4 | Nomor tidak dikenal

7.2K 289 14
                                        

"Ada fase dalam hidup ini, dari tidak mengenal kemudian bertemu dan berlanjut bertukar sapa. Lalu fase apa setelah ini?"

-unknown

Tok tok tok

"Iya sebentar!" teriak wanita dari dalam rumah.

Cklekkkk

"Ehh non Rara udah pulang," kata wanita paruh baya yang biasa dipanggil Bi Ijah oleh Rara.

"Iya Bi, nih belanjaannya tolong taruh di kulkas ya," diulurkan nya kantong belanjaan berlogo mini market berukuran besar pada Bi Ijah.

"Papa sama mama belum pulang Bi?" Tanya Rara sambil memasuki rumahnya.

"Belum non, tadi tuan sama nyonya bilang kalau mereka pulang agak malam," jelas Bi Ijah yang hanya di balas anggukan dari Rara.

Hal ini sudah biasa bagi Rara, dia memang tinggal di rumah yang besar dan materi yang terbilang lebih dari cukup.

Tapi dengan kehidupan yang teramat sepi dan membosankan. Tidak ada tawa canda layaknya keluarga bahagia pada umumnya.

Terkadang ia merasa tidak punya keluarga, ia merasa sendiri.

"Ya udah Rara masuk ya Bi ke kamar," pamit Rara pada Bi Ijah yang tengah berada di dapur.

"Huhhhh," Rara menghela nafas, hari ini tubuhnya begitu lelah.

Ada banyak hal baru terjadi hari ini, salah satunya bertemu dengan Lea.

Rara terdiam, tiba-tiba ia merasa rindu dengan suasana keluarga. Ingin rasanya ia berkeluh kesah atau sekadar bercerita tentang hari harinya di sekolah dengan Meliana mamanya.

Tapi apa boleh buat, semuanya tidak mungkin terjadi bukan tidak mungkin tapi sangat kecil kemungkinannya. Mereka terlaku sibuk, bahkan hanya sekedar bertukar kabar lewat ponsel saja sangat jarang.

Teringat dulu sebelum saudara kembarnya dipisahkan dengannya semua terlihat baik baik saja. Setidaknya Rara tidak akan merasa se sepi dan sekosong ini.

Fradano Alan Bagaskara adalah saudara kembarnya yang saat ini berada di rumah oma nya di Perancis.

Bukan tanpa alasan keduanya dipisahkan, Yerica sang oma ibu dari Satrio ayahnya sudah tua dan ia juga Dano diminta untuk menemaninya tapi Rara tidak terbiasa hidup di negara orang alhasil hanya Dano yang pergi ke sana.

Ting

Mendengar bunyi notifikasi Rara mengambil ponsel di dalam sakunya dan bear saja ada pesan dari nomor yang tidak di kenal.


087879***: Tes

Me : Siapa??

085679***: Orang

Me: Ngga punya nama?

Benar benar aneh, entah darimana orang itu mendapatkan nomor Rara karena seingatnya ia tidak bertukar nomor dengan siapapun akhir-akhir ini.

085679***: Lea

Balasan dari nomor itu membuat Rara terkejut, apa ada oarng iseng yang sedang menge- prank nya saat ini?

Me: Lea? Ngga mungkin.

Read...

Dan sialnya nomor itu justru melakukan panggilan video.

Karena dihinggapi rasa penasaran akhirnya Rara menerima panggilan itu dan betapa terkejutnya ia saat ini melihat wajah Lea benar benar terpampang di layar ponselnya.

"Percaya kan kalau ini beneran gue?" Lea tersenyum miring saat melihat raut wajah Rara yang terlihat bodoh antara terkejut dan tidak percaya.

"Dari mana lo dapet nomor gue?" Satu pertanyaan yang bercokol kuat, darimana lelaki itu mendapat nomornya.

"Dari Ravena, temen lo kan?" Tanpa menunggu lama Rara menekan tombol merah untuk mengakhiri panggilan video secara sepihak.

Masa bodoh denan kesopanan!

Dan sialnya ternyata Ravena yang memberikan nomornya pada Lea.

Catat baik baik Ravena adalah sahabatnya yang sekelas dengan Lea dan setahu Rara, Ravena tidak pernah akur dengan lelaki itu mengingat Ravena yang selalu kesal saat menceritakan kelakuan Lea yang kerap kali menjahilinya.

Ada angin apa samai Ravena mau memberikan nomornya tanpa seizinnya, dan Rara harus membuat perhitungan untuk ini besok.

---------------

Heyho!! Hehe gimana sama Lea?? Manis ngga??

LEARA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang