Happy reading💣
Hari senin, hari paling di benci para siswa.
Apa lagi hari ini jadwal olahraga kelas 12 Ips 1.
Olivia duduk di bangku penonton. Karena hari ini olahraga bebas, jadi Olivia tidak perlu repot panas-panasan di lapangan. Seseorang duduk di samping Olivia yang membuat Olivia menoleh ke samping.
"Mau ngapain lo kesini?" Tanya Olivia dingin sambil mengalihkan pandangannya.
"Aku mau minta maaf." Ucap nya sambil menundukkan wajahnya.
"Gak perlu," ucap Olivia singkat.
"Aku bener-bener nyesel karena udah jahat sama kakak. Aku seharusnya sadar kalau selama ini kakak sayang sama aku. Tapi aku gak peka sama sekali sama kasih sayang kakak." Ucap nya sambil menatap Olivia dengan mata berkaca kaca.
"Gak ada yang perlu di sesali, semuanya udah selesai." Ucap Olivia sambil menatap manik mata Elia.
"Aku juga baru tahu kalau yang donorin ginjal aku itu kakak," ucap Elia.
"Kenapa sih kakak donorin ginjal buat aku? Padahal aku jahat sama kakak. Aku juga nyesel banget karena udah minta kakak buat jauhi Vio. Aku emang gak pantes buat ngelarang kakak deket sama Vio."
"Bunda sama papa nyesel banget karena selama 17 tahun ini buat hidup kakak kurang kasih sayang. Mereka minta kakak balik kerumah," ucap Elia penuh harap.
Olivia tersenyum sambil mengacak pelan rambut Elia.
"Gue gak bisa tinggal disitu lagi, karena gue udah punya rumah sekarang. Kalau ada waktu luang gue bakal main." Ucap Olivia yang membuat Elia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Kakak beneran kan bakal main?" Tanya Elia.
"Iya, masuk kelas sana." Ucap Olivia yang membuat Elia beranjak dari duduknya.
"Aku ke kelas dulu ya kak!" Ucap Elia sambil berjalan menuju kelasnya.
Olivia memijat pelan pelipisnya. Dia mengedarkan pandangannya ke penjuru lapangan. Namun dia tidak menemukan apa yang dia cari.
"Cari Vio?" Tanya Reza sambil duduk di samping Olivia.
"Enggak," ucap Olivia cepat.
"Dia ada rapat terakhir buat melepas jabatannya sebagai ketos. Kayaknya sampai pulang sekolah nanti baru selesai." Ucap Reza yang membuat Olivia menganggukkan kepalanya.
"Deli mana?" Tanya Olivia.
"Dia di kelas. Katanya lagi pms, jadi gak olahraga," ucap Reza.
Olivia menganggukkan kepalanya pertanda bahwa dia mengerti.
"Lo sahabatan sama Vio dari kecil?" Tanya Olivia yang di angguki oleh Reza.
"Lo tahu Vanesa?" Tanya Olivia yang membuat Reza menoleh pada Olivia.
"Lo mau tahu hubungan mereka sebenernya apa?" Tanya Reza.
"Hm," gumam Olivia.
"Sama persis dengan yang di ceritain Vanesa ke lo," ucap Reza.
"Lo tahu?" Tanya Olivia kaget karena Reza tau dengan kejadian semalam.
"Gue tahu semuanya. Vio cerita ke gue soal masalah kalian." Ucap Reza yang membuat Olivia mengumpat dalam hati.
"Lo sanggup lakuin syarat yang lo minta?" Tanya Reza.
Olivia berpikir sebentar. Dia tidak mungkin sanggup dengan syarat yang di ajukannya pada Vio semalam. Syarat yang mengharuskan mereka menikah tapi tidak boleh mencampuri urusan masing-masing dan bebas tinggal serumah atau berbeda. Tapi hanya itu pilihan yang tersisa untuknya. Olivia menganggukkan kepalanya sambil menatap manik mata Reza.
KAMU SEDANG MEMBACA
OLIVIA[Completed]
Ficção Adolescente|Tahap Revisi| Mohon maaf jika masih ada kesalahan dalam penulisan. Cerita ini baru mulai di revisi. Start {2/10/18} Finish {17/4/19} "Lo suami gue atau es di kulkas? Kenapa sih dingin banget?"-Olivia "Gue gak akan dingin kalau lo ingat semua tentan...
![OLIVIA[Completed]](https://img.wattpad.com/cover/160448393-64-k89454.jpg)