Nayeon mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dia sudah di depan pintu menunggu aba-aba dirinya diminta masuk ke dalam menuju altar pernikahannya.
Dia terus melakukannya. Dia menetralkan emosinya. Berusaha sekuat tenaga agar air matanya tidak jatuh. Terutama nanti saat dia berjalan menuju Taehyung yang sudah menunggunya, Taehyung, calon suaminya.
Tiba-tiba dia teringat ucapan Mina.
"Ibu peri bilang kalau tidak cinta tidak akan menikah. Apakah ibu peri mencintai Peterpan, jadi menikah dengan dia? Apa ibu peri tidak mencintai ayah lagi? Padahal Ayah masih mencintai ibu peri"
Nayeon menunduk. Dia melihat kalung berbandul cincin miliknya dulu.
"Bunda bilang, ini punya ibu peri. Katanya dulu ibu peri memberikannya pada bunda. Ayah bilang, kita tidak boleh mengambil apa yg bukan punya kita, jadi Mina ingin mengembalikannya. Dan Mina punya satu permintaan pada ibu peri. Mina ingin ibu peri memakainya saat menikah"
Nayeon memegangnya. Perlahan air matanya menetes. Dia ingat, Jungkook bilang akan memakaikan cincin itu di jarinya saat pernikahan mereka. Hari ini dia akan menikah, tapi tidak dengan Jungkook. Jadi cincin ini tidak mungkin dipakai di jarinya.
"Ibu peri. Ayah bilang kita harus bisa mengikhlaskan. Mina dan Ayah sudah mengikhlaskan ibu peri untuk menikah dengan Peterpan. Semoga kalian bahagia. Doakan ayah mendapat pengganti yg lebih baik dari ibu peri. Semoga nanti Ayah akan menemukan orang yg sangat mencintainya dan Mina. Semoga wanita itu nanti bisa menjadi bundanya Mina"
Membayangkan Jungkook menikah dengan wanita lain membuat air matanya semakin deras. Dulu dia sudah membiarkan Jungkook dan Jisoo menikah, dan sekarang Jungkook yang harus membiarkan Nayeon dan Taehyung menikah. Nayeon tau rasanya saat harus merelakan orang yang kita cintai menikah dengan orang lain.
Tanpa dia sadar, pintu mulai terbuka. Perlahan dia berjalan memasuki ruangan itu. Banyak pasang mata yang memperhatikannya. Dia berjalan dengan perlahan. Nayeon nampak anggun dengan gaunnya. Sepanjang jalanya, air matanya tidak bisa ditahan.
"Ayah bilang, akan ada akhir yg bahagia untuk semua cerita. Walaupun akhir yg bahagia itu belum tentu bahagia menurut kita"
Dia melihat mencoba tersenyum lebar. Menunjukan jika air mata kesedihannya adalah air mata bahagia.
Dia melihat Taehyung yang tersenyum menyambut kedatangannya. Untuk sesaat dia melihat Jungkook yang berdiri disana dan tersenyum padanya. Tapi bayangan itu sangat cepat menghilang dan secepat itu juga dia harus tersadar bahwa bukan Jungkook yg akan menikah dengannya, tapi Taehyung. Kim Taehyung.
Taehyung menyambut Nayeon dengan mengulurkan tangannya. Nayeon menerimanya dan mereka berdiri di altar bersama.
Nayeon masih mencoba tersenyum walaupun air matanya tidak terbendung. Taehyung tersenyum. Dia menghapus air mata yang mengalir di pipi Nayeon.
"Jangan menangis," bisiknya.
Nayeon menggeleng.
"Bisa kita mulai?"
Taehyung mengangguk. Sementara tidak jauh dari sana, Jungkook mati-matian menahan air matanya. Dia sedih, tapi dia juga bahagia.
"Ayah"
"Hmm"
"Ayah jangan sedih, ya?"
Mina, bocah lima tahun itu mencoba menenangkan ayahnya.
"Ayah tidak sedih. Ayah senang, kok. Nayeon akan menikah. Setelah ini kita pulang ke Korea, ya? Mina masih harus sekolah. Ayah harus bekerja. Oke?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ada Sesuatu Di Hatiku [END]
Fiksi Penggemar[17+] Jungkook-Nayeon-Taehyung Ini adalah perang antara cinta dan logika. Antara Jungkook Sang Masa Lalu, dan Taehyung Sang Massa Kini. Lantas, siapakah Sang Masa Depan? Dua bukit itu dipisahkan oleh sebuah jurang dalam bernama masa lalu dan trauma...
![Ada Sesuatu Di Hatiku [END]](https://img.wattpad.com/cover/153965155-64-k953941.jpg)