vonis sakit leukimia. Saat itu gue pergi menjauh dari dia. Gue pergi ke Amerika buat berobat, tapi harapan gue sembuh cuma sedikit. Akhirnya gue milih pulang ke Indonesia, gue berniat jujur tentang perasaan gue sama dia. Tapi kayaknya udah terlambat," ucap Vanesa sambil tersenyum tipis.

"Lo udah sama dia sekarang. Sebenarnya semangat hidup gue cuma dia. Gue bertahan sampai sekarang pun karena dia. Kayaknya gue bener-bener harus pergi sekarang." Ucap Vanesa yang membuat Olivia memukul dadanya karna sesak.

"Mau lo apa sekarang?" Tanya Olivia membuat Vanesa tersenyum penuh arti.

"Gue cuma mau Vio balik ke gue," ucap Vanesa.

"Lo mau Vio balik ke lo?" Tanya Olivia memastikan pendengarannya tidak salah.
Vanesa menganggukkan kepalanya.

"Gue pengen kayak dulu lagi sama Vio. Cuma dia yang bisa buat gue bertahan. Dia harapan gue ada di dunia ini sampai sekarang," ucap Vanesa.

Olivia menganggukkan kepalanya mengerti.
Kemudian Olivia menghapus air mata di wajah Vanesa yang entah kapan turun dari pelupuk matanya.

"Dia akan kembali buat lo." Ucap Olivia yang membuat Vanesa tersenyum bahagia.
Kemudian Vanesa memeluk Olivia.

"Lo bener, kan? Dia bakal balik kayak dulu lagi, kan?" Tanya Vanesa. Olivia menganggukkan kepalanya.

Tanpa mereka sadari, Alvio berdiri di balik pohon tak jauh dari tempat mereka. Alvio mendengar semua pembicaraan mereka. Setelah itu Alvio berjalan meninggalkan Olivia dan Vanesa.

OLIVIA[Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang