Happy reading👀
Sepulang sekolah Alvio langsung pergi ke tempat dimana Vanesa menyuruhnya tadi. Dia merasa bahagia karena akan bertemu dengan Vanesa.
Sesampainya di taman, Alvio melihat Vanesa duduk di salah satu kursi disana. Tanpa banyak membuang waktu, Alvio langsung menghampiri Vanesa.
"Nesa." Gumam Alvio sambil duduk di samping Vanesa.
Vanesa menoleh ke arah Alvio sambil tersenyum bahagia. Kemudian Vanesa langsung memeluk Alvio yang membuat Alvio kaget.
"Maaf karena dulu ninggalin kamu." Ucap Vanesa sambil menangis di dada bidang Alvio.
"Gak perlu minta maaf, itu udah masa lalu." Ucap Alvio sambil membelai rambut Vanesa yang terurai.
Vanesa melepaskan pelukannya, kemudian menatap Alvio penuh harap.
"Jadi kita gak bisa kayak dulu lagi?" Tanya Vanesa.
"Aku pengen kita kayak dulu lagi. Aku kangen semuanya dari kamu."
"Apa kamu gak bisa ngasih satu kesempatan buat aku?"
"Aku janji gak akan ninggalin kamu lagi. Kecuali kamu pergi, aku bakal ninggalin kamu selamanya."
Alvio mengerutkan dahinya seolah tidak tau apa-apa.
"Emang lo mau kemana kalau gue pergi dari hidup lo?" Tanya Alvio.
Vanesa menundukkan wajahnya perlahan.
"Kalau aku jujur tentang ini, apa kamu bakal janji buat selalu di sisi aku?" Tanya Vanesa yang membuat Alvio menganggukkan kepalanya.
"Aku di vonis sakit leukimia. Aku dulu pergi ke Amerika buat berobat. Tapi percuma, penyakit ini gak sembuh. Aku pasrah dan milih pulang ke Indonesia. Alasan aku bertahan sampai sekarang itu cuma kamu." Ucap Vanesa sambil menatap manik mata Alvio.
"Tanpa diminta pun aku bakal selalu ada di sisi kamu. Aku gak akan ninggalin kamu." Ucap Alvio sambil mengacak rambut Vanesa.
"Bener?" Tanya Vanesa sambil tersenyum bahagia. Alvio mengangguk kan kepalanya.
"Udah dong jangan nangis. Putri gak boleh netesin air mata buat pangeran." Ucap Alvio yang membuat Vanesa terkekeh kecil sambil menghapus air matanya.
"Aku antar pulang ya?" Ucap Alvio sambil berdiri dari duduknya.
"Tapi kita kan baru ketemu." Ucap Vanesa sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kamu sakit Vanesa, jadi gak boleh terlalu capek." Ucap Alvio yang membuat Vanesa segera berdiri dari duduknya.
"Yuk!" Ucap Alvio sambil menggenggam tangan Vanesa.
"Aku mau es krim," ucap Vanesa saat melihat toko es krim.
Alvio mengangguk kan kepalanya. Kemudian di berjalan ke toko es krim untuk membelikan Vanesa es krim kesukaannya. Setelah dapat es krim Alvio langsung memberikannya kepada Vanesa.
"Makasih." Ucap Vanesa sambil menerima es krim dari Alvio.
"Hm." Gumam Alvio sambil menuntun Vanesa masuk ke mobilnya.
Alvio pun mengantarkan Vanesa ke rumahnya.
Setelah sampai di depan rumah Vanesa, Alvio turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Vanesa.
"Makasih ya udah nganterin pulang." Ucap Vanesa sambil tersenyum manis.
"Iya, Masuk sana." Ucap Alvio dan di angguki oleh Vanesa.
"Aku masuk dulu ya, bye." Ucap Vanesa sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OLIVIA[Completed]
Fiksi Remaja|Tahap Revisi| Mohon maaf jika masih ada kesalahan dalam penulisan. Cerita ini baru mulai di revisi. Start {2/10/18} Finish {17/4/19} "Lo suami gue atau es di kulkas? Kenapa sih dingin banget?"-Olivia "Gue gak akan dingin kalau lo ingat semua tentan...
![OLIVIA[Completed]](https://img.wattpad.com/cover/160448393-64-k89454.jpg)