Pt. 33

892 145 42
                                        


Taehyung. Nama itu langsung muncul di otaknya. Membuat dia segera menarik tangannya.

Tiba-tiba dia merasa ada yg bergejolak di dadanya. Air matanya menetes begitu saja. Dia juga tidak tau kenapa dia menangis. Merasa bersalah. Mungkin.

"Apa yang aku lakukan?" ucapnya lirih.

Segera Nayeon bangkit dari duduknya. Tapi niatnya pergi seakan tertahan saat tangannya dicekal.

"Mau kemana?"

Nayeon menoleh ke belakang. Menemukan Jungkook yg memandanginya.

"Ak-aku"

"Bisakah kamu disini saja? Kamu sudah berjanji pada Mina untuk tetap disini. Kalau kamu pergi dia akan sedih"

Bukan Mina yang akan sedih nay. Tapi aku yg akan sedih kalau kamu pergi lagi. Batin Jungkook

"Ak-aku... aku.. aku hanya ingin mengambil minum"

Jungkook pun mengangguk dan melepaskan tangannya dari Nayeon.

Segera Nayeon keluar dari kamar Jungkook dan sedikit berlari ke dapur.

Nayeon terduduk di kursi dapur. Berpikir mengenai apa yg baru saja dilakukannya.

"Apa yang kamu lakukan nay? Kamu punya Taehyung. Kamu disini hanya ingin membantu anak berusia lima tahun yang ayahnya sakit dan tidak ada siapapun di rumahnya. Jungkook bukan siapa-siapa nay. Dia hanya teman Nayeon. Hanya teman" katanya pada dirinya sendiri

Nayeon memukul-mukul pelan kepalanya.

"Bodoh! Bodoh! Bodoh! Aahh!"

Nayeon menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskanny.

"Baiklah. Kamu disini hanya membantu mereka Nay"

Sementara di kamar, Jungkook masih belum memejamkan matanya kembali di kamar. Yah. Jungkook tadi terangun saat Nayeon membelai rambutnya. Tapi dia tidak ingin membuka matanya. Jujur saja. Dia merindukan belaian tangan Nayeon.

"Apa yg kamu pikirkan kook?"

Jungkook menghela nafas

"Huft. Mina. Ayah sudah bilang ingin menyerah. Tapi ternyata ayah tidak bisa. Kenapa hati dan mulut ayah berkata berbeda nak? Mulut ayah berkata sudah menyerah, tapi hati ayah masih ingin memilikinya. Ayah harus bagaimana?" Ucapnya sambil membelai rambut anaknya yg tertidur di sampingnya.

Tak lama, Nayeon datang lagi dan duduk di kursi yg ada di samping ranjang Jungkook

"Tidurlah kook. Kenapa belum tidur?" Tanya Nayeon

"Kamu juga belum tidur nay. Tidurlah! Maaf merepotkanmu. Kamu pasti sangat lelah. Tidurlah di kamarku. Aku tak apa. Kamarku ada di sebelah kamar ini. Tidurlah disana. Jangan pulang. Ini sudah sangat larut. Berbahaya" kata Jungkook

Nayeon tersenyum menanggapinya

"Aku sudah janji ada anakmu untuk menjagamu. Jadi tidurlah! Aku harus mengganti kompresanmu"

"Tak usah nay. Aku tak apa. Istirahatlah! Kamu perlu istirahat!"

"Tidak kook. Aku tak apa. Kamu saja yg tidur. Ak--"

"Ayah...!"

Kedua manusia yg pernah menjalin asmara itu kaget saat tiba-tiba Mina terbangun dari tidurnya.

"Sssstt... tidur lagi saja sayang" ucap Jungkook pada anaknya

"Ayah. Mino nakal"

"Iya. Sudah. Tidur lagi ya"

Ada Sesuatu Di Hatiku [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang