"Hwarang... jangan makan tangan. Makan roti saja."
"Wuawua..."
"Aduh sudah. Ini banyak bakteri. Jangan makan tangan."
Hwarang malah terkikik melihat sang kakak, Mina, yg kesal padanya karena sedari tadi dia memasukan tangannya yang terbungkus sarung tangan ke mulutnya.
"Hwarang. Kenapa kamu bandel? Kakak kan sudah bilang jangan makan tangan. Itu tidak sehat."
Astaga Mina! Memang yang sehat makan apa? Sayur? Adikmu baru berusia empat bulan. Tidak mungkin makan sayur.
Akhirnya Mina menghela nafas. "Ya sudah. Terserah kamu. Kakak cepek."
"Wuawua...."
"Mau apa?"
Sang adik tidak menjawab. Masih sibuk menendang-nendang.
Mina melirik jam. Jam lima sore. Bundanya sedang menyiapkan makan malam. Ayahnya bekerja. Belum pulang. Mungkin sebentar lagi. Jadi Mina sedang menjaga adiknya.
Klek
Pintu dibuka menampakkan sosok pria jangkung yang masuk ke kamar. Benar, kan? Ayahnya pulang.
"Ayah sudah pulang?"
Tanya Mina saat Sang Ayah masuk ke kamar.
Jungkook tersenyum dan mengangguk. Dia mendekati Mina dan mencium puncak kepalanya.
"Maaf ya. Ayah tadi tidak bisa menjemput Mina sekolah," kata Jungkook menyesal.
Yah. Memang tadi Mina pulang bersama Seulgi, Jungkook tiba-tiba ada meeting dan tidak bisa menjemput Mina.
Kalau dulu Jungkook akan meninggalkan apapun agar bisa menjemput anaknya. Sekarang berbeda. Dia ingin Mina lebih mandiri lagi. Lagipula Mina sekarang sangat penurut. Mau pergi dan pulang sekolah dengan siapa saja dia mau. Berbeda dengan dulu yang semua harus ayah.
"Tidak papa. Mina mengerti. Ayah pasti sibuk."
"Ckckck... coba lihat jagoan Ayah. Sudah mandi. Sudah wangi ya?"
Jungkook ingin menggendong Hwarang. Tapi Mina melarang.
"Ayah. Cuci kaki dan tangan dulu. Baru boleh gendong adik," kata Mina.
"Oh iya"
Jungkook langsung berlari ke kamar mandi. Dan begitu keluar, dia langsung menggendong Hwarang dan menimang-nimang jagoannya.
"Halo Hwarang tampan. Wuuh... coba lihat jagoan ayah! Uhhh... anak ayah dan bunda makin besar. Ayah tidak sabar mengantar Hwarang ke sekolah"
Hwarang tertawa melihat ayahnya. Hm.. yah. Begitulah Hwarang. Murah senyum. Dengan siapa saja tersenyum. Hwarang juga tidak rewel. Jadi semua pasti menyukai Hwarang.
"Nah. Ayo keluar sayang. Ayo lihat Bunda masak. Heung..."
Jungkook mencium kedua pipi gembul Hwarang. Gemas rasanya. Ingin sekali dia memakan anaknya ini. Huh!
Jungkook keluar membawa Hwarang. Mina sendiri. Dia sedari tadi hanya diam melihat ayahnya dan adiknya.
Mina menghela nafas. "Selalu begitu. Apa ayah tidak sayang Mina lagi?" Monolognya.
Setetes air mata menuruni pipi Mina. Sedih rasanya. Sejak adiknya lahir, ayah dan bundanya seakan melupakannya.
Mina sedih. Mina yang selalu dimanja dan dituruti kemauannya sekarang sedang merasa diabaikan.
Mina langsung berlari ke kamarnya sendiri, lalu mengunci pintu kamarnya.
"Hiks...hiks..."
Mina duduk di samping kandang kucingnya, Mino.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ada Sesuatu Di Hatiku [END]
Fanfiction[17+] Jungkook-Nayeon-Taehyung Ini adalah perang antara cinta dan logika. Antara Jungkook Sang Masa Lalu, dan Taehyung Sang Massa Kini. Lantas, siapakah Sang Masa Depan? Dua bukit itu dipisahkan oleh sebuah jurang dalam bernama masa lalu dan trauma...
![Ada Sesuatu Di Hatiku [END]](https://img.wattpad.com/cover/153965155-64-k953941.jpg)