"Nama lain dari kebetulan itu takdir."
-Author-
"Rara?!!" gadis berambut hitam legam dengan baju berwarna hitam itu menoleh.
"Agista?" Rara tekejut saat melihat siapa yang memanggil namanya, dia adalah teman Rara sewaktu SMP.
"Iya ini gue sahabat SMP lo! Astaga Rara," Agista terlihat begitu senang bertemu dengan Rara setelah dua tahun lamanya tidak bertemu.
"Hai!! Sama gue juga kangen banget sama lo," Rara berlari memeluk Agista yang jaraknya sekitar lima langkah darinya.
Saat ini Rara ada di Gramedia untuk mencari novel terbaru. Tidak taunya malah bertemu dengan Agista sahabatnya semasa SMP.
"Lo kapan balik ke Jakarta?" selama ini Agista tinggal di Bandung karena ayahnya dimutasi ke sana.
"Baru balik dua hari yang lalu, cuma ambil ijazah waktu SMP si. Sekalian liburan juga hehehehe,"
"Gila lo, ijazah tahun kapan lo baru ambil hahaha dasar," yang benar saja, mereka sudah lulus dua tahun yang lalu dan Agista baru mengambil ijazahnya.
"Yah mau gimana lagi, lo tau sendiri gue kan langsung pindah ke Bandung waktu abis wisuda. Dan sekarang baru sempet,"
"Iya juga si ya hehehe, btw lo sama siapa ke sini? Sendiri?" tampaknya Agista tidak mungkin datang sendiri, Rara paham sekali Agista sangat sulit mendapat izin dari ayahnya untuk pergi sendiri.
"Ngga lah, lo kaya ngga tau bokap gue aja. Gue sama sepupu gue ke sini," tepat sekali.
"Ohhh gitu, kemana orangnya?" Rara hanya penasaran, pasalnya ia baru tau jika Agista punya sepupu di Jakarta.
Agista bukan asli orang Jakarta, dulu ayahnya dimutasi ke Jakarta saat Agista kelas tujuh SMP dan Agista asli Boyolali.
"Ngga tau tu bocah, palingan lagi molor di pojokan. Dia paling ngga suka ke tempat beginian soalnya," dari raut wajahnya Agista tampak kesal membicarakan sepupunya, mungkin memang benar sepupunya itu sedang tidur.
"Gue denger loh Gis," refleks keduanya menoleh ke asal suara itu, dan benar disana berdiri sepupu Agista dengan bomber navy yang dia pakai.
"Loh udah bangun?" bukannya menanggapi ucapan Agista lelaki itu justru sibuk tersenyum ke arah Rara.
"Kak Devano?" yap dia Devano, Devano Geandra. Orang yang paling gila menurut Rara.
"Hai!" Devano melambai dan tersenyum ke arah Rara.
"Loh kalian saling kenal?" Agista terkejut melihat keduanya berinteraksi, itu artinya mereka saling kenal.
Setahu Agista, sepupunya itu jarang sekali punya teman perempuan bahkan hampir tidak ada.
"Kenalah, calon pacar," kedua mata Rara membulat kaget, benar kan apa katanya Devano itu GILA!!
"Bukan! Kenal aja baru kemaren," Agista yang melihat itu terkekeh. Menurutnya Rara sangat lucu, Agista tahu pasti Rara belum pernah dekat dengan lelaki dalam artian lebih dari teman sejak SMP.
KAMU SEDANG MEMBACA
LEARA
Teen Fiction"Gue udah pernah bilang kan, jangan mainin bibir lo atau gue bener bener khilaf kali ini," bisik Lea tepat di telinga Rara. Dan boom wajah Rara seketika memanas merah padam, sialan Lea benar benar membuatnya gila. Setelah perasaan kecewa juga kesa...
