Happy reading🙂
"Baju pengantin yang paling cantik disini ada gak mbak?" Tanya Mia sambil menarik tangan Olivia untuk mendekati penjaga butik.
Olivia menghembuskan napasnya pasrah.
2 hari setelah pertunangan nya dengan Alvio, keluarga mereka sudah sibuk menyiapkan semuanya.
Pernikahan mereka yang akan diadakan minggu ini juga sudah tersebar luas.
Dari pagi tadi Olivia sudah bersama ibu mertuanya untuk mencari baju pengantin.
Sedangkan Alvio pergi bersama Ela.
"Yang ini gimana buk? Gaun ini yang terbaik di butik kami, bahannya juga bagus." Ucap penjaga butik sambil memberikan gaun pengantin putih panjang dengan hiasan permata yang menambah kesan mewahnya.
Mia mengambil gaun itu dan terlihat kagum, begitu juga dengan Olivia yang terlihat menyukai gaun pengantin itu.
"Via, coba kamu pakai dulu. Kalau cocok kita ambil gaun ini."
Olivia menganggukkan kepalanya sambil mengambil gaun tersebut dari tangan Mia.
"Via coba dulu." Ucap Olivia sambil berjalan menuju ruang ganti.
Beberapa menit kemudian Olivia keluar dari ruang ganti sambil mengangkat sedikit gaunnya yang menyapu lantai butik.
Mia dan para pekerja di butik itu menatap kagum ke arah Olivia.
Bagaimana tidak?
Gaun itu sangat pas di tubuh Olivia, kulit putih dan wajah cantiknya membuat Olivia terlihat sangat sempurna.
"Cocok gak ma?" Tanya Olivia sambil menatap Mia.
"Cocok banget, kamu sangat cantik dengan gaun itu. Kita ambil yang ini ya?"
Olivia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Olivia akan berbicara tapi suara deringan hp Mia membuatnya tidak jadi mengucapkan sesuatu.
"Bentar ya sayang." Mia berjalan ke arah pintu sambil berbicara dengan seseorang di hp nya.
Olivia melirik dirinya di cermin, sedetik kemudian dia menatap tak percaya pada dirinya.
Dia bahkan ragu jika yang di cermin itu dirinya.
"Via, mama harus pergi sekarang.
Ada kecelakaan kecil di gedung, papa kamu gak bisa ngurus.
Gak apa-apa kan mama tinggal disini? Nanti kamu minta jemput sama Vio aja ya, kata mama kamu mereka udah selesai cari pakaian." Jelas Mia panjang lebar.
Olivia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kikuk.
"Iya ma gak apa-apa, Via bisa pulang sendiri kok." Ucap Olivia sambil tersenyum.
"Gak boleh, kamu harus pulang sama Vio. Bentar lagi kamu mau nikah, dan mama gak mau terjadi sesuatu sama kamu." Ucap Mia sambil melipat tangannya di dada.
"Iya ma nanti Via minta jemput sama Vio." Ucap Olivia mengalah.
Bagaimana mungkin dia bisa membantah ucapan ibu mertuanya ini. Padahal Olivia berencana untuk pergi ke toko es krim sendirian, dia sangat rindu untuk memakan es krim kesukaan nya.
"Ganti baju kamu Via, mama mau bayar gaun pernikahan kamu dulu." Ucap Mia sambil berjalan ke arah kasir.
Olivia berjalan ke ruang ganti dan mulai mengganti pakaian nya.
***
"Capek Vio?" Tanya Ela saat melihat Alvio yang duduk bersandar di kursi sambil memejamkan matanya.
Alvio membuka matanya dan menatap Ela sambil tersenyum.
"Enggak ma."
Ela berjalan mendekati Alvio kemudian duduk di depannya.
"Mama harap kamu bisa nerima Via walaupun dia lupain kamu."
Alvio tersenyum, tiba-tiba wajah gadis itu melintas di pikirannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OLIVIA[Completed]
Ficção Adolescente|Tahap Revisi| Mohon maaf jika masih ada kesalahan dalam penulisan. Cerita ini baru mulai di revisi. Start {2/10/18} Finish {17/4/19} "Lo suami gue atau es di kulkas? Kenapa sih dingin banget?"-Olivia "Gue gak akan dingin kalau lo ingat semua tentan...
![OLIVIA[Completed]](https://img.wattpad.com/cover/160448393-64-k89454.jpg)